Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Kedatangan


__ADS_3

Mereka semua pun menyantap sarapan pagi nya,walau hampir dingin.


Nayla terlihat melayani suaminya,dan Alvi hanya tersenyum,bahkan kadang-kadang ia tersenyum genit pada istri nya.


Nayla yang menyadari itu merasakan sangat malu,karna semua orang melihat ke arah nya.


Apa lagi saat dengan sengaja,suami nya ini meraba paha nya dengan gerakan sensual.


Sedangkan yang meraba hanya cuek saja, bahkan seperti tak menganggap ada orang lain di sini.


"Ekhem"dehem tuan Baskoro membuat Nayla salah tingkah.


"Kalau kalian ingin mesra-mesraan,cepat pergi ke kamar kalian,bukan di tempat seperti ini"ujar tuan Baskoro semakin membuat Nayla sangat malu,bahkan wajah nya memerah sampai ke telinga.


Lalu bagaimana dengan suami nya?Ia hanya cuek saja,bahkan terkesan tak peduli.


Semua orang yang mendengar celetukan itu hanya saling pandang,dan pandangan mereka langsung berpusat pada pasangan pengantin baru itu.


"Sabar kenapa,bro,apa semalaman belum puas,sampai bangun aja kesiangan"celetuk Kenan dengan nada jail nya.


"Siang apa nya,yang ada masih pagi tau,bukti nya dia bisa masak untuk sarapan pagi ini"ujar Toni santai.


"Lah,emang iya?Gue kira ini udah waktu nya makan siang?""tanya Kenan polos.


Namun tak di sangka,ada yang mencubit paha nya,membuat ia meringis sakit.


"Awwh,kenapa mencubit ku?"tanya Kenan polos,dan ia mendapatkan tatapan galak di samping nya.


"Hehehe,piss"ujar Kenan nyengir dan mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengah nya.


"Diam"galak Renata,membuat Kenan langsung diam dengan gerakan mengunci bibir nya.


Ya,yang mencubit Kenan adalah Renata,karna ia sudah sangat lapar,jadi ia sedikit sensitif jika lapar.


Hahaha


"Baru kali ini,ada cewe yang berani nyentuh dia,apa lagi sampe nyubit,wahh,hebat,kau gadis pertama yang melakukan itu,dan selamat kau berhasil"celetuk Toni bersorak.


Bahkan di timpali oleh para pria muda di sana.


"Ini kejadian langka,ada cewe yang berani,biasa nya baru aja ada yang deketin,udah di kasih pelototan tajam aja"ujar Rafa menimpali,bahkan Bara menganggukan kepala nya.


Tiba-tiba saja celetukan papa Adi membuat semua orang menatap ke arah kenan, dengan tatapan menyelidik dan penasaran.


"Hey bocah,kau menyukai nya kan?"tanya papa Adi menatap ke arah Kenan.

__ADS_1


"Me,,,menyukai siapa?"tanya Kenan gugup.


"Kau mau om adukan kepada mama mu hah?,kalau begitu dengan senang hati,om akan menelpon nya sekarang,dan om pastikan,ia akan langsung datang ke rumah orang tua gadis itu"ancam papa Adi serius.


"Jangan om,nanti pasti akan terjadi kehebohan karna nya"ujar Kenan cepat dan menggeleng panik.


"Jadi cepat katakan,kau menyukai nya kan?"tanya papa Adi penasaran.


"Gak tau om,yang jelas untuk saat ini jika melihat nya,aku ingin selalu melindungi dan menjaga nya."ujar Kenan serius.


Sedangkan yang lain yang mendengar itu hanya mengereyit bingung,karna mereka tidak tau siapa gadis itu.


Sedangkan gadis di sebelah nya,menghela nafas kasar,dalam hati ia merasa sedih..


"Baguslah,jika kamu sudah mencintai dan menyayangi nya,segera lamar dia,karna di keluarga kita tak ada yang nama nya pacaran"ujar papa Adi tegas.


"Tentu om"ujar Kenan yakin.


Selanjutnya mereka pun menikmati makan pagi nya dengan tenang.


Setelah selesai mereka semua berpamitan pergi ke tempat masing-masing.


Hanya Nayla dan Alvi saja yang berdiam di sana.


Sampai kepala pelayan datang, membawa nampan berisi obat dan air minum putih.


Nayla melihat itu merasa curiga,dan dengan sengaja ia menyenggol lengan pelayan itu.


"Maaf pak Min,aku tak sengaja"ujar Nayla dengan nada yang di buat sedih.


"Tidak apa-apa nona,biar saya yang membereskan nya."ujar pak Min mencoba tersenyum.


"Tak masalah,biar aku bantu"ujar Nayla dengan segera berjongkok,dan tanpa pak Min sadari,ia mengambil beberapa butir obat itu.


Setelah selesai pak min pergi dari sana,dengan batin menggerutu.


"Sial,dasar bocah si*lan"batin nya menggerutu kesal.


Ia pun merogoh saku baju nya dan mengeluarkan ponsel nya,ia menelpon seseorang dengan sembunyi-sembunyi.


Tanpa ia ketahui,Nayla melihat itu dan mendengarkan,karna tak ingin ketauan ia segera pergi dari sana.


Ia pun segera bergabung dengan kakek dan suami nya,ia mendekat ke arah suami nya dan berbisik.


"Bantu aku,karna ia akan datang,dan aku gak mu kamu jauh dari sisi ku"ujar Nayla berbisik.

__ADS_1


Alvi yang tak mengerti pun hanya menatap Nayla bingung.


"Nanti kakak tau"ujar Nayla mencoba bersikap biasa saja.


Tak lama seseorang datang ke rumah itu,bahkan ia dengan santai nya datang ke sana,seperti sudah biasa keluar masuk rumah ini.


Ia berjalan ke arah dapur untuk menemui paman nya.


Sampai nya di dapur ia segera pergi dari sana menuju ke taman belakang.


Tanpa ia ketahui bahaya sedang mengincarnya.


Sampai nya di sana,ia melihat dua orang sepasang yang masih muda,ia tak dapat melihat wajah nya,karna mereka memunggungi nya.


Ia mencoba mendekat,dan seketika langkah nya terhenti, melihat siapa yang di sana.


"Alvian"gumam nya pelan,bahkan kaki nya terasa berat untuk melangkah.


Bukan hanya pria itu,Alvi pun merasa terkejut melihat itu,bahkan tanpa sadar tangan nya mengepal.


"Mau apa kau ke sini,brengsek?"tanya Alvi menahan amarah nya.


"Gue.."belum selesai berbicara,pukulan sudah mendarat di wajah nya.


Karna tak memiliki persiapan,pria itu pun terjengkang ke belakang.


Alvi yang sudah di kuasai amarah langsung saja melampiaskan kemarahan nya,dengan memukul pria tersebut.


"Brengsek,Lo manusia paling bajingan di dunia ini,dan sekarang Lo harus terima akibat nya,karna berani muncul di depan gue"ujar Alvi sambil memukuli nya membabi buta.


Nayla dan tuan Baskoro melihat itu tak bisa diam saja,segera memisahkan mereka.


Tanpa sadar tuan Baskoro membongkar rahasia nya sendiri,namun tak ada yang menyadari nya,karna mereka sibuk memisahkan Alvi yang sedang kalap.


"Kak,udah hentikan,kakak bisa membunuh nya,dan aku gak mau punya suami pembunuh"ujar Nayla,seketika membuat Alvi berhenti dan melihat ke arah Nayla.


"Kak"


"Sayang,maafkan aku,aku terlalu emosi"ujar Alvi dengan nafas tersengal-senggal.


Sedangkan pria yang di pukuli Alvi sudah terkapar tak berdaya di bawah sana.


"De,,Van"panggil Nayla dengan tubuh gemetar.


Alvi yang merasakan istri nya ketakutan,segera memanggil penjaga,dan membawa Nayla ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2