
Tak terasa hari cepat berlalu,dan hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh semua orang termasuk oleh kedua mempelai pria dan wanita.
Terlihat Alvi sudah duduk di hadapan ayah,terlihat ia sangat gugup bahkan keringat nya terlihat mengenai pelipis nya.
Membuat yang melihat itu tersenyum melihat nya.
Kalau tau akan segugup ini,lebih baik ia menghadapi para klien luar negri,dari pada harus berhadapan dengan calon mertua nya ini.
Toni yang jiwa jahil nya muncul,seketika mempunyai ide untuk mengerjai sahabat nya ini.
"Kau tau,lihat lah Om Darma,ia seperti melihat mangsa di depan nya,bahkan tatapan nya seolah mengatakan, jangan sampai salah,kalau salah habis kau ,hihihi"ucap Toni semakin membuat Alvi gugup,bahkan kini keringat nya semakin deras.
Glek
Ia pun tak mampu melihat ke arah depan,ia hanya bisa menunduk.
Ayah yang melihat itu sebenarnya ingin sekali tertawa melihat wajah calon menantunya.
Entah kenapa ia seperti melihat Adi muda di depan nya,hampir saja tawa nya meledak,namun segera ia tahan dengan berdehem.
Bukan nya tenang mendengar deheman calon ayah mertua nya,tapi malah membuat ia merasa sedang menghadapi sesuatu yang menegangkan.
"Kau"tunjuk ayah pada Alvi.
"I,,iya Yah"jawab Alvi masih menundukkan kepala nya.
"Kau itu kalau orang tua bicara lihat ke arah nya,bukan malah melihat ke bawah,apa kau lihat saya ada di bawah,hah?"tanya ayah datar,seketika itu juga Alvi mengangkat wajah nya.
Terlihat wajah nya sudah pucat dengan keringat mengucur di kening nya.
"Hahaha"karna tak kuat menahan nya,akhirnya tawa ayah pecah,membuat semua orang menatap heran.
Sedangkan pak penghulu yang sudah duduk di sana sedari tadi hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
Berbeda dengan Alvi ia merasa kesal karna ia ternyata sudah di kerjai oleh mereka berdua.
Bahkan papa Adi yang sedari tadi melihat itu hanya menepuk kening nya pelan.
"Awas saja"gumam Alvi menatap ke arah Toni tajam.
"Baiklah,karna pengantin wanita nya sudah tiba,kita bisa memulai nya sekarang"ucap pak penghulu menginterupsi.
Alvi melihat ke arah samping tempat Nayla di duduk kan ia terpesona,kenapa tidak,ia melihat calon istri nya terlihat cantik dengan kebaya dan make up natural nya.
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
Pandangan mereka bertemu,hingga beberapa saat mereka saling memandang,sampai suara deheman menghentikan itu.
"Ekhm,bisakah nanti saja pandang-pandangan nya"tegur pak penghulu.
Seperti ketahuan mencuri mereka merasa malu,dan segera memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Baiklah,sodara Alvian,apakah anda sudah siap?"tanya pak penghulu.
"Siap"jawab Alvi tegas.
"Baiklah kita mulai saja ijab nya"ujar pak penghulu.
Dan seketika suasana di dalam sana hening,hanya terdengar suara ayah dan Alvi yang mengucap kan janji suci pernikahan.
"SAH"teriak semua orang serentak.
"Alhamdulillah"ucap para orang tua di sana,mereka merasa lega,karna acara ini berjalan dengan lancar.
Acara pun di tutup dengan do'a,dan setelah nya mereka pun makan-makan,karna memang rencana nya hanya ijab dulu.
Dan acara resepsi nya,akan di laksanakan satu bulan lagi,sesuai dengan kesepakan awal.
Tak banyak orang yang di undang,hanya orang-orang terdekat saja.
"Selamat bro,sekarang Lo udah jadi seorang suami,do'a kan gue biar cepet nyusul"ucap Toni membuat semua orang melihat ke arah nya.
"Selamat Nay,gue seneng liat nya,gue berharap Lo bahagia,dan segera berikan kita ponakan yang lucu"ucap Renata semangat.
Para laki yang mendengar itu segera berteriak kompak.
"SETUJU"teriak nya kompak.
Sampai-sampai orang tua menutup telinga mereka,bahkan ayah tanpa segan melempar mereka semua dengan tisu bekas.
"Berisik"ucap ayah datar.
Glek
Para lelaki yang melihat itu menelan Saliva nya susah,berbeda dengan para gadis mereka malah memeluk ayah berbarengan.
"Ayah"panggil mereka tak kalah keras
"sst,mereka ini"gumam ayah memijit kening nya.
"Ayah,aku merindukan mu"ucap Renata yang sudah lebih dulu berbicara.
__ADS_1
"Ayah tidak"ucap ayah cuek.
"Aah,ayah gak seru,padahal aku tuh kangen banget sama ayah,rasa nya udah lama banget aku gak ketemu ayah"ucap Renata dengan nada sedih,bahkan mata nya berkaca-kaca.
Melihat itu ayah tak tega,apa lagi setelah melihat wajah para anak gadis yang terlihat sedih,bahkan mereka semua menunduk.
"Aish,baiklah ayah juga merindukan kalian"ucap ayah luluh.
Seketika mereka semua bersorak senang,dan saling tos.
"Hore"ucap mereka.
"Ooh,jadi kalian mengerjai ayah,hah?"tanya ayah dengan wajah garang nya.
"Ya ampun Ayah,jangan marah donk,kita kan udah jarang sekali mengerjai ayah,jadi sekali-kali boleh lah"ucap Tia menggelayut manja pada ayah.
"Kalian ini,memang putri-putri ayah"ucap ayah memeluk mereka semua.
"Apa kamu tidak cemburu, Sayang?"bisik Alvi di telinga Nayla.
Bisikan itu membuat Nayla meremang,namun ia segera menyadarkan diri nya.
"Gak,karna kami semua sudah seperti saudara,bahkan saat kami sekolah,siapa yang membuat masalah,maka ayah yang akan datang ke sekolah untuk mewakili orang tua mereka"jawab Nayla dengan tatapan mengarah kepada ayah dan sahabat nya.
"Memang orang tua mereka kemana?"tanya Alvi penasaran.
"Kamu tau,aku termasuk anak yang beruntung,karna orang tua ku lengkap dan begitu banyak kasih sayang yang aku dapatkan,sedangkan mereka,ada yang tak punya ayah,tapi ada juga yang lengkap,tapi orang tua mereka tak seperti orang tua ku"jelas Nayla,dan Alvi pun mengerti.
"Aku juga beruntung"ucap Alvi,membuat Nayla melihat ke arah nya.
"Aku beruntung karna bisa memiliki orang tua seperti ayah dan bunda,dan ke dua aku bisa memiliki mu"ucap Alvi membuat Nayla merona,dan langsung membuang muka nya ke samping.
Sedangkan mama Riska dan papa Adi yang melihat itu,merasa terharu sekaligus beruntung.
Mereka tak menyangka,ternyata meski wajah ayah terlihat galak,tapi ternyata memiliki kasih sayang yang besar,mereka tak salah mempunyai teman sekaligus besan seperti ayah.
"Aku beruntung mempunyai besan seperti dia,dan aku yakin dia juga akan sama menyayangi putra kita dengan sangat besar."ucap papa Adi terharu,tak terasa air mata nya keluar dari sudut mata nya.
"Iya"jawab mama Riska yang sudah menangis di pundak suami nya.
"Aku yakin,kalau om Baskoro melihat ini pasti ia akan menyesal,karna ia telah mengusir putra yang penuh kasih sayang seperti Darma."ucap papa Adi sendu.
"Dan aku juga yakin,om Baskoro akan semakin menyesal setelah melihat jika ia memiliki seorang cucu perempuan yang sangat cantik,persis seperti mendiang Tante Melisa"timpal mama Riska.
"Hmm,aku yakin itu"ucap papa Adi yakin.
Karna ia sudah tau bagaimana sekarang keadaan keluarga nya,om Baskoro sedang sakit dan para pelayan tak ada yang mengurus nya,karna ternyata kepala pelayan lah yang memerintahkan itu semua.
__ADS_1
Ternyata kepala pelayan di kediaman om Baskoro,telah di gantikan karna sebuah fitnah yang di buat pelayan tersebut,bahkan kepergian putra pun,itu sudah di rencana kan terlebih dahulu.