Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Mencari perhatian


__ADS_3

Sejoli itu bertukar pandang saat seorang gadis tiba-tiba saja memanggil Key. Gadis itu mendekat membawa rantang ditangannya seraya tersenyum manis.


"Maaf, mengganggu! Aku teh disuruh ibu, bawain makanan untuk A Key," ucapnya ramah.


"Hah?!" Sejoli itu semakin melongo dibuatnya.


"Maaf, kamu siapa?" tanya Key, yang memang tak mengenali gadis itu.


"Aku teh Ela. Putri ibu Inah," jawabnya memperkenalkan diri.


Naya memicing melihat gelagat gadis yang tampak mencari perhatian itu. Segera ia membuka sarung tangan, dan mencuci tangannya itu dari selang yang di pegang Key.


"Wah, kayaknya enak nih!" Naya meraih rantag dari gadis itu, membuat sang gadis gelagapan.


"Yuk, A. Kita makan dulu! Mumpung ada orang baik yang kirim," ajak Naya yang di akhiri sindiran.


Key yang langsung paham, ikut membuka sarung tagan dan membersihkan tangannya. Lalu, mengikuti langkah Naya menuju sawung. Hal itu membuat Ela gelagapan bingung. Ia pun hanya mengikuti langkah keduanya keluar dari kandang.


Naya duduk dan membuka isi rantang tersebut. Terdapat empat wadah berisi satu nasi dan tiga lauk. Key mendudukkan diri disamping kekasihnya itu. Sementara Ela bingung harus duduk dimana. Tempat duduk yang hanya memuat dua orang, membuat ia kebingungan.


"Mau ikut makan?" tawar Naya dan dibalas gelengan dan senyum gadis itu.


"Oh ya udah," Naya mengambil sendok yang ternyata hanya terdapat satu.


"Yah, sendoknya teh cuma satu, A!" ucap Naya mengacungkna sendok tersebut.


Key mengambil alih sendok tersebut dari tangan Naya, mulai menyendok nasi ke atas tutup beserta ketiga lauknya.


"Aaa ...." Key menyodorkan sendok tersebut kedepan mulut Naya.


"Ishh A dulu aja atuh!" tolak Naya halus.


"Ladies first! Hem?"


Naya tersenyum dan membuka mulutnya. Melahap makanan tersebut. "Sini!" Bergilir, Naya meraih sendok ditangan Key dan ikut menyuapinya.


'Ya ampun, ini si Ibu teh, maksudnya apa atuh? Masa iya, aku teh kudu nonton orang pacaran?' tanya Ela dalam hati.

__ADS_1


Inah tidak tau, jika Key berada ditempat itu bersama Naya. Sengaja, ia menyuruh Ela untuk mengantarkan makan sore yang ia buatkan untuk pria tampan yang ia klaim bakal jadi calon menantunya. Ela yang hanya menuruti perintah sang ibu, dan tidak dapat menolak. Alhasil ia sudah seperti obat nyamuk untuk pasangan yang tengah bucin itu.


"Oh, iya. Honey! Apa malam ini kamu udah siapain obat? Kayaknya kita perlu itu untuk menambah stamina," celetuk Key, ditengah makan mereka.


Uhuk! Uhuk!


Seketika, makanan yang hendak Naya telan tersangkut, saat pertanyaan nyeleneh Key terlontar begitu saja. "Hah?!"


Bukan hanya Naya, Ela pun ikut syok mendengar pertanyaan Key. Sungguh! Sudah sejauh itukah hubungan mereka? Seketika wajah gadis itu memerah. Tidak ingin terlibat dalam pembicaraan intim mereka, Ela pun memilih untuk berpamitan pulang terlebih dahulu.


"Kenapa dia?" tanya Key heran.


"Pertanyaan kamu tuh aneh. Makanya dia kabur," balas Naya.


"Baguslah!" timpal Key enteng.


"Apanya yang bagus atuh? Lagian obat apa sih yang kamu maksud?" tanya Naya yang juga berfikiran sama dengan Ela, hingga wajah gadis itu juga memerah.


"Ini nih, para wanita tuh terlalu over thingking. Orang cuma nanyain obat pegel-pegel juga. Ini badanku pasti terasa remuk malam ini," jelas Key yang sontak membuat Naya mengatupkan bibirnya malu.


"Apa, kamu mikir apa? Hem?" goda Key.


Key terkekeh melihat tingkah lucu gadis itu. "Pasti mikirin sesuatu, iya 'kan? Hayo ngaku?" godanya semakin gencar. Naya terus mengelak. Hingga canda tawa terdengar riuh dari mereka. Key dengan gemas menggelitik perut Naya, hingga gadis itu tergelak.


"Kayaknya udah siap ya, dihalalin. Yuk dah ke KUA!"


**


"Apa?" pekik Inah kaget, saat putrinya kembali dengan tangan kosong. Bukan itu, namun cerita putrinya mengenai sejoli tersebut.


"Kamu tuh harus lebih bisa atuh godain si kasep itu," kesal Inah.


"Tapi, Bu-"


"Gak ada tapi-tapian. Kalo kamu gak nurut sama Ibu, mening kamu berangkat aja jadi TKW!" final Inah kesal. Ela hanya bisa menghembuskan napas dalam mendengar ancaman sang ibu.


Tentu ia tak seberani itu untuk pergi jadi TKW seperti teman-temannya yang lain. Jodoh pun belum ada yang menghampiri, karena banyaknya syarat dan permintaan sang ibu, pada setiap pemuda yang ingin meminangnya. Dan sekarang? Sungguh hal itu membuat gadis itu kebingungan. Bohong jika ia tidak tertarik pada sosok Key, namun ia juga tidak bisa mendekati pria yang sudah begitu bucin pada pasangannya.

__ADS_1


**


Langit sudah pekat, Key dan Naya berencana mengunjungi rumah yang kini di tinggali orang tua Key. Sena sengaja menyuruh mereka berkunjung, agar mereka tau rumah milik sang oma disana.


Key memutuskan menunggu Naya yang tengah berdandan di luar rumah. Ia menunggu bersandar didepan mobilnya untuk menghirup udara malam seraya memainkan ponselnya. Mobil itu dipindahkan Key saat pulang dari rumah mang Asrip siang tadi.


"Punten, A!" Sapaan seseorang membuat Key mendongak. Hingga terlihat jelas, seorang gadis yang nampak anggun menghampirinya. Mengenakan dress selutut dengan tangan panjang dan selop yang membungkus kakinya. Rambutnya diikat tinggi, hingga menampilkan area lehernya yang nampak mulus.


Key manutkan alis bingung melihat gadis itu. "Ela? Mau kemana?" tanyanya heran. Tentu saja dengan penampilan gadis itu, mau kemana dia malam-malam?


Ela tersenyum semanis mungkin. Ia menyerahkan sebuah paper bag pada Key. Reflek Key pun menerimanya. "Ibu bikinin martabak buat A Key. Smoga Aa teh suka," ucapnya terlihat malu-malu.


"Hah?!" Key melongo merasa tak percaya. "Lu sengaja datang kesini, buat nganterin ini?" tanyanya lagi dan diangguki Ela yang tampak menunduk.


"Ya udah makasih!" final Key dengan wajah nampak bingung.


Tentu ia mengerti maksud gadis itu. Namun, ia bukanlah Key yang dulu lagi. Ia harus bisa menjaga jarak, dan tidak memberi harapan pada wanita manapun.


Dari kejauhan, tepatnya dari balik pohon yang nampak gelap. Dua orang pria tengah memperhatikan gerak gerik Key. Mereka seperti tengah merencanakan sesuatu untuk pria itu.


"Nak Key!" pekik Santi dari dalam rumah. "Bisa bantuin, Ibu dulu sebentar?" teriaknya.


"Iya, Bu!" balasnya ikut berteriak.


"Maaf, ya! Gue ke dalam dulu!" Key berlalu meninggalkan Ela yang masih berdiri ditempatnya.


Namun, tiba-tiba saja seseorang membekap Ela, hingga ia tidak sadarkan diri. Lalu, menutupi kepala gadis itu dengan kain hitam dan membawanya pergi.


**


"Mana orangnya?" tanya Naya heran.


"Entah, pulang kali. Tadi orangnya ada disini," balas Key. Setelah ia menjelaskan dari mana asal usul martabak tersebut.


"Ya udah martabaknya teh jangan di makan, dikasih kucing aja!" larang Naya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Takut di kasih pelet!"


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2