Jangan Hina IBUku

Jangan Hina IBUku
Bab 16


__ADS_3

"Pantas saja, kamu jadi pelakor. Secara kamu berteman dengan nya." ucap amanda memonyongkan bibirnya ke arah jihan saat jihan mendekat.


"Kak manda, ini ada apa? Kenapa tiba-tiba kakak datang dan marah-marah." tanya kinanti dengan wajah yang masih menampakan kebingungan.


Jihan yang sudah paham dengan maksud yang amanda katakan, hanya diam saja. Bahkan dia dengan cueknya duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya. Jihan belum berniat untuk membalas ucapan amanda, dia hanya akan melihat dan menikmati kekesalan amanda yang ternyata sedang cemburu.


"Kak jihan, ini ada apa?" tanya kinanti kepada jihan. Yang hanya dijawab dengan mengendikan bahunya.


"Alah, jangan pura-pura tidak tau. Bukankah kamu yang meminta ibumu melamar najib untukmu. Dasar gak tau malu, kamu kan tau kalau aku menyukai najib!" ucap amanda dengan emosi yang memuncak.


Kinanti yang baru paham hanya bisa terdiam, mulutnya seakan terkunci. Padahal ada banyak kata yang ingin dia ucapkan.


"Diam, itu artinya benar! Jadi dugaanku benar. Kalau kamu yang meminta tante riana melamar najib. Dasar munafik! Padahal bilangnya gak suka, masih kecil, masih mau sekolah. Nyatanya kamu saja dengan dia." sambung amanda menunjuk jihan.


Lagi-lagi jihan hanya diam saja, duduk manis tanpa ekspresi. Bahkan saat kinanti menatapnya pun, jihan hanya diam saja menyenderkan badannya di sofa, entah apa yang sedang direncanakan jihan.


"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, kak. Kak manda salah paham." elak kinanti.


"Aku..."


"Kamu benar manda, kalau kinanti memang meminta tante riana melamar najib, tapi setelah najib yang terlebih dahulu melamar kinanti, jadi disini memang sudah jelas kalau najib lebih memilih kinan, harusnya kamu bisa move on, amanda." ucap jihan memotong kalimat yang akan keluar dari mulut kinanti.


"Apa!" bahkan sekarang kinanti dan amanda yang terkejut berjama'ah, mendengar ucapan jihan dengan muka datarnya.


"Maksud kamu apa?" tanya amanda yang emosinya sudah mulai sedikit mereda.


"Aku." jawab jihan menunjuk dirinya sendiri.


"Ya iyalah kamu, lalu siapa lagi? Menyebalkan!" amanda semakin kesal. Mau marah lagipun percuma, kalau kenyataan nya najib yang melamar duluan. Itu berarti apa yang jihan katakan benar dia harus move on.


"Kamu tanya saja sama najib. Aku gak ada urusan menjelaskan lebih." jawab jihan cuek, saat melihat wajah cantik amanda yang sudah penasaran ingin mendengar kelanjutan ucapan jihan. tapi kenyataan nya lagi dan lagi amanda harus kecewa, karena jihan tidak berniat melanjutkan ucapannya. Bukan nya tidak niat mungkin karena jihan tidak mau menambah panjang kebohongan nya gaes, secarakan si jihan sedang berbohong...


Disisi lain kinanti sudah memasang wajah kesal kepada jihan, yang menjadikan namanya sebagai kebohongan jihan.

__ADS_1


Duh, kalau begini bisa repot urusan nya, jihan jihan suka banget yah bikin esmosi...


Brak


Amanda keluar dari rumah neneknya dengan membanting pintu, dia sudah tidak sabar ingin menanyakan kebenaran semua ucapan jihan.


"Asfagfirallah." gumam kinanti yang jantungnya hampir saja lepas karena terkejut, mendengar dentuman pintu yang dibanting amanda.


karena amanda sudah pergi, jihan segera akan naik ke kamarnya. gara-gara amanda dia harus merelakan waktunya terbuang percuma. Harusnya dia sudah mengetik satu atau dua bab untuk segera di upload, tapi karena rasa takutnya kalau-kalau amanda berbuat nekat kepada kinanti, terpaksa dia menunggu amanda pulang. Untung saja amanda pulang cepat kalau tidak jihan akan semakin pusing.


Tap


"Eh! Kak jihan, mau kemana? Ayo turun, aku mau penjelasan kenapa kak jihan mengatakan seprti tadi." ucap kinanti, meraih tangan jihan, dimana jihan sudah menaiki dua anak tangga.


"Astaga!" jihan menepuk keningnya. Entah apa yang akan jihan katakan kepada kinanti, dia sendiri bingung. Hingga jihan hanya bisa menuruti kinanti dan kembali turun mengikuti langkah kinanti.


"Sekarang, kak jihan jelaskan semuanya." pinta kinanti setelah mereka berdua duduk berhadapan.


"Apa yang harus dijelaskan?" tanya jihan datar.


"Bukankah itu bagus, jadi kalian bisa saling melengkapi."


"Maksud kakak apa?"


"Gak ada maksud apa-apa. Aku heran sama kamu, sekolah udah mau lulus, tapi yang keluar dari mulutmu hanya bertanya, maksud kakak apa, heran!"


"Eh! Kenapa jadi aku yang seperti tersangkanya."


"Aku ngantuk! Kita bahas nanti. Dan ingat..." jihan menjeda kalimat yang akan dia ucapkan, hingga mata kinanti membulat karena penasaran dengan kelanjutannya.


"Apa?"


" Jangan berisik! Aku gak mau kamu berisik dan menggangguku." ucap jihan dan dia segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, selain dia juga memang mengantuk, jihanpun menghindari kinanti dan segala pertanyaan yang akan dia ajukan.

__ADS_1


Setelah sampai dilantai dua, jihan segera mengambil ponsel dan laptopnya. Ya, jihan mempunyai laptop dan juga bisa mengoprasikannya, walaupun dia hanya lulusan SMP. Hanya saja tidak seorangpun yang tau tentang bakat jihan yang sudah menghasilkan pundi-pundi, hingga dia bisa membeli sebuah laptop untuk menulis dan mengetikan semua ide-ide yang berasal dari otaknya.


Dua bab sudah dia upload di salah satu aplikasi, rasa lelah membuatnya beberapa kali menguap. Segera jihan merapihkan laptopnya dan memasukannya kembali kedalam lemari bajunya. Dia tidak mau siapapun tau, termasuk ibunya. Karena dia ingin menunjukan pada dirinya sendiri dulu kalau dia mampu, barulah orang pertama yanga akan jihan beritahu adalah ibunya. Sementara ini jihan hanya akan berusaha menjadi yang terbaik dahulu, agar tidak mengecewakan ibunya.


Jihan membaringakan tubuhnya dikasur yang sangat empuk, meregangkan semua otot ditubuhnya. Hingga tidak terasa matanya terpejam menikmati empuknya kasur dirumah neneknya.


Tok tok tok


"Kak jihan, buka! Apakah kamu sedang bertelur didalam?" teriak kinanti dengan terua mengetuk pintu kamar jihan.


Jihan yang baru saja menikmati empuknya kasur, merasa kesal dengan suara teriakan kinanti.


"Astaga! Orang dirumah ini, benar-benar hobi teriak. Tanpa terkecuali." gumam jihan, yang segera bangun dan menuju pintu. Dia tidak mau telinganya rusak mendengar teriakan kinanti, kalau pintu kamarnya tidak dibuka.


ceklek...


"Ada apa? Kalian hobi sekali berteriak."


"kak, aku lapar. Tapi di dapur tidak ada apapun." kinanti menerobos masuk kedalam kamar, tanpa permisi.


"Hei, kenapa masu? Bukankan kamu lapar."


"iya."


"Lalu?"


"Ya, aku cari disini. Siapa tau kak jihan mempunyai makanan dikamar, sebab sejak tadi kak jihan tidak keluar kamar."


"Aku bukan kamu, yang hobbi makan." ucap jihan malas.


"Ayo keluar, aku gak mau ketularan bawel macam kamu." sambung jihan, menarik tangan kinanti keluar kamarnya.


Kinantipun mengikuti jihan, mereka turun dan segera menuju dapur. Jihan tidak percaya kalau di dapur benar-benar tidak ada makanan, biasanya ibunya akan menyediakan makanan di kulkas sebelum pergi. Hingga jihan hanya tinggal menghangatkan nya saja..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2