
Naya memberenggut kesal, saat dengan jahil Key terus saja menggangunya. Dari mulai memasukan bahan yang tidak perlu kedalam masakan, berulang kali mencicipi dan terus berkomentar seperti seorang juri, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Bahkan hal yang paling membuat gadis itu terkejut, tiba-tiba Key memeluknya dari belakang seraya mengecup leher Naya gemas, hingga membekas merah. Menggelegar sudah suara Naya dari dapur. Hingga membuat orang tua mereka di dalam sana khawatir.
Entah apa yang merasuki pria tampan itu, hingga sukses membuat Naya teramat kesal. Gadis itu terus memalingkan wajah enggan bersitatap dengan Key.
"Honey! Maafin aku, dong! Tadi tuh aku cuma greget karena saking bahagianya, sumpah!" bujuk Key seraya mencoba meraih kedua tangan gadis itu. Namun, ditepis oleh Naya.
"Plese atulah, maafin Aa, ya!" bujuk Key lagi memelas.
Naya sedikit menyunggingkan senyum saat tiba-tiba Key memanggil dirinya sendiri 'Aa'. Namun, Naya masih bersikukuh tidak mau menatap padanya.
"Aa janji! Mulai sekarang gak akan kurang ajar lagi. Gak akan main sosor dulu, sebelum kita halal. Cuma pegang tangan aja, gak apa-apa 'kan ya? Kita bukan santri, jadi gak akan batal dah?l!" cerocos Key yang mana membuat Naya melipat bibir menahan tawa.
"Jadi ... Maafin ya, ya!" rengek Key dengan manja.
Interaksi sejoli yang kini duduk berdua di kursi teras itu pun menjadi bahan intipan ketiga wanita dari jendela. Tentu mereka penasaran akan masakan yang ditinggal begitu saja oleh Naya yang keluar dan di buntuti oleh Key.
"Mereka berantem?" bisik Oma Ay bertanya.
"Kayaknya gitu," kekeh Sena cekikikan.
"Mereka lucu sekali," celetuk Santi ikut cekikikan.
"Kalian ngapain malah ngintipin? Kayak gak pernah muda aja," ledek opa Ar yang baru keluar dari kamar mandi.
"Suutt!! Papa mening sini aja deh lihat juga!" peringat Sena. Opa Ar hanya menggelengkan kepala melihat ketiga wanita itu yang begitu kompak, seraya mendudukkan diri di sofa.
"Dari pada kalian ngintip, lebih baik kalian cek sayur di dapur! Mungkin aja udah gosong," celetuk opa Ar, yang seketika membuat ketiga wanita itu tersadar.
"Ya ampun Gusti, sayur!" pekik Santi.
__ADS_1
Gegas Santi ngibrit dan disusul juga oleh Sena ke dapur. Sementara oma Ay hanya terkekeh melihat mereka dan kembali mendudukkan diri di samping suaminya.
"Bi, kamu udah hubungi siapa aja?" tanya oma Ay pada sang mantu yang sibuk dengan benda pipihnya.
"Belum," balas Abi singkat.
"Terus itu, sedari tadi kamu ngapain?" tanya oma Ay heran, begitupun opa Ar.
"Aku lagi cek beberapa laporan masuk dari Gilang," balas Abi.
"Ya ampun, dia malah kerja!" oma Ay menggelengkan kepala merasa tak percaya, sementara opa Ar hanya terkekeh menanggapi.
**
Diluar, Key tak menyerah membujuk gadis itu agar berhenti marah. Hingga tiba-tiba saja suara dering ponsel Key menghentikan rengekkannya. Ia meraih ponsel dari saku celananya, panggilan yang ternyata dari mantan pacarnya Beby.
"Ngapain lagi sih, nih anak?" gumam Key. Tak ingin memedulikan, ia pun mematikan panggilan tersebut.
Naya meanutkan alis saat tau siapa yang memanggil. "Kenapa gak diangkat?" sindirnya.
Key menghembuskan napas panjang, akhirnya gadis itu bersuara juga, meski dengan nada yang ketus. "Apa perlu aku angkat?" tanya balik Key, namun tidak ditanggapi gadis itu.
Ia meraih ponsel dari Naya dan kembali mematikan panggilan tersebut. Kemudian, ia memblokir nomor para gadis yang menurutnya tidak penting di hadapan kekasihnya itu. Memblokir juga semua grup yang memasukkan nomornya. Tentu hal itu membuat Naya menatap Key.
"Ini sebagai salah satu bukti keseriusan aku. Aku tidak perlu wanita manapun, kecuali kamu!" ucap Key yang masih sibuk dengan layar ponselnya.
Naya tersenyum tanpa menjawab. Ia terus memperhatikan gerak gerik Key yang juga mengotak atik media sosialnya. Mengganti foto profil di laman ig nya yang tengah sendiri dengan foto berdua bersama Naya saat di ambil di acara nikahan Zea kemarin.
"Hem? Foto ini?" tanya Naya yang baru sadar akan foto tersebut.
"Keren 'kan? Udah kayak foto prewed kita," ucap Key dengan bangga dan dibalas decihan disertai senyum oleh Naya.
__ADS_1
Tidak sampai di situ, Key juga mengganti bionya dengan nama lengkap Naya yang diakhiri emot love. Tentu saja hal itu membuat Naya tertawa.
"Isshh lebay!" ledeknya. "Ganti lagi atuh, A. Malu ih!"
"Biarin! Biar seluruh dunia tau. Kalo Kannaya putri, hanya miik Aa Key seorang," balas Key dengan bangga menepuk dada. Tampolan gemas dilayangkna Naya pada bahu kekasihnya itu, disertai tawa renyah.
Key tersenyum senang melihat lagi tawa gadis itu. Ia juga mengunggah beberapa foto dengan latar yang sama seperti foto profil, dengan caption "Bismillah selangkah lagi menuju halal" yang diakhiri beberapa emot, seperti love dan harapan.
Baru saja beberapa detik berhasil diunggah, postingan tersebut sudah mulali di banjiri tanggapan dan berbagai komentar. Tentu, kebanyakan dari mereka adalah para gadis penggemarnya yang mendadak patah hati berjamaah. Namun, ada juga beberapa dari keluarga yang menanggapi kabar baik mereka.
Terlihat memang foto keduanya yang nampak begitu serasi dengan balutan kain yang senada. Senyum terukir manis dari bibir sejoli yang ternyata diam-diam sudah merajut cinta saat itu. Hingga orang-orang yakin, foto tersebut adalah salah satu prewed sejoli itu.
"Jadi ... Aku benar-benar gak akan memiliki kesempatan, Nay?" Seorang pria menatap sendu postingan Key yang menggegerkan semua orang itu.
Daniel hanya mampu menghembuskan napas dalam, saat ternyata tak ada lagi harapan untuk hanya sekedar mengungkapkan perasaannya pada Naya.
Sementara Beby nampak syok berat saat melihat postingan tersebut. Ia tak menyangka, Key benar-benar melabuhkan hatinya untuk gadis yang ia klaim sendiri sebagai sepupunya itu.
"Aarggghh Naya sialan! Gue benci, gue benci!" teriak gadis itu histeris memukul bantalnya sendiri. Ia menangis mengacak-ngacak rambut dan melempar seluruh bantal, hingga berhamburan.
"Key!!!" jeritnya, yang diakhiri tangis tersedu-sedu dari gadis itu.
**
Satu minggu berlalu ....
Naya dan Key sudah kembali memasuki kampus dari beberapa hari sebelumnya. Keduanya begitu fokus akan mata kuliah mereka seperti yang mereka janjikan pada Abi. Lebih tepatnya, Key. Karena bagaimana pun, Naya bukanlah orang seperti Key. Sebagai syarat menikah, Key di tuntut untuk segera menyelesaikan skripsi sebelum hari H dimulai. Mengejar ketertinggalan yang seharusnya sudah mendapat gelar S1.
Tentu siapa yang tidak tau siapa sosok Key? Tidak ada kata serius sebelumnya dalam hidup pria itu. Hingga sekarang, ia pun harus rela mengejar ketertinggalan nya itu demi menikahi sang gadis pujaan.
"Gue bisa! Gue pasti bisa! Demi Naya, demi masa depan!"
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*