Jangan Hina IBUku

Jangan Hina IBUku
Bab 31


__ADS_3

"Jihan, ibu akan pergi beli bahan untuk di masak, apakah kamu mau tetap di rumah?" Ucap aisyah di depan kamar jihan.


Mendengar ibunya akan pergi, tanpa menjawab lagi jihan segera menyambar handle pintu dan membukanya, hampir saja aisyah tertabrak jihan yang langsung keluar saat pintu di buka.


"Astaghfirallah, jihan."


"Maaf, aku kira ibu tidak didepan pintu."


"Aku akan ikut."


"Tunggu aku." jihan segera berlari ke kamar mandi, untuk mencuci wajahnya dan segera menemui ibunya, dia tidak mau ibunya menunggu lama. Jam sudah di angka 6.30, berarti sudah satu jam dia di dalam kamarnya, dan tidak lagi mendengar suara ibra yang minta dibukakan pintu.


"Ayo, bu." Ajak jihan, dia segera membuka pintu depan. Dan alangkah terkejutnya dia saat kakinya menendang sesuatu, hingga jihan langsung nyungsep ke teras rumah.


Brugh!


"Aduuuuh." Jihan benar-benar nyungsep. Dia meringis kesakitan.


"Astaghfirallah, jihan. Kamu tidak apa-apa?" tanya aisya. Dia melangkah melewati sesuatu yang membuat anaknya nyungsep.


"Apa, itu? Kenapa bisa ada didepan pintu, bu?" Tanya jihan. Menunjuk sesuatu yang terbungkus kain seprai.


"Sepertinya itu orang, jangan-jangan orang gila lagi. Astaga! Pantas saja rumah ini murah, selain jauh dari tetangga ternyata disini juga ada orang gilanya." Ucap jihan.


"Biar ibu lihat."


"Eh! Tidak-tidak. Jihan saja, bagaimana kalau dia orang gila yang ganas. Dia bisa menyakiti ibu." Jihan segera meminta ibunya menjauh. Takut saja orang gila itu mengamuk.


Jihan mengambil sapu lidi yang berada disamping rumahnya, dia menepuk-nepuk pelan. Namun tidak ada pergerakan sama sekali. Hingga membuat jihan kesal. Akhirnya dia pukulkan gagang sapu itu dengan sekuat tenaganya.


Bagh


Bugh


Bagh


Bugh

__ADS_1


Seketika juga orang yang tertidur itu langsung bangun, dan berteriak.


"Woi, apa ini. Berhenti!" teriaknya didalam seprai yang dia lilitkan dibadan.


"Siapa kamu, hah? Kamu pencuri? Atau orang gila? Atau orang gila yang mau mencuri, jawab!" teriak jihan. Masih terus memukul orang yang belum juga terlihat wajahnya.


"Jihan, berhenti. Aku bisa mati kalau kamu pukul terus."


"Hah! Kamu tau aku?" jihan menghentikan pukulannya. Hingga orang tersebut bisa dengan cepat membuka seprai yang entah mengapa jadi melilit di wajahnya.


"Bantu aku!"


"Ck! Siapa kamu, main suruh-suruh. Ogah!"


Aisyah segera mendekati jihan, dan menariknya menjauh.


"Eh! Ibu. Ada apa?" tanya jihan terkejut karena ibunya menarik dengan tiba-tiba.


"Apakah dia orang gila, kamu jangan dekat-dekat. Lebih baik kita cepat pergi." Bisik aisyah, dia tidak mau ucapannya di dengan orang yang mereka anggap orang gila itu.


Mendengar ucapan itu, jihan dan aisyah melihat ke asal suara yang ternyaata orang itu...


"Ya ampun! Jadi kamu, tidur tidak tau tempat. Hampir saja aku pingsan karena nyungsep. Gara-gara kamu."


"Benar-benar bikin susah saja!" Jihan benar-benar kesal. Karena sesuatu yang tidak sengaja jihan tabrak dan membuatnya nyungsep adalah ibrahim abdullah, alis ibra.


"Baiklah! Biar aku hajar kamu sekalian." jihan segera mengambil kembali sapu yang sempat dia letakan.


"Eh! Jangan-jangan. Iya aku salah, aku minta maaf."


"Tadi aku ngantuk banget, sumpah!"


"Jihan, sudahlah. Jangan marah-marah mulu, ini masih pagi." ucap aisyah menengahi kedua manusia beda jenis itu.


Ibra hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan aisyah.


"Awas kamu! Kalau kita bertemu tanpa ibu, aku akan menghajarmu." gumam jihan yang masih bisa didengar oleh aisyah dan ibra.

__ADS_1


"Ayo, bu. Kita lanjut saja. Biarkan dia disitu. Kalau tau diri dia pasti pulang sendiri." ucap jihan sengaja mengusir secara tidak langsung.


"Aku gak mau pulang."


"Terserah!"


Jihan dan aisyah kembali melanjutkan langkahnya, namun baru saja keluar dari pagar rumah, aisyah menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menemui ibra yang sudah duduk di kursi teras rumah.


"Ibu, ada apa?" Tanya jihan bingung.


Ibra menatap asiyah dan juga jihan yang balik lagi.


"Ibu, ada apa? Apakah aku akan disuruh masuk. Kalau iya, aku sangat berterima kasih sekali. Karena aku sangat ngantuk." Ucap ibra.


Aisya membukakan pintu rumah, ibra sangat senang sekali karena ternyata aisyah sangat baik.


"Terima kasih, bu ais." ucap ibra.


"Bu, kenapa pintunya dibuka, dia akan membuat kekacauan." jihan sangat kesal.


"Biarkan saja, ibu tidak mau dia di tangkap warga." jawab aisyah.


"Hah! Apa?" Jihan dan ibra terkejut berjama'ah.


Apa yang aisyah pikirkan, hingga bisa mengatakan hal itu. Kini jihan dan ibra yang dibuat bingung oleh ucapan aisyah...


Bersambung....


NB:


Kira-kira, apa maksud dari ucapan aisyah ya gaes...


Besok aku lanjut lagi ya.... Selamat malam, sehat selalu buat sahabat semuanya, dan semoga masih lanjut baca ceritaku ya, dukung terus karyaku dengan like, komen yang membangun serta jangan lupa poin nya untuk jihan.


Terima kasih


Love, love, love 😘

__ADS_1


__ADS_2