Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Kejar-kejaran


__ADS_3

Naya yang tengah mengobrol dengan kedua temannya itu dibuat terlonjak, saat tiba-tiba sebuah tangan besar mencekal pergelangan tangannya. Bahkan tanpa sempat ia menghindar tangan tersebut menyeretnya berlari.


"Eh, eh, lepasin! Kamu teh siapa?" berontak Naya memukul tangan seseorang yang diketahui pria itu.


Kedua gadis itu tampak syok. "Nay, Naya!" pekik keduanya dan mencoba mengikuti langkah keduanya. Sementara Daniel yang berpamitan ke toilet tidak mengetahui kejadian tersebut.


Naya semakin terseret akan langkah jangkung sang pria. "Jangan bawel, udah ikut aja!" peringatnya.


Naya mengerutkan dahinya saat sadar itu suara siapa. "A Key?!"


Key membuka topinya, hingga Naya benar-benar mengenali sosok itu. "Kita harus cepat lari. Buruan!" ajaknya.


Naya yang tidak mengerti, hanya mengangguk mengikuti intruksi. Ia ikut memepercepat langkahnya dan berlari. Key melepas pergelangan tangan Naya dan berganti menggandeng tangan gadis itu. Hingga keduanya berlari bersama.


Sementara itu dari belakang, kedua gadis tadi nampak ngos-ngosan mengejar. "Berhenti, aku capek!" titah Lala menghentikan laju lari mereka.


"Ishh kok berhenti, itu Naya gimana?" tanya Yesi khawatir.


"Woy, berhenti!" dua orang pria berteriak dari belakang mereka. Lalu, melewati keduanya begitu saja.


"Tunggu dulu! Itu orang tadi, dikejar dua orang itu?" tanya Yesi heran dan hanya dibalas gelengan oleh Lala.


"Aku cariin ternyata kalian disini?" Pertanyaan Daniel sontak membuat kedua gadis itu menoleh. "Lho, Naya mana?"


"Itu ... Naya ... Naya dibawa orang," balas Yesi sedikit gugup.


Yesi pun menjelaskan sedikit kronologinya. Bagaimana Naya dibawa pergi sosok yang dilihat dari penampilannya adalah seorang pria. Tak lupa, ia menceritakan dua orang pria yang juga mengejarnya. Setelah mendapat penjelasan, Daniel ikut mengejar mengikuti arah yang ditunjuk dua gadis itu. Ia begitu khawatir, sesuatu terjadi pada Naya.


**


"Kemana perginya dia?" tanya salah seorang pria celingukan mencari diantara mobil yang berderet.


"Sudahlah, sepertinya dia melarikan diri. Sebaiknya kita kembali!" balas temannya. Kedua pria berotot itu berlalu pergi saat dirasa orang yang mereka cari tidak ada disana.


Sementara itu, Key yang dicari menghembuskan napas lega. Begitupun Naya, gadis itu nampak ngos-ngosan setelah beberapa menit menahan napas. Kini kedua manusia itu tengah bersembunyi dibelakang mobil orang. Terhimpit pilar basement dan mobil, membuat ruang gerak mereka teramat sempit.


"Apa mereka teh udah pergi?" tanya Naya dan diangguki Key yang juga masih meraup banyak oksigen.

__ADS_1


Naya hendak bergerak keluar dari tempat menyesakkan itu, namun tangan Key kembali menariknya. Hingga Naya terjerambab kepelukan Key.


Deg!


Keduanya saling bersitatap dengan posisi yang begitu dekat. Jantung mereka berdegup semakin cepat, saat mereka saling merasakan napas masing-masing.


"Jangan bergerak dulu!" tahan Key mengeratkan pelukan pada sang gadis. "Mereka masih disini," bisiknya.


Naya hanya mengangguk mengerti. Ia kembali diam dengan menundukkan kepala saat tiba-tiba wajahnya terasa memanas. Sepasang manusia itu masih dengan posisi sebelumnya, terduduk dibawah menunggu dua pria dengan satu wanita yang hendak pergi dari sana.


'Ya ampun, jantungku kenapa atuh dag dig dug kayak gini?' batin Naya bertanya dalam hati.


'Kalo perlu, gue rela seharian kayak gini. Asal sama lu, Nay!' batin Key tersenyum puas.


Beberapa detik kemudian, terdengar suara mobil meninggalkan basement tersebut. Dapat dipastikan, kedua pria berotot bersama nonanya sudah pergi dari sana. Merasa sudah aman, Key membantu Naya untuk berdiri.


"Lu gak apa-apa?" tanya Key merapihkan anak rambut Naya yang berantakan.


Naya menggeleng. "Nggak, aku gak apa-apa," balasnya tersenyum.


Key mengalihkan tatapan saat melihat senyum gadis itu. "Ehem! Ya udah, yuk pulang!" ajaknya. Kedunya pun keluar dari tempat persembunyian dan berjalan menuju mobil Key.


Key terkekeh menanggapi seraya mengusek pucuk kepalas gadis itu. "Emangnya lu udah pernah nonton film kayak gitu?" ledeknya.


"Ishh udah atuh. Aku lebih suka film action-action gitu, lebih menantang," balas Naya.


"Oh ya? Kalo gitu, ntar gue bakal ajak lu nonton yang lebih sadis," tawar Key.


"Oke, siapa takut," balas Naya percaya diri.


Dari pintu keluar, Daniel terdiam melihat interaksi Naya dan Key yang tengah bersenda gurau. Ia terdiam saat sadar pria yang membawa Naya ternyata adalah Key. Ia hendak menghampiri, namun ia urungkan saat Naya sudah memasuki sebuah mobil yang tak lain adalah mobil Key. Bukan itu saja, suara gelak tawa keduanya lah yang membuat ia berhenti.


"Sepertinya kamu begitu bahagia, Nay! Sampai kamu lupa, aku mengkhawatirkanmu," cicitnya.


Tring!


Satu chat masuk mengalihkan atensi Daniel. Sebuah chat dari Naya digrup mereka berempat.

__ADS_1


[Maafin aku, ya guys! Aku pulang lebih dulu sama Key. Maaf, sudah membuat kalian khawatir!]


Sepenggal chat dari gadis yang ia khawatirkan membuat pria itu menghembuskan napas panjang. Balas-balasan dari dua gadisnya tak dihiraukan pria itu. Ia pun memilih untuk segera pulang juga.


**


"Sebenarnya, mereka teh siapa? Kok, kamu dikejar-kejar? Terus kamu teh lagi ngapain disana? Kok bisa tiba-tiba mengajak aku lari?"


Serentetan pertanyaan membuat Key berdecak kesal. Mustahil ia berkata sebenarnya dan membeberkan fakta bahwa ia sedang menguntit gadis itu.


"Kamu naenya???" Bukan menjawab, Key justru bertanya dengan logat slengean dari seseorang yang beberapa waktu lalu sempat viral.


"Isshh, aku teh nanya benar-benar juga," kesal Naya.


Key terkekeh melihat wajah cemberut gadis itu. "Kalo gue ceritain, ceritanya bisa panjaaang banget. Yang ada lu bakal molor," balas Key sekenanya. Naya hanya berdecak, kemudian mengalihkan pandangan ke arah jendela.


Key semakin terkekeh melihat wajah menggemaskan itu. "Oh ya, minggu depan lu ambil cuti!" titahnya mengalihkan pembicaraan.


Sontak Naya menoleh dengan berbagai pertamyaan memenuhi otaknya. "Kenapa?"


"Sepupu gue mau married. Kita akan keluar kota menghadirinya," balas Key, dengan tangan terus fokus pada kemudi.


"Terus, aku teh harus ikut gitu?" tanya Naya heran.


"Iya lah," balas Key sekenanya.


"Kenapa harus ikut atuh? 'Kan dirumah juga masih ada Bibi, Mbak Ati sama Ningsih," tanya Naya kebingungan.


"Semua ART, Mama kasih cuti selama kita pergj. Jadi, lu juga harus ikut. Dirumah juga gak ada siapa-siapa," balas Key sekenanya.


Padahal tidak ada penjelasan apapun dari sang mama untuk rencana tersebut. Itu hanya akal-akalan Key saja, agar gadis itu ikut dengannya. Tentu ia tidak akan membiarkan gadis itu jauh dari pengawasan. Mengingat semakin hari Naya semakin dekat dengan Daniel, tentu ia akan merasa khawatir. Jika membiarkan gadis itu tidak ikut.


Naya tidak menimpali, ia terdiam mempertimbangkan penawaran Key tersebut. Ia memang tidak berani jika dirumah segede itu sendiri. Tetapi, harus cuti di awal apa itu tidak bermasalah? Pikirnya.


"Lu gak usah khawatir, gue yang bakal ngomomg sama Dosen lu."


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Eh, yang belom nengok lapak Zea, yuk buruan kasih tanda dulu🤭 mak othor tunggu yaa!



__ADS_2