Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Sepupu


__ADS_3

Didalam mobil keadaan masih hening antara Key dan Naya. Hanya terdengar suara notif chat yang tidak juga berhenti dari semenjak mobil tersebut meninggalkan garasi.


"Pulang nanti, lu tungguin gue diparkiran!" ucap Key memulai obrolan.


"Iya!" balas Naya singkat.


"Terus, ntar kalo di kampus para gadis nanyain lu. Bilang aja lu sepupu gue. Biar lu gak kena masalah," sambung Key. Tentu ia tidak ingin gadis itu kena masalah dengan para gadis di kampus, karena dirinya.


Namun, hal itu ditanggapi lain oleh Naya. Gadis itu memutar kepala menatap pria disampingnya. Ia pikir Key berbuat seperti agar pacar-pacar Key tidak cemburu padanya.


'Emang menurutnya, aku teh mau ngaku sebagai apanya? Pamajikanna (istrinya)?' batin Naya menggerutu.


"Lu denger gak?" tanya Key melirik sekilas, saat tak mendapati jawaban gadis itu.


"Iya!" balas Naya malas.


Seketika Key menoleh mendengar jawaban kurang memuaskan dari gadis itu. "Lu kalo jawab yang bener lah!" kesalnya.


Naya ikut menoleh menatap pria itu. "Bener kumaha (gimana)? Perasaan aku teh jawab bener," Gadis itu menggelengkan kepala merasa aneh.


Key hanya menghembuskan napas kasar mendapat jawaban sang gadis. Biasanya saat ia kesal seperti itu, para gadis akan membujuknya atau merengek meminta maaf. Lha, ini?


'Astaga, gue bener-bener gak bisa berharap lebih sama nih cewek. Ingat Key! Dia Naya, bukan gadis-gadis lu,' batinnya memperingati.


Tak berselang lama, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai diparkiran kampus. Seperti prediksi Key, beberapa gadis sudah menyambut dirinya disana. Mata mereka memicing saat melihat seorang gadis turun dari samping kemudi.


"Siapa dia?" bisik-bisik terdengar hingga ditelinga Key dan Naya yang menghampiri mereka.


"Hai girls!" sapa Key dengan gaya nakalnya seperti biasa. Segera para gadis itu mendekat dan berebut lengan Key.


Naya yang melihat kelakuan mereka, hanya meringis dengan menampilkan wajah aneh. Sekarang ia benar-benar percaya akan peringatan dari mbak Ati sebelumnya.


"Key ... Dia siapa?" tanya salah satu gadis dengan gaya manja, seraya menatap sinis pada Naya.


"Oh iya, kenalin dia Naya. Dia sepupu gue," ucap Key memperkenalkan diri.


Para gadis itu beroh ria, kemudian sama-sama tersenyum manis menyambut gadis yang diketahui anggota keluarga Key. Tentu, para gadis itu ingin terlihat ramah dan sopan didepan gadis itu. Sementara Naya hanya tersenyun tipis menanggapi.


Bahkan, salah satu dari mereka segera mendekat dan mengajak berkenalan. Tentu sebuah kesempatan langka untuk dekat dengan salah satu keluarga Key, yang besar kemungkinan mereka akan mendapat peluang untuk memenangkan hati Key.

__ADS_1


"Hai, Naya. Kenalin aku Beby!" ucapnya mengulurkan tangan. Meski ragu Naya menyambutnya disertai senyum yang sama.


Belum juga, Naya membalas. Gadis itu sudah merangkulnya lebih dulu. "Kamu pasti mahasiswi baru disini 'kan?" tanyanya dan diangguki pelan oleh Naya.


"Oke, kalo gitu aku akan membawamu untuk keliling kampus ini. Yuk!" ajak Beby bersemangat menyeret tangan Naya.


"Tapi-" Naya tidak sempat protes. Tubuhnya sudah terseret oleh rangkulan tangan gadis itu. Ia hanya memicing menatap Key kesal. Lalu, berlalu bersama gadis tersebut.


Sementara Key tersenyum puas. Setidaknya gadis itu aman dari bahan bullyan para gadisnya. Ancaman sang mama untuk melindungi gadis itu tidak main-main. Ia bahkan masih teringat jelas akan ucapan wanita tercintanya itu.


"Pokoknya, kamu harus melindungi Naya baik-baik! Jika sesuatu terjadi padanya, Mama gak segan-segan mengasingkan kamu ke Desa, dimana Naya tinggal dan kamu akan membantu tante Santi mengurus sapi-sapi."


Peringatan sang mama masih terngiang-ngiang jelas dikepalanya. Hal yang membuat ia bergidik ngeri. Ia sendiri masih bisa mengelabui sang mama atas kenakalannya, hingga terbebas hukuman apapun. Namun, beda hal jika menyangkut Naya yang tidak akan mungkin bisa ia ajak kerja sama.


"Moga aja lu jauh dari masalah dah! Biar hidup gue aman sejahtera," ucap Key berdoa dalam hati.


"Isshh carmuk banget sih si Beby. So cantik!" kesal Angel wanita yang merangkul tangan Key.


Key hanya terkekeh, tau gadis itu kalah cepat dengan Beby yang berhasil mendekati Naya. Tanpa menjawab ia hanya berlenggang dan membiarkan kedua gadis itu ikut berjalan menggandeng tangannya. Oh sungguh itu adalah hal yang dinikamti seorang Key. Seolah harga dirinya melambung ke atas awan.


**


'Hadeuh, lama-lama aku teh bisa stres didekat awewe ieu (perempuan ini),' batin Naya merutuki.


Tentu Naya tau maksud gadis itu mengajaknya berteman. Semua dilakukan untuk mencari perhatian dari Key. Jika saja gadis itu tulus ingin berteman dengannya, mungkin ia akan sangat senang sekali mendapat teman baru.


"Gimana? Menurutmu tempat mana yang paling enak buat dikunjungi?" tanya Beby setelah ia menjelaskan satu persatu tempat yang mereka kunjungi.


"Perpus!" balas Naya.


"Cih! Gak asik banget sih. Masa iya, harus nyantai diperpus?" tanya Beby menggelengkan kepala. Menurutnya, Naya terlalu kaku dan akan sulit diajak hange out bersama.


"Menurutku perpus tempat paling santai. Kita bisa mempelajari buku tanpa harus terganggu orang," balasnya. Beby hanya mampu menghembuskan napas panjang saat ia sadar Naya adalah seorang kutu buku.


'Fix, gue harus extra sabar!' batin Beby.


"Oh iya, kenapa kamu baru masuk? Kamu gak ikutan ospek?" tanya Beby dan dibalas gelengan serta senyum gadis itu.


"Gak, aku ikutan test akhir soalnya," balas Naya.

__ADS_1


"Tes? Beasiswa?" tebak beby menatap tak percaya dan diangguki Naya.


"Wah keren ...." puji Beby dengan wajah masih tak percaya. "Pantesan!" celetuknya.


Naya terkekeh melihat eksprsi wajah gadis yang berpenampilan modis itu. Naya yakin, jika Beby bukanlah dari kalangan biasa. Namun, kalangan elit seperti Key.


"Nay!" panggilan seseorang mengalihkan atensi keduanya.


Cheryl bersama Reysa menghampiri mereka. Beby yang kurang menyukai Cheryl memutar bola matanya malas. Cheryl yang tidak berminat untuk mencomblangkan dirinya dengan Key lah yang menjadi alasan sang gadis seperti itu.


"Aku cariin juga, ternyata disini?" sapa Cheryl yang terdengar sebuah omelan.


Lalu, mata gadis itu menatap aneh ke arah Beby. "Lu ngapain sama Naya? Lu gak macem-macem 'kan?" tanya Cheryl curiga.


"Ck! Apaan sih lu, gaje deh!" sewot Beby.


"Dah lah, Nay. Aku pergi dulu. Nanti kalo perlu apa-apa kamu cari aku aja!" pamit Beby dan diiyakan Naya.


Gadis itu pun berlenggang pergi, meninggalkan bejuta pertanyaan dikepala Cheryl dan kedua sahabatnya.


"Kamu gak apa-apa 'kan? Gak diganggu dia 'kan?" cecar Cheryl khawatir, seraya memegang kedua bahu gadis itu.


Naya terkekeh melihat reaksi Cheryl yang terlalu berlebihan. "Nggak Teh, aku gak apa-apa!" balasnya.


"Teh?" tanya Cheryl tak percaya. Seketika Reysa tergelak mendengar pertanyaan Cheryl.


"Teteh Chemot!" ledek Reysa menepuk pundak Cheryl. Yang diledek hanya mendengus kesal dengan wajah menekuk.


"Hai, Naya! Kenalin aku Reysa. Sahabat Cheryl," ucap Reysa memperkenalkan diri. Naya tersenyum seraya menyambut jabatan tangan gadis itu.


Ketiganya berjalan beriringan seraya mengobrol untuk mengantar Naya ke ruangan dosen, hingga tiba-tiba seseorang menabrak bahu Cheryl dan membuat buku ditangan gadis itu terjatuh.


Brukkk!!!


Naya hendak meraihnya, namun seorang pria yang menabraknya segera mengambil terlebih dahulu dan segera menyerahkan buku tersebut.


"Maaf, aku tidak sengaja!"


******

__ADS_1


__ADS_2