Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Olahraga malam


__ADS_3

"Sshh Mmmhh"


Suara de sa han silih bersahutan menggema di sebuah ruang temaram. Merasa hari sudah sangat larut, membuat pasangan pengantin baru itu tidak memedulikan sekitar.


"A Key ...." Suara Naya tertahan saat dengan semangat ia bergerak lincah diatas pangkuan Key..


"Iya, Sayanghh!" balas Key dengan suara yang teramat parau.


"Sebaiknya, kita pindah! Takutnya ada orang mmhhh," pinta Naya sedikit celingukan melihat keadaan.


"Nanggung Sayanghh, bentar lagih!" balas Key dengan rasa yang semakin sulit ia kendalikan.


"Tapi mmh, nanti uhhh ..." Naya tidak mampu meneruskan ucapannya. Ia sudah tidak mampu lagi, bergoyang diatas pangkuan suaminya.


Key yang mengerti, segera merebahkan tubuh ramping itu di atas sofa dan mulai memompanya kian cepat. Suara keduanya semakin tak terkendali, hingga erangan panjang mengakhiri aktifitas mereka.


Benar saja, tanpa mereka sadari. Seseorang tengah mengintip dari sela pintu yang terbuka. Wajahnya memucat mendengar suara mereka. Meski ia tidak bisa melihat keadaan didalam dengan jelas, namun samar-samar ia melihat seluit keduanya.


Glek!


Ia menelan salivanya susah payah seraya menahn degupan di dadanya. 'Ya Allah Gusti, kenapa atuh aku teh harus lihat adegan itu?' rutuk Ningsih dalam hati.


Saat tertidur, tiba-tiba saja gadis muda itu merasa haus dan hendak mengambil air ke dapur. Namun, siapa sangka? Ia harus berhenti disebuah ruangan gym saat mendengar suara-suara lucknut tersebut. Merasa penasaran, ia justru mengintitp. Bahkan, menontonnya.

__ADS_1


Gadis itu komat kamit dan hendak meninggalkan tempat tersebut, namun ia dibuat kaget saat dua wanita ternyata berada tidak jauh dibelakangnya. Hampir saja ia berteriak dan menggegerkan seisi rumah, jika salah satu dari wanita itu tidak membekapnya.


Ketiganya pun memilih menjauh dari tempat mereka berdiri. Segera Ningsih membuka bekapannya saat sadar siapa mereka. "Mbak Ati, Bi Tarsih?" kagetnya. "Kalian?" tunjuknya.


Kedua wanita itu hanya berdehem, karena mereka pun ikut andil menyaksikan drama sepasang pengantin itu didalam ruang gym. Ningsih hanya mampu menghela napas kasar mengingat kembali kelakuannya barusan.


Sementara kedua pelaku yang baru menyelesaikan aktifitas mereka sudah kembali berpakaian rapih. Key kembali mengenakan kaos dan boxernya. Sementara Naya kembali mengenakan piyama, dengan lampu sudah terang kembali.


"Issh kamu mah, kalo ada yang denger gimana?" kesal Naya mencubit roti sobek yang sudah tertutup kaos itu.


"Mana ada. Jam segini orang-orang udah pada merem. Mana ini ruang kedap suara lagi," sangkal Key mengusek pucuk kepala sang gadis. "Tapi ... Suka 'kan?" goda Key mendekatkan wajahnya.


Naya hanya berdecak malu seraya menoyor wajah Key yang terlalu dekat. Tentu saja, aktifitas mencari pahala sudah bagai candu untuk sepasang pengantin baru itu. Dimana pun dengan keadaan bagaimana pun, keduanya dapat melakukan hal itu. Key tertawa kecil seraya mendekap tubuh yang kini duduk di sampingnya itu. Mengecup kepala istrinya itu berkali-kali.


"Kayaknya olahraga kita udah cukup. Tidur yuk!" ajak Key.


"Olah raga apanya, kita teh belum ngapa-ngapin?" tanya Naya heran.


"Ini ... Kita habis olahraga malam 'kan?" Kekeh Key dan sama ditanggapi kekehan gadis itu.


Key berdiri, kemudian menggendong Naya ala bridal style, hingga gadis itu sedikit tersentak kaget. "Ngapain di gendong?" tanya Naya terkejut.


"Aku tau tenagamu udah habis. Jadi, biar aku gendong aja," ledek Key.

__ADS_1


"Isshh siapa bilang? Enggak atuh! Udah turunin berat!" elak Naya.


"Ya udah bagus, kalo gitu. Masih kuat 'kan? Kita ngulang," celetuk Key tanpa dosa.


Sontak Naya menganga mendengar celetukan suaminya. "Tunggu, maksudku teh-Mmmpph" Belum sempat Naya meneruskan ucapannya, Key sudah membungkam bibirnya.


"Udah gak usah protes! Mau ngulang disini, apa di kamar?" tawar Key. Naya bungkam dengan memberenggut kesal.


Hal itu membuat Key tersenyum menang dan segera berjalan untuk kembali ke kamarnya. Key hendak meraih handle pintu, namun ia terdiam, saat sadar pintu itu tidaklah tertutup rapat.


"Pintunya?" tanya Key menatap Naya melongo.


"Aaahhh A Key!!!"


**


Hari keberangkatan sepasang suami istri itu pun tiba. Kini keduanya sudah sampai di Bandara untuk menaiki pesawat umum. Meski Key dan Naya harus bersitegang dulu untuk memilih pesawat mereka. Namun, akhirnya Key pasrah mengikuti keinginan sang istri.


"Udah gak usah cemberut. Enak tau, kita ikut bareng-bareng kayak gini," bujuk Naya. Namun hanya ditimpali dengusan kesal oleh pria tampan itu.


Naya begitu menikmati perjalanan, sementara Key masih merasa sedikit kesal. Untuk mencairkan suasana, Naya terus membujuk Key dengan segala hal. Tawar menawar sevis pun dilakukan pasangan itu, hingga akhirnya pria itu kembali tersenyum. Tidak lupa mereka juga merekam momen di dalam pesawat untuk mereka bagikan nanti. Naya sendiri sudah tidak sungkan untuk membagikan momen mereka berdua di laman ig nya. Acara pernikahan pun, menghiasi postingan mereka. Hingga tidak ada lagi yang berani mendekati Key ataupun Naya.


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2