Jangan Hina IBUku

Jangan Hina IBUku
Bab 50


__ADS_3

"Bawa istrimu pulang!!" Teriak nenek dengan air mata yang sudah menganak sungai.


Walau bagaimanapun riana tetaplah anaknya, rasa kesal, marah dan sayangnya menjadikan airmata nenek mengalir begitu saja.


"Bu, ibu tidak bisa begini. Aku anak ibu, dan ibu lebih memilih mantan menantumu itu!" Teriak riana.


Bram menarik riana untuk pulang, tidak perduli walaupun riana terus teriak mengumpat jihan dan aisyah.


"Pah, lepaskan mamah." Ucap kinanti yang sejak tadi hanya berdiri menyaksikan semua drama keluarganya.


Seketika bram teringat kalau di antara mereka ada kinanti sang anak yang usianya jauh le ih muda dan belum pantas menyaksikan semua drama keluarga mereka.


"Kinanti!" ucap bram dan riana beraamaan.


"Ya, apakab kalian melupakan aku?"

__ADS_1


"Apakah pendapatku tidak ingin kalian dengar? Atau aku memang tidak berhak berpendapat." Ucap kinanti dengan mata mengembun, merasa sedih dan hancur saat melihat keadaan keluarganya yang di ambang kehancuran.


Nenek, angga dan ibra pun mau tidak mau mengalihkan pandangan mereka kepada kinanti yang sempat mereka abaikan keberadaannya.


"Astaga, kenapa aku melupakannya!" gumam ibrahim merasa bersalah karena kinanti harus menyaksikan semua ini.


"Aku sudah dewasa, aku tau mana yang baik dan tidak baik, benar dan salah akupun tau. Tapi, kalian tidak pernah menganggapku disini. Bahkan kak amanda saja selalu ikut andil dalam mengambil keputusan dan kalian mendengarkannya, bahkan walaupun keputusan kak manda itu salah. Tapi aku? Apakah kalian tidak tau, kalau aku merasa paling bodoh dan terbuang saat kalian tidak pernah mengajakku bicara dalam segala hal!" Teriak kinanti.


"Aku menganggap kak jihan dan ibu ais lebih dari segalanya, karena apa? Karena mereka selalu meminta pendapatku, mereka selalu menganggapku ada. Tidak seperti kalian, bahkan orangtuaku saja tidak pernah melibatkan aku dalam hal apapun." sambung kinanti.


"Kalian tau, saat tadi di rumah sakit kak jihan mengatakan hal yang tidak baik tentang ibuku, aku begitu kesal dan emosi. Karrna apa? Karena aku tau justru dari kak jihan bukan dari kalian!! Aku tidak pernah tau apa yang ibuku perbuat karena apa? Karena kalian tidak pernah bicara padaku!! Aku sudah dewasa, andai aku tau perbuatan ibuku salah. Aku akan bicara kepada ibu, kalian selalu saja menutupinya dariku!!" Kinanti semakin tergugu karena dihatinya dia merasa tidak berguna sebagai anak. Hingga perbuatan ibunya mengakibatkan orang lain menderita. Ya, walaupun kinanti sudah tau bagaimana perlakuan ibunya kepada jihan dan aisyah. Tapi dia tidak menyangka kalau ibunya benar-benar tega melakuakan hal yang mengancam keselamatan orang lain. Kinanti hanya berpikir dari apa yang dia lihat saja, dia pikir ibunya hanya tidak menyukai aisyah sebab belum bisa menerima kematian kakaknya yang tidak lain adalah suami dari aisyah, tapi kenyataan nya ibunya membenci lebih dari itu dan kinanti tidak mengetahui itu padahal semua keluarganya tau.


"Kebohongan apa lagi yang ingin mamah katakan padaku?" Tanya kinanti, memotong ucapan riana yang akan membela dirinya.


"Kinan, kamu tidak tau sebenarnya..."

__ADS_1


"Ya, aku memang tidak tau, mah. Karena kalian tidak ada yang memberitahuku!" lagi dan lagi kinanti memotong ucapan riana.


"Katakan padaku? Apa yang sebenarnya mamah mau dari ibu ais? Kenapa mamah sampai setega itu, mah. Katakan!?" Teriak kinanti.


"Aku malu, karena ulah kalian yang tidak aku ketahui. Aku jadi seperti orang bodoh saat membelamu di depan kak jihan! Hiks..." sambung kinanti. Kini air mata itu tidak lagi mampu dia tahan. Dia biarkan mengalir menandakan kalau dia sangat kecewa terhadap riana dan semua orang yang ada di sana.


"Dan untuk paman angga, harusnya paman mengerti bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang begitu sangat disayangi."


Degh


Hati angga mencelos mendapat teguran seperti itu dari kinanti, bagaimana tidak dia sendiri sangat tau bagaimana rasanya kehilangan istrinya sesaat setelah melahirkan amanda. Namun seperti apapun itu perasaan iri dan dengki tetap tidak dapat membuat hati angga dan riana bisa menerima aisyah dan jihan.


"Kenapa, paman? Apakah ucapanku salah?" Tanya kinanti yang begitu kesalnya terhadap paman dan juga ibunya.


"Asal kalian tau, terkhusus untukmu mah, andai ibu ais tidak bisa lagi kembali berkumpul bersama kak jihan. Kalianpun akan kehilangan aku!!" Ancam kinanti. Dia pun pergi meninggalakn keluarganya dengan hati dan perazaan yang teramat kesal.

__ADS_1


Ibrahim segera menyusul kinanti saat melihat gadis itu pergi dengan emosi. Dia tidak mau terjadi sesuatu kepada keponakan nya itu.


Bersambung....


__ADS_2