Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Terungkap


__ADS_3

Di lain tempat


Di kediaman Arief,terjadi pertengkaran hebat,bahkan semua pelayan yang mendengar pertengkaran itu tak berani keluar.


Flashback on


Arief yang berada di kantor nya tak bisa fokus dengan kerjaan nya,ia terus kepikiran tentang istri nya.


Hingga sore hari,ia pulang lebih awal,ia berharap istri nya sudah pulang, namun,yang di dapat,istri nya belum pulang sama sekali,menanyakan kepada pelayan pun,semua nya menggeleng tidak tau,karna Vita pergi tanpa berpamitan.


Ia pun pergi ke kamar nya,berniat untuk menghubungi istri nya,namun,ia mendengar suara ponsel istri nya berada di atas ranjang


Karna penasaran,ia pun membawa ponsel itu,dan mencoba membuka nya,dan berhasil.


Entah ceroboh atau bagaimana,yang jelas ponsel nya tidak di kunci.


Dan itu menjadi keuntungan untuk Arief,suami nya.


Ia pun membuka riwayat panggilan serta chat yang masuk di dalam ponsel itu.


Ia menemukan sebuah nama yang cukup mesra,tersungging senyum di bibir nya,namun karna masih penasaran,ia pun mencoba menelpon ke nomor istri nya.


Deg


Ternyata nomor yang di namai my love ternyata bukan nomor nya,seketika saja ia mengepalkan tangan nya.


Ia segera mengecek semua panggilan dan chat.


Dan di situ ia mendapatkan sesuatu,yang seketika membuat hati nya seperti di timpa batu besar.


Dan yang lebih menyakitkan lagi,ternyata anak yang pernah di kandung istri nya ternyata anak orang lain,terlebih istri nya sudah menjalin hubungan dengan pria ini semenjak masih mereka sekolah SMA.


"Br*ngs*k"umpat nya menahan marah.


Ia tak menyangka,istri yang ia nikahi hampir setahun itu telah mengkhianati nya.


Entah bagaimana ia menghadapi nya nanti,dan bagaimana tanggapan orang tua nya tentang ini.

__ADS_1


Lama termenung,ia pun mencoba untuk mendinginkan otak nya,dan ia pun masuk ke kamar mandi,dan mengisi bak mandi.


Satu jam kemudian,ia sudah selesai berendam,namun sang istri belum terdengar pulang.


Ia pun masuk ke dalam ruang ganti,dan memakai baju,setelah nya,ia keluar dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar.


Sampai tak terasa sudah satu jam berlalu,tapi istri nya belum juga kembali.


Dengan menahan amarah nya,ia pun berniat keluar dari kamar nya,namun saat akan mencapai handle pintu,pintu sudah terbuka lebih dulu,dan terlihat istri nya pulang dengan wajah berseri.


"M,,mas"ujar Vita gugup.


"Darimana kamu?"tanya Arief dingin.


"Abis,jalan-jalan sama temen-temen"ujar nya tak berani menatap ke arah suami nya.


"Jelaskan ini!"pinta Arief tegas,dengan sorot mata tajam,dan melempar ponsel ke arah Vita,dengan segera Vita menangkap nya.


"A,,apa?"tanya Vita gelagapan,karna baru kali ini suami nya terlihat marah.


"A,,ku tak mengerti"ujar Vita berusaha mengelak.


Amarah nya semakin meledak,karna istri nya terus saja pura-pura tak mengerti,dengan sekali hentakan meja kaca yang di depan nya pecah tak beraturan.


"Baiklah,kalau kau masih saja mengelak,dan mulai sekarang pergi dari rumah ku,jangan pernah kembali lagi ke sini,dan ingat,dalam beberapa hari akan ada surat gugatan cerai dari pengadilan"ujar Arief membuat Vita membelalakkan mata nya,ia tak percaya suami nya berbicara seperti itu.


"Mas,aku mohon jangan ceraikan aku,a,,ku,,aku akan berubah dan memutuskan hubungan ku dengan nya,asal kau jangan menceraikan aku"mohon Vita memegang tangan Arief erat.


Namun,Arief tak menerima begitu saja,bahkan dengan kasar ia menghempaskan tangan Vita,bahkan sampai Vita terjatuh di lantai.


"Kau pikir,dengan semua yang terjadi,aku akan berbaik hati memaafkan mu,bahkan kau dengan tega nya membohongi aku mengatakan jika anak yang dulu kau kandung adalah anak ku,padahal jelas sekali kalau itu bukan darah daging ku,tapi kau melempar kesalahan itu pada ku,apa kau begitu murah nya melakukan perbuatan seperti itu?"ujar Arief dengan amarah yang menggebu.


Mendengar itu Vita tertegun,karna untuk pertama kali nya,ia mendengar sang suami berkata begitu pedas.


"Bahkan,aku menolak pernikahan,yang sudah orang tua ku siapkan,hanya untuk mempertahankan mu yang hanya seorang j*l*Ng"ujar Arief pedas bahkan Vita mendengar itu tak berkata apa-apa,ia merasa sesak di dada nya mendengar perkataan yang menyakitkan itu.


"Dan ternyata benar,semua yang orang katakan,kalau kamu itu wanita licik,bahkan semenjak remaja pun kau sudah menjadi wanita yang tak tau malu,penuh ambisi dan obsesi"ujar Arief penuh penekanan.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu,ia pergi dari sana,dengan amarah yang masih membuncah.


Mendengar suara pintu di tutup dengan kasar,Vita tersadar dengan segera ia menyusul suami nya.


Ia berlari menyusul suami nya yang sudah berada di atas tangga.


Tak ingin kehilangan kesempatan,Vita semakin berlari kencang,sampai akhir nya ia bisa menyusul suami nya di lantai bawah.


"Mas aku mohon,jangan tinggalkan aku,jangan ceraikan aku,aku berjanji aku akan berubah,tapi ku mohon.."belum selesai melanjutkan ucapan nya,Arief sudah lebih dulu mendorong nya.


"Aku tak sudi menerima mu kembali,bahkan dengan tak tau malu nya,kau pulang dengan badan penuh keringat yang bercampur dengan keringat pria lain"ujar Arief marah,sambil memandang leher Vita yang penuh dengan tanda merah dengan jijik,setelah itu lalu melenggang pergi dari sana.


Vita yang menyadari tatapan suami nya,hanya menggerutu dalam hati.


"Sial dia memberikan nya di sini"batin nya.


"Mas"teriak Vita memanggil suami nya yang sudah pergi dari sana.


"Mas,aku mohon kembali"teriak Vita frustasi dengan menangis.


Vita berteriak dan meraung,bukan karna menyesal,hanya saja ia akan kehilangan sumber uang nya.Karna selama ini,ia bisa mempunyai barang-barang mewah tak lain dari uang suami nya.


Dan selama ini,ia sudah bebas melakukan apa pun sesuka hati nya.


Flashback off


Para pelayan yang melihat hanya bisa melihat tanpa ada yang mau menghampiri nya.


Karna,bagi mereka ini adalah tontonan menarik,nyonya yang selalu mereka bicarakan,karna sifat nya yang sombong dan arogan,bahkan tak segan-segan memberi hukuman berat bagi siapa saja yang melakukan kesalahan sekecil apa pun.


Sedangkan Arief melajukan mobil nya ke kediaman orang tua nya,ia berniat untuk menenangkan diri di sana.


Karna orang tua nya bel pulang dari luar negri,jadi ia merasa tenang untuk sementara.


Tak lupa ia juga menelpon pengacara keluarga nya,untuk mengurus semua syarat perceraian nya.


Setelah itu ia pergi ke kamar nya,dan akan menenangkan diri di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2