Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Draft


__ADS_3

Pak Min yang sudah ketakutan melihat macan itu menatap tajam ke arah nya.


Bahkan semua orang yang berada di sana,tak ada yang berniat membantu nya.Tak ingin mati sia-sia,ia pun menguatkan pisau dari dalam baju nya,dan mencoba mengancam mereka dengan meletakkan pisau di leher tuan Baskoro.


Tuan Baskoro yang terkejut pun,tak sengaja membuat nya sedikit tergores.


Bahkan dengan tega nya,pak Min sengaja menekan pisau itu,dan membuat luka nya semakin lebar.


Nayla melihat itu hanya santai,tak berbeda dengan Alvi,mereka malah sibuk dengan omongan nya.


Sedangkan bunda sudah berteriak,bahkan sudah menangis,karna takut.Takut sesuatu terjadi pada ayah mertua nya.


Namun ayah,hanya berjalan santai ke arah tuan Baskoro.


"Kerja bagus,kalau begitu sekalian saja pak Min, gor*ok dia sampai lehernya putus."ujar ayah dengan tertawa.


Mendengar itu,tuan Baskoro dan bunda terkejut,bahkan bunda sampai berteriak pada ayah.


"Mas,kamu apa-apaan hah?Mas pikir ini itu drama action apa?Kenapa mas bisa begitu santai?Mas gak liat ayah udah kesakitan gitu,tapi dengan tega nya mas,nyuruh dia buat gor*k ayah"teriak bunda marah


"Kamu itu apa an sih,berisik banget?Ya udah sih,biarin aja dia mat*,kalau mat*kan kita bisa dapet warisan nya, hahaha"tawa ayah tertawa jahat.


"Bunda gak habis pikir sama jalan pikiran mas,bunda mohon, selamat kan ayah,kalau memang mas gak mau ngerawat ayah,biar ayah sama aku"Isak bunda menangis bahkan ia sampai berlutut di bawah.


Mendengar itu,tuan Baskoro merasa terharu,ternyata menantu nya begitu baik,bahkan dengan suka rela merawat nya,yang hanya sebagai mertua.


"Nak"panggil ayah pelan.


Mendengar tuan Baskoro memanggil nya,bunda melihat ke arah tuan Baskoro dengan air mata mengalir.


"Ayah gak usah khawatir,aku bakal nyelamatin ayah"ujar bunda yakin.


Dengan segera ia berlari mencari apa saja yang akan ia gunakan untuk melawan pak Min.


Melihat itu,pak Min tak menyangka ternyata anak kandung majikan nya ini,begitu tega menyuruh ia membunuh ayah nya sendiri,sedangkan menantu nya,begitu baik,bahkan sampai berlutut,agar mertua nya tak di bunuh.


"Saya tak menyangka, ternyata tuan sangat menginginkan kematian nya,saya kita tuan akan menyelamatkan nya,dari pisau ini,ternyata..Ck,,ck,sungguh mengejutkan"ujar pak Min tersenyum sinis.


Mendengar itu,ayah hanya tertawa jahat,dengan menatap pak Min tajam.


"Tentu saja,siapa yang tak tergoda,dengan harta yang begitu banyak,dengan perushaan dimana-mana,hotel dan juga lain nya.Kenapa aku harus ragu,hanya untuk melenyapkan pria tua yang sudah mau mat* itu"ujar ayah sinis.


Deg


Mendengar itu,tuan Baskoro tak menyangka,bahkan tanpa sadar air mata nya menetes.

__ADS_1


Sedangkan Nayla dan Alvi hanya diam saja,melihat itu,bahkan mereka terkesan cuek tak peduli.


"Bukan begitu,menantu?"tanya ayah pada Alvi.


"Tentu saja,kenapa tidak.Iya kan sayang?"tanya Alvi pada Nayla dengan lembut.


"Tentu"jawab Nayla tersenyum.


Semakin sakit hati lah tuan Baskoro mendengar itu,ternyata putra,cucu dan cucu menantu nya menginginkan kematian nya.


Bunda yang baru saja tiba,terlihat membawa sesuatu di tangan nya.Sebuah pistol di tangan nya.Entah dari mana bunda mendapatkan itu.


Tanpa ragu-ragu,bunda langsung menembakkan pistol itu.Dan tepat mengenai lengan pak Min.


"Aakh"teriak pak Min,dan langsung melepaskan pisau yang di pegang nya,dengan cepat bunda membantu tuan Baskoro berdiri dari duduk nya,dan membawa nya pergi dari sana.


Sebelum pergi,bunda berbalik dan menatap mereka tajam.


Lalu dengan segera pergi dari sana,membawa tuan Baskoro.


"Ayo ayah,kita pergi dari sini,biarkan mereka di sini"ajak bunda dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Baskoro melihat itu,merasa senang,namun juga sedih.


Anak kandung yang ia banggakan ternyata menginginkan kematian nya,sedangkan menantu nya ini,malah berusaha melindungi nya.


Prok


Prok


Prok


"Wuih,ternyata kehebatan bunda gak pernah berubah,masih tetap sama seperti muda dulu"celetuk Nayla membuat bunda dan tuan Baskoro menghentikan langkah nya.


"Apa maksud mu?"tanya bunda kesal.


"Ya ampun Bun,jangan kesal terus deh,nanti malah semakin cepet tua"goda Nayla terkekeh.


"Lepasin,bunda akan pergi dari sini,bunda gak mau tinggal sama kalian yang gila harta"ujar bunda marah,dan berbalik menggenggam tangan tuan Baskoro untuk membawa nya keluar.


"Bun,tunggu dulu"ujar ayah menghampiri bunda.


"Ada apa tuan Darma yang terhormat?"tanya bunda sinis.


Deg

__ADS_1


"Bun,kok ngomong nya gitu?.Sini dulu,nanti mas jelasin"ujar membawa bunda duduk di kursi yang ada di sana.


"Dengerin kita dulu,baru bunda mengambil keputusan."tegas ayah menatap bunda dengan lebih kelembutan.


"Ya udah,lepasin gak usah pegang-pegang"ketus bunda.


Mendengar ucapan bunda,ayah hanya tersenyum,bahkan Alvi pun hanya melihat saja,namun dalam hati berharap,ia bisa begitu sampai tua dengan istri nya.


Tuan Baskoro hanya melihat itu,hingga akhirnya ia berniat pergi dari sana.Namun langkah nya terhenti karna Nayla mencegah nya.


"Kakek,mau kemana?Sini duduk sama Nay"ajak Nayla dengan tersenyum,sedangkan tuan Baskoro menatap nya sedih.


Tapi,ia tetap mengikuti ajakan Nayla,meski dalam hati kecewa dengan anak dan cucu nya.


Bunda melihat tatapan tuan Baskoro,segera berdiri dan duduk di samping beliau.


Ia tak ingin ayah mertua nya ini merasa sendiri.Jadi,ia akan terus di samping mertua nya itu.


"Ayah jangan khawatir,aku di sini"bisik bunda tersenyum.Tuan Baskoro hanya mengangguk saja.


"Jadi apa yang kalian ingin jelaskan?"tanya bunda datar,bahkan tak ada kesan ramah dalam bicara nya.


"Bun,maaf jika ayah melakukan itu,sebenarnya itu hanya untuk membuat ia lengah."ucap Nayla menjelaskan,namun bunda tak merespon apa pun,bahkan terkesan dingin menanggapi nya.


Ayah,Nayla dan Alvi saling pandang,mereka yakin kalau wanita paru baya itu tengah marah.


"Bun,kami melakukan itu,karna kami sengaja,kami mencoba mengulur waktu,sampai menunggu para bawahan menantu kita datang"timpal ayah menatap bunda dan tuan Baskoro.


Bunda masih diam,bahkan tatapan nya tak beralih sedikit pun.


"Kami tau bunda marah,tapi kami tak bermaksud untuk merencanakan itu,sebenar nya,ini itu ide nya ayah"ujar Alvi menyalahkan ayah mertua nya.


Mendengar ucapan Alvi membuat ayah melotot ke arah Alvi,bahkan bibir nya sudah komat Kamit gak jelas.


"Bener Bun,ini semua rencana ayah,bahkan tadi nya,ayah memang berniat melakukan itu"ujar Nayla dengan serius.


Mendengar itu,ayah merasa marah,bahkan dengan berani ia akan memukul menantu nya itu,karna ia tak mungkin menyakiti putri nya.


Namun belum sampai memukul Alvi,suara tembakan terdengar,bahkan hampir saja mengenai pelipis ayah.


Dorrr


"Jangan coba-coba menyakiti menantu ku,kalau kau berani,maka detik itu juga peluru ini akan bersarang di kepala mu"ujar bunda tegas,bahkan tatapan nya terlihat menakutkan.


Tanpa di ketahui oleh ayah,ternyata mereka menahan tawa nya.Dan sekarang mereka berbalik menyerang ayah.Tuan Baskoro yang sedari tadi diam pun menundukkan wajah nya,karna berusaha menahan tawa nya.

__ADS_1


Ya,ini semua sandiwara,karna bunda sudah tau niat mereka,tapi,karna ada kejutan untuk suami nya,ia pun melanjutkan itu.


Sedangkan pak Min,sudah di bawa oleh anak buah Alvi,beserta pria yang di hajar oleh Nayla.


__ADS_2