Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Rasa bahagia


__ADS_3

Key tertegun melihat sikap manja sang istri yang tiba-tiba. Ia hanya mampu menelan salivanya kuat-kuat, saat tangan lentik menjamah celananya.


"Nggak Honey! Jangan disini! Sebaiknya, kita cari hotel sekitar sini," cegat Key mencekal tangan istrinya itu.


Tentu ia tidak akan bisa bergerak bebas di ruang sempit seperti itu. Apalagi melepas rindu setelah beberapa hari tidak bertemu, sudah dapat dibayangkan akan sebuas apa dirinya.


Namun, tangan Naya terus bergeliyara, membuat sesuatu dibawah sana seketika mengeras. Hingga ...


Grepp!!!


Naya dapat memegang benda yang ia cari. Ia tarik benda itu keluar dari sarangnya. Sontak, Key membelakak kaget, saat halusinasinya tidak sesuai reality.


"Kita lihat, apa yang membuat gadis-gadis itu mengerumunimu?"


Glek!


Key menelan salivanya yang terasa tercekat, saat sang istri mengotak atik benda pipih miliknya itu.


"Oh jadi ini penyebabnya teh," ucap Naya mengangguk-anggukan kepala, setelah dapat melihat sosial media suaminya itu. "Kayaknya teh fotoku udah gak berarti lagi," lanjutnya terdengar lirih.


"No, no! Nggak, gak gitu Honey," sangkal Key segera menangkup wajah istrinya itu. "Kamu salah paham!"


Naya hanya menunduk menyembunyikan wajahnya tanpa menanggapi. Hal itu tentu saja membuat Key kelabakan. Sungguh menakutkan jika sang istri terdiam seperti itu. Niat hati hanya jail, agar istrinya itu segera pulang. Namun, ternyata sang istri memang berniat pulang tanpa harus melihat itu. Dan sekarang? Gadis cantik itu terlihat kecewa dan salah paham, setelah melihat kelakuan unfaedahnya.


"Honey, aku mohon dengerin aku. Ini tuh gak seperti yang kamu pikirin! Sebenarnya aku tuh mau nge-prank kamu, biar kamu pulang hari ini. Ini tuh gara-gara semalam, kamu bilang gak akan pulang sampe minggu depan, ya aku gak bisa lah lama-lama jauh dari kamu," jelas Key panjang kali lebar.

__ADS_1


"Jadi ... Semua teh salah aku?" lirih Naya lagi.


"Ya ampun Honey, bukan gitu maksudku," ucap Key semakin gelagapan. Segera ia merengkuh tubuh ideal itu ke dalam dekapannya. "Maafin aku, aku yang salah!" sesalnya.


Semakin mengelak, semakin ia merasa bersalah. Sikap sang istri yang tidak pernah marah-marah atau mengomel jika ia salah, membuat Key tidak bisa berkutik dihadapannya. Maka dari itu, hanya kata maaf tulus yang membuat gadis itu kembali tersenyum.


"I miss you, Honey!" ungkap Key, meluapkan kerinduannya.


Jika saja, sang istri tidak melarangnya ikut. Sudah dipastikan ia akan mengintili gadis itu hingga di kandang. Namun, Naya bersikukuh untuk Key tidak ikut dan tetap kuliah mengejar ketertinggalannya.


"Me too," balas Naya, hingga menerbitkan senyum di wajah tampan itu.


Setelah lama berpelukan, Key melerainya dan menangkup wajah sang istri. Kecupan pun ia layangkan pada seluruh wajah Naya.


"Isshh geli," protes Naya memberontak.


Key menjauhkan sejenak wajah cantik itu untuk menatapnya lekat. Menghentikan tawa Naya yang terdengar renyah. "Jangan marah lagi ya! Aku akan ganti lagi foto profilnya dengan foto kita," pintanya.


"Tapi ... Aku pengen foto baru!" pinta Naya.


"Emm oke, kita selfi," final Key.


"Cari ponselku. Punyamu lowbet!" titah Naya. Key mengiyakan, lalu membuka tas selempang sang istri dihadapannya. Mencari benda pipih yang dimaksud.


Key merasa aneh saat hanya ada satu benda yang teraba tangan didalam tas istrinya itu, tidak ada ponsel, dompet dan lain sebagainya. Penasaran, Key membuka lebar tas itu untuk melihat isinya. Hingga ia melihat benda yang ia pegang tadi. Sebuah stik yang membuat otak pria itu berpikir keras.

__ADS_1


"Ini?" tanyanya melirik Naya yang tengah melipat bibir. Key memicing dan kembali melirik benda itu, hingga ia membelakak kaget saat ia bisa menebak benda yang terdapat garis dua tersebut.


"Ho-Honey! Ka-Kamu?" tanya tergugup.


Naya menganggukkan kepala seraya tersenyum manis. "Aku hamil!"


"Woahh? Serius?" tanyanya tak percaya dan diangguki kembali oleh Naya.


"Kamu gak bercanda 'kan?" desaknya memastikan dan dibalas gelengan oleh sang istri.


"Yes, yess!!!" Key memeluk Naya dengan perasaan bahagia yang sulit ia jabarkan. "Kamu hamil, Honey! Kamu hamil," pekiknya kegirangan.


Satu bulir air mata jatuh begitu saja dari sudut matanya. Bahagia dan haru menyelimuti perasaan sepasang suami istri itu. "Aku jadi Papa, aku jadi Papa!"


"Makasih Honey, makasih! Aku, aku bahagia banget," teriaknya setelah melerai pelukan. Lalu, mengecup kembali seluruh wajah istrinya itu bertubi-tubi.


Perjuangan mereka setiap waktu membuahkan hasil memuaskan. Meski disarankan untuk menunda terlebih dahulu, agar Naya bisa fokus kuliah. Namun, itu tidak dihiraukan pasangan tersebut. Key tidak sanggup untuk menembakkan laharnya diluar ataupun memakai pengaman sesuai saran sang Mama. Ia yakin sudah siap untuk menjadi orang tua bagi keturunnanya.


Terlalu senang, Key turun dari mobil menggendong Naya dan mendudukkan sang istri ditap mobil. Meski sempat memberontak karena malu, namun Naya hanya bisa pasrah mendapat perlakuan suaminya itu. Hal lain semakin mengejutkan gadis yang sebentar lagi akan merubah statusnya menjadi seorang Ibu itu, saat Key berteriak.


"Hei semuanya, dengerin gue! Gue punya pengumuman penting," Sontak atensi pun berpindah pada pria itu.


Key mengangkat benda stik ditangannya itu tinggi-tingi. "Istri gue hamil. Naya gue hamil!Gue bakal jadi seorang ayah! Gue jadi ayah, woy!" teriaknya girang yang kemudian menciumi perut Naya bertubi-tubi.


Sontak hal itu membuat semua orang tercengang. Namun, tak ayal tepuk tangan pun bersahutan dari penghuni kampus yang menyaksikan drama Key itu. Bahkan, ucapan selamat pun dilayangkan oleh mereka. Naya hanya menunduk karena malu. Sungguh kelakuan Key begitu tak terduga. Namun, tak dipungkiri rasa bahagia benar-benar ia rasakan.

__ADS_1


"Makasih baby, sudah tumbuh di rahim Mama. Papa mencintaimu!"


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2