Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Keinginan yang terwujud


__ADS_3

Mereka berdua tertawa sampai mengundang perhatian mereka yang sedang bersenda gurau.


Ayah yang penasaran menghampiri mereka berdua.


"Seru banget kayak nya"ucap ayah santai.


"Tentu saja,karna kami merasa lega,


sesuatu yang mengganjal telah di laksanakan tanpa kita ketahui"ujar papa Adi masih dengan terkekeh.


"Maksud mu?"tanya ayah yang belum mengerti.


Papa Adi tak menjawab,ia hanya menunjuk kepada sepasang pengantin baru dengan dagu nya.


Ayah masih belum mengerti sampai tuan Baskoro berdecak.


"Hehe,sekarang aku mengerti"ujar ayah cengengesan.


"Ternyata Allah itu,sudah menuliskan takdir mereka,meski kita tak menyatukan nya,tapi Allah lah yang menyatukan nya."ujar ayah tersenyum,lalu kemudian tertawa lepas.


Membuat mereka yang ada di sana melihat ke arah nya.


Iya,karna sejati nya mereka sudah di jodohkan sedari bayi.


Dulu tuan Baskoro dan tuan Pradipta,mereka sepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka,namun takdir belum memihak mereka,karna mereka malah di karuniai,seorang bayi laki-laki.


Sampai akhirnya,tuan Pradipta berkata"Kalau kita punya cucu,dan anak mereka laki-laki dan perempuan,kita harus menjodohkan mereka,dan aku berharap kau harus mewujudkan nya,tapi jika di antara mereka merasa tak bahagia kita tak boleh memaksa nya,karna aku tak ingin cucu-cucu kita menderita dengan pernikahan nya."ujar tuan Pradipta,dulu sewaktu masih muda.


Dan siapa sangka,ternyata keinginan nya terwujud,oleh cucu-cucunya.


Sedangkan yang muda hanya menggelengkan kepala nya.


"Dasar orang tua"celetuk paman Andi,tanpa sadar ia sendiri sudah tua.


"Gak nyadar"ujar seseorang yang baru saja datang.


"Eeh, hehehe"paman Andi malah tertawa kecil.


"Dasar bocah gemblung,kau mengagetkan ku tau"gerutu paman Andi kesal.


"Maaf kan bocah gemblung ini,kek"ujar pemuda itu tersenyum.


Semua orang melihat itu melongo,karna tak menyangka jika cucu dari paman Andi,adalah orang yang mereka kenal,bahkan sangat dekat sekali.


"Jadi,Lo"ujar Toni menunjuk ke arah pria muda tersebut.


Sedangkan paman Andi hanya mengerutkan kening nya,dan pergi bergabung dengan orang tua.


"Ck,gue gak nyangka,ternyata selama ini kita telah di bohongi nya"ujar Rafa berdecak dan menggeleng kan kepala nya.


"Iya,gue kecewa tau gak?"ujar Toni dengan nada berpura-pura kecewa.


Pluk


"King drama Lo"ujar pria muda tersebut.


"Kak Bara,habis dari mana?"tanya Nayla.


"Biasa,habis ngurus pekerjaan,sedikit"ujar Bara lembut.


Ya,pria muda itu Bara,ia sengaja datang terlambat karna ia ada pekerjaan sedikit.

__ADS_1


Semua orang mengereyit heran,karna Nayla dengan begitu santai memanggil Bara dengan kakak,bahkan panggilan itu seperti sudah biasa,mereka ucapkan.


Mendengar itu Alvi sedikit cemburu,karna istri nya terlihat dekat dengan sahabat nya,bahkan sekarang wajah nya di tekuk.


Nayla melihat itu tersenyum,ia pun mendekap tangan suami nya.


"Muka nya jangan begitu,jelek!"ujar Nayla dengan berbisik,mendengar bisikan itu membuat Alvi meremang.


Segera ia berbalik ke arah Nayla,dan tanpa mereka duga,Alvi mengecup bibir Nayla singkat.


Cup


Blush


Mendapat kecupan singkat itu,membuat Nayla malu,apa lagi teman-temannya melihat ke arah mereka.


Belum selesai rasa malu nya,Alvi malah berbisik dengan sensual.


"Kamu sangat menggemaskan sayang,jika kamu mau lagi,nanti malam kita lanjutkan"bisik Alvi membuat Nayla menelan saliva nya kasar.


Seketika wajah nya pun semakin memerah,dan sekarang pun ia menunduk,tanpa berani mengangkat wajah nya.


Sedang teman-temannya nya,hanya saling lirik,seolah tak melihat apa pun.


"Dasar gak tau tempat"umpat para pria yang ada di sana.


Sedangkan Alvi hanya cuek saja,bahkan dengan percaya diri nya,ia bertanya pada Bara.


"Bar,gimana pekerjaan Lo?"tanya Alvi santai.


"Lancar"jawab Bara singkat.


"Nay,Lo besok kerja gak?Soal nya gue besok ada perlu sama Lo,ada berkas penting di laci meja kerja Lo"ujar Amel.


"Gak,besok dia cuti,dan gak boleh ada yang ganggu."ujar Alvi tegas.


Membuat Amel menelan saliva nya kasar,dan juga merasa gugup.


"Al,Lo jangan gitu donk,kan kasian ayang gue"celetuk Rafa,dan membuat nya mendapatkan sebuah cubitan di paha nya.


"Ssh"ringis Rafa karna paha nya panas di cubit oleh Amel.


"Sembarangan"ujar Amel ketus.


Membuat Rafa di tertawai semua orang,bahkan ayah yang mendengar itu,memberikan ia tatapan tajam.


Glek


Rafa melihat itu menelan saliva nya susah,seketika itu juga keringat nya keluar dari kening.


"Hahaha"tawa semua orang pecah,namun tawa itu seketika terhenti saat ayah bicara.


"Ingat!Ini peringatan untuk kalian semua,jika kalian ingin mendekati putri ayah,kalian harus izin dulu"ujar ayah dengan nada tegas.


"Izin kemana?"tanya papa Adi cuek.


"Ya,ke orang tua nya lah"ujar ayah dengan serius.


"Ooh"papa Adi hanya ber oh saja.


Kemudian ayah pun berkata lagi dengan serius,namun berujung candaan.

__ADS_1


"Dan ya,jika orang tua mereka tak mengizinkan,maka datanglah pada ayah"ujar ayah.


"Ngapain?"tanya Bara penasaran.


"Lihat ayah tertawa,hahaha"ujar ayah seketika membuat mereka mendengus kesal.


Sedangkan nayla dan Adnan,hanya menggelengkan kepala nya.


"Kalian mau-mau aja dengerin ayah"ujar Adnan terkekeh.


"Diam kau bocah,kita kan gak tau,kalau dia cuma bercanda"ujar Toni kesal.


"Makan nya kak,lain kali jangan terlalu percaya"ujar Adnan lagi dengan cuek.


Sedangkan di tempat lain,Davin begitu marah,karna dua hari ini tak melihat Nayla.


"Sial!,seperti nya aku harus memikirkan rencana yang matang,karna bukan hanya keluarga Nayla saja,tapi sekarang aku harus menghadapi keluarga Pradipta"geram Davin membanting benda apa saja yang di dekat nya.


"Gue pastikan,Lo gak bakalan selamat dari cengkeraman gue, Nayla"ujar Davin dengan yakin.


Seperti nya ia masih terobsesi dengan Nayla,bukan dengan orang nya,tapi dengan tubuh nya.


Sampai akhir nya,ia mencari ponsel nya,dan menghubungi seseorang.


"Hallo"ujar nya saat panggilan tersebut terhubung.


"....."


"Besok kita ketemu di cafe xxx"ujar Davin tanpa basa-basi,dan segera mematikan telpon nya.


Sedangkan orang di sebrang sana,berdecak kesal,karna panggilan tersebut langsung saja di matikan.


"Brengsek."umpat nya.


Seseorang melihat nya terlihat kesal,hingga ia bertanya.


"Kenapa,Vit?"tanya suami nya.


"Ini loh,temen ku,dia nelpon tapi langsung di matiin aja"ujar Vita dengan sedikit manja.


"Memang kenapa?"tanya suami nya lagi.


"Besok ngajak ketemuan,di taman"jawab Vita berbohong.


"Ooh"Arief hanya ber oh saja.


"Bolehkah?"tanya Vita lembut.


"Pergilah"ujar Arief tersenyum.


"Yeay, makasih"ujar nya senang.


Tanpa Arief ketahui,jika istri nya berbohong,bahkan dengan gampang nya ia memberikan izin.


"Akhirnya,aku bisa bertemu lagi dengan nya,dan kita lihat,apa yang akan dia katakan."batin nya senang.


Maaf nya, kemarin-kemarin gak update,soal nya badan nya lagi sakit,jadi hari ini satu bab dulu.


Kalau udah mendingan,pasti bakal update lagi.


Makasih.

__ADS_1


__ADS_2