
Beberapa orang di sana menatap kasihan pada Alvi,namun banyak juga yang suka melihat wajah sedih nya itu.
Alvi sekali lagi menatap ke arah Nayla,ia menatap ke arah bola mata Nayla.
Namun Nayla segera memalingkan wajah nya.
Melihat itu Alvi mendengus pelan.
"jadi beneran kamu gak inget aku?"tanya Alvi sekali lagi untuk meyakinkan.
Dan Nayla pun mengangguk,dalam hati nya ia ingin sekali memeluk pria di depan nya.
Namun,ia tak ingin rencana dua keluarga gagal.
Sebenar nya sudah dua hari yang lalu Nayla sadar dari koma nya,hanya saja para orang tua sengaja tak memberitahu Alvi,karna mereka sedang menyusun rencana.
Flasback
Malam hari di saat orang tua Alvi menengok Nayla,di saat sedang berbincang,mama Riska tak sengaja melihat tangan Nayla bergerak.
Segera ia mendekat ke arah brankar,dan ternyata benar Nayla sudah mulai sadar,bahkan kelopak mata nya ikut bergerak.
Segera ia menekan tombol nurse yang ada di sana.
Melihat mama Riska sibuk sendiri,para orang tua pun heran.
"ma,sedang apa sih?"tanya papa Adi.
"ini loh pa,Nayla udah mulai sadar"ucap mama Riska semangat,spontan ayah dan papa Adi mendekat untuk memastikan.
Ayah mendekat ia melihat ke.arah Nayla,senyum langsung terbit dari bibir nya.
"Alhamdulillah,akhirnya kamu sadar nak"ucap ayah penuh syukur.
"kak Vian"panggil Nayla pelan seperti bisikan.
Ayah yang mendengar bisikan itu, mengereyitkan kening nya.
Ia melihat ke arah Nayla,dan ternyata Nayla belum membuka mata nya,hanya saja ia terus memanggil nama itu.
"Vian,siapa dia?"tanya ayah pada diri nya.
Tak lama dokter datang,ia segera membuat semua orang menyingkir,dan langsung memeriksa Nayla.
"bagaimana dok keadaan anak saya?"tanya ayah antusias.
"syukurlah,pasien sudah mulai sadar dari koma nya,hanya saja pasien masih belum sadar sepenuh nya,kita tunggu sebentar lagi,kita akan tau saat pasien sudah sadar sepenuh nya."jelas dokter membuat mereka senang.
"terima kasih dok"ucap papa Adi,karna mama Riska dan ayah sudah menghampiri kembali Nayla.
Tak lama setelah dokter pergi,Nayla secara perlahan membuka mata nya.
Ia mulai menyesuaikan penglihatan nya.
Ia melihat sekeliling nya,ia melihat ayah nya sedang tersenyum pada nya dengan mata berkaca kaca.
"akhirnya kamu sadar juga nak"ucap ayah senang.
"a,,ayah"panggil Nayla pelan.
"iya,sayang ini ayah"jawab ayah mencium kening Nayla lembut.
Kemudian Nayla melihat orang yang di samping ayah nya.
__ADS_1
Namun ia tak mengenal nya,atau mungkin lupa.
"sayang"panggil mama Riska.
Nayla melihat ke sumber suara,ia heran kenapa Tante Riska ada di sini.
"Tante"panggil Nayla.
"iya sayang,Tante di sini"ucap mama Riska tersenyum,dengan menggenggam telapak tangan Nayla.
Karna masih penasaran,ia melihat lagi ke arah papa Adi.
Ia tersenyum,karna papa Adi juga tersenyum.
"gimana keadaan mu nak?"tanya papa Adi lembut.
"ba,,baik om"jawab Nayla sambil tersenyum canggung.
Melihat kecanggungan itu,mama Riska pun mengenalkan nya.
"sayang,perkenalkan ini suami Tante,om Adi."ucap mama Riska membuat Nayla merasa tak enak.
"maaf om,aku gak tau"ucap Nayla sopan.
"gak apa apa,om ngerti kok"jawab papa Adi.
Tak lama dokter kembali datang,dokter segera memeriksa keadaan Nayla.
Selama memeriksa dokter menganggukan kepala nya,saat Nayla menjawab pertanyaan nya.
"bagus,tak ada yang perlu di khawatirkan,kondisi nya normal,hanya saja masih harus di rawat beberapa hari ke depan untuk menstabilkan kondisi nya"jelas dokter membuat para orang tua bernafas lega.
"syukurlah,terima kasih Bram"ucap papa Adi.
Ia masih berada di sana,sedangkan suster sudah keluar.
Saat keluar ia bertemu dengan bunda,bunda melihat itu langsung panik,tanpa ba-bi-bu ia pun masuk ke dalam.
Sampai nya di dalam ia terkejut sekaligus senang.
"nay,kamu sudah sadar?"tanya bunda terharu.
"Alhamdulillah,sudah Bun"ucap Nayla tersenyum.
"syukurlah,bunda seneng ngeliat nya"ucap bunda.
Sedangkan ayah dan dokter Bram,sudah biasa sedang berdebat hal yang tak penting,papa Adi hanya diam melihat ke arah Nayla,entah apa yang di pikirkan nya,hanya ia yang tau.
Mama Riska yang melihat itu penasaran.
"pa,kenapa sih,liatin nayla nya kayak gitu?"tanya mama Riska heran.
"gak ada apa apa,hanya sedang berpikir saja"jawab papa Adi santai.
Mendengar jawaban suami nya membuat mama Riska penasaran.
"gak usah main rahasia rahasiaan deh"ketus mama Riska dan berjalan menghampiri Nayla.
Nayla yang sedang di temani bunda menoleh ke arah bunda.
"Bun, Adnan mana?"tanya Nayla.
"Adnan masih kuliah,mungkin sebentar lagi juga pulang"jawab bunda sambil tersenyum.
__ADS_1
"ooh"
Papa Adi berdiri dan berjalan menghampiri ke tiga wanita beda usia itu.
"Nayla,boleh om tanya?"tanya papa Adi serius.
"boleh om,mau tanya apa?"tanya Nayla penasaran.
Setelah beberapa lama sesudah sadar,ayah menceritakan siapa keluarga papa Adi, gimana persahaabatan ayah nya,dan juga waktu kecil,jika Nayla sering main ke rumah papa Adi.
Maksud ayah mencerita kan itu,supaya lebih mengingat siapa mereka,karna ternyata Nayla sudah lupa dengan mereka.
"kamu kenal dengan pria ini?"tanya papa Adi sambil menunjukan ponsel nya yang menunjukkan sebuah poto.
Deg
"kak Vian"gumam Nayla,masih di dengar oleh ayah,karna penasaran ayah pun melihat poto tersebut.
Mendengar itu,ayah kemudian tersenyum.
Jantung Nayla berdebar melihat itu,padahal hanya sebuah poto,tapi kenapa jantung nya seperti habis lari maraton.
"ke,,kenal om,itukan atasan Nayla di kantor"jawab Nayla gugup.
"kamu yakin hanya sebagai atasan?"tanya papa Adi dengan nada menuntut.
"ya,,yakin om"jawab Nayla masih gugup.
Mereka semua memicingkan mata nya curiga.
"kenapa kamu gugup?"tanya mama Riska sambil menahan senyum.
Mendengar pertanyaan itu,Nayla menundukkan wajah nya karna malu,bahkan wajah nya sudah memerah.
"sudahlah,kamu tak perlu menjawab nya,karna kami sudah tau pria ini bagimu."ucap papa Adi tersenyum.
Nayla pun semakin malu,bahkan wajah nya semakin memerah sampai ke telinga.
"karna itu kami ingin,kamu menjalankan rencana untuk mengerjai si muka datar itu"ucap papa Adi dengan seringaian.
"maksud om?"tanya Nayla pelan belum paham,dan ia masih menundukkan wajah nya.
"kamu harus pura pura tidak mengenal nya"jawab para orang tua serentak.
Itu membuat nayla mengangkat wajah nya,dan melihat ke arah mereka yang tertawa.
"kenapa?"tanya Nayla polos.
"untuk memberi nya kejutan,karna beberapa hari lagi ia ulang tahun"jawab mama Riska.
"benarkah?,,.emang sekarang tanggal berapa?"tanya Nayla menunduk sedih.
Melihat itu,mama Riska jadi kasihan.
"gak apa apa,kamu hanya tinggal ikutin rencana kita aja"ucap mama Riska menenangkan.
"hmm,baiklah"jawab Nayla.
Akhirnya rencana di mulai hari itu,dimana mereka tak memberitahukan kalau Nayla sudah sadar,dan memberitahukan sudah hari ke tiga Nayla sadar.
Yang tau tentang rencana ini,hanya teman teman dari Nayla,sedangkan dari teman teman Alvi,tak ada yang di beri tau.
Dan kenapa papa Adi dan ayah sudah akur saja?karna beberapa waktu saat Alvi pingsan mereka menemui ayah,untuk membicarakan masalah putra putri mereka.
__ADS_1
Dan untuk dokter Bram,sudah keluar dari sebelum membahas rencana ini.