Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Gara-gara jamu


__ADS_3

"Dasar keras kepala!" ledek Abi menggelengkan kepala saat tau, Key lebih memilih mencari sang istri dari pada menemui klien.


"Kamu sih, aku 'kan udah bilang. Sifat dia gak akan jauh dari kamu. Baginya wanita adalah prioritas utamanya," protes Sena yang seketika mendapat usekan dipucuk kepala dari suaminya itu.


"Kamu juga sekarang percaya 'kan, Sayang?" tanya Sena pada seseorang dihadapannya, yang tak lain adalah Naya.


Si ibu hamil yang sukses membuat suaminya ketar ketir itu mengangguk yakin. Ia tidak menyangka suaminya akan se frustasi itu mencarinya.


"Maafin Nay, Ma!" sesal Naya menunduk.


Sena tersenyum dan beralih mendudukkan diri disamping menantunya itu. Lalu, membelai rambut panjang itu penuh sayang. "Gak apa-apa. Wajar seorang istri bersikap seperti itu. Itu tandanya kamu cemburu, dan lebih tepatnya, kamu mencintai putra Mama. Hem," ucapnya menenangkan.


Naya tertunduk malu. Tidak seharusnya ia mencurigai suaminya seperti itu. Hingga ia merasa khawatir akan keadaan Key yang entah bagaimnaa kabarnya sekarang?


"Emm, Ma. Apa gak sebaiknya atuh, kasih tau a Key, kalo aku teh ada dikantor sama Mama? Kasihan, dia pasti cape nyariin aku," saran Naya.


Sena tersenyum mendapat saran dari sang menantu yang teramat baik. Jika ia diposisi Naya. Tentu ia memilih untuk mengerjai suaminya itu.


"Kamu tenang aja, bentar lagi dia pasti bisa menemukan kamu. Kita main-main aja dulu sebentar," kekeh Sena dan hanya dibalas hembusan napas oleh si ibu hamil itu.

__ADS_1


**


Sementara itu di tempat lain, Key masih mengemudikan kendaraannya. Ia tidak mau menyerah untuk menemukan istrinya itu. Entah kenapa ia begitu penasaran untuk mendatangi rumah Arga. Ia memiliki feeling sepupunya itulah yang yang menyembunyikan sang istri.


Tok! Tok! Tok!


Tidak ada sahutan dari rumah yang terlihat sepi itu. Ia mencoba menerobos, namun rumah itu terkunci rapat, yang dipastikan tidak ada penghuni didalam sana. Key berdecak kesal, ia pun beralih pindah ke rumah sebrang yang tak lain adalah rumah uncle Shaka. Namun, keadaan sama sepi. Bahkan, rumah sebelahnya yang tak lain rumah orang tua Cheryl sama sepinya.


"Ini orang-orang pada kemana sih?" tanya Key bermonolog sendiri merasa bingung.


Ia pun memilih pergi, kembali memasuki mobil. Menancap gas untuk segera melesat meninggalkan posisi. Ia bingung kemana lagi harus mencari istrinya itu. Apa iya, ia harus menghubungi sang ibu mertua?


"Nay, kamu dimana?" tanyanya bermonolog sendiri.


Key teringat kembali, apa yang membuat semua itu terjadi. Kesalah pahaman yang membuat semuanya berantakan. Ia teringat saat membisikkan sesuatu pada sekretarisnya.


"Ambil pesanan saya di toko jamu XX, saya ingin malam ini spesial untuk saya dan istri saya."


Key menghembuskan napas dalam. Jika tau akan seperti itu, ia akan blak-blakan mengatakan yang sebenarnya dan tidak akan berbisik-bisik pada sekeretarisnya itu.

__ADS_1


"Cuma gara-gara jamu kuat yang di usulin si Arga, gue harus kehilangan istri gue!"


"Arggghhh sialan! Siapa yang harus gue salahin?" kesalnya memukul stir.


Hingga tiba-tiba terdengar suara dering dari ponselnya. Tidak ingin kejadian tadi terulang, saat sang Papa yang ia kira istrinya. Ia pun melihat terlebih dahulu si pemanggil. Ternyata benar, itu bukablah nomor Naya. Melainkan nomor sekeretsrisnya. Meski kesal, ia tetap mengangkatnya.


"Hem?"


"Maaf, Pak! Pak Key, harus segera datang ke hotel. Tempat yang sudah anda rencanakan ...."


"Kenapa? Ada apa?" tanya Key panik.


Tidak ada jawaban dari sekertarisnya, membuat Key mengerti, ada sesuatu yang terjadi di tempat yang sudah ia siapkan untuk sang istri sebelumnya. Ia pun segera menancap gas menuju hotel yang dimaksud.


Tak membutuhkan waktu lama, ia pun sampai di temapt tujuan. Segera ia bergegas masuk menuju sebuah ballroom yang sudah ia pesan untuk kejutan ulang tahun sang istri.


Dan sekarang, mendengar sesuatu terjadi, membuat pria itu tak terima. Hingga tiba-tiba ia dibuat syok dengan keadaan di dalam ruangan temaram itu.


"Surprise!!!"

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2