Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Curiga


__ADS_3

Hari terus berlalu. Tidak ada drama morning sickness atau ngidam seperti yang terjadi pada ibu hamil lainnya, seperti mak othor. Eaak! Justru si ibu hamil ini begitu semangat dalam segala hal.


Si calon Ayah yang begitu overprotektif itu, tidak membiarkan sang istri untuk melakukan pekerjaan apapun, bahkan pergi ke kampus sekalipun. Ia memilih jalur online untuk pendidikan istrinya itu. Sementara Key sendiri, setelah menyelesaikan skripsi dan wisuda, mulai sibuk belajar dikantor pusat bersama sang Papa.


"Sini, A. Biar aku bantu!" Naya meraih dasi yang hendak digunakan Key hari ini.


"Udah gak usah, biar aku pakai sendiri. Kamu istirahat aja!" tolak Key meraih dasi tersebut dari tangan sang istri.


'Kok, kayanya teh A Key gak mau ya, aku layani?' batin Naya bertanya-tanya. 'Apa mungkin dia teh bosen sama aku? Udah gak cinta lagi?'


Wanita itu mendudukkan diri di tepi ranjang seraya memperhatikan gerak gerik suaminya didepan cermin besar. 'Gimana atuh kalo dia punya cewek lain?' batinnya khawatir.


Key nampak sibuk dan tidak memperhatikannya. Hal itu semakin membuat Naya menaruh curiga. Bahkan, Key segera menyelesaikan tugasnya dan segera berangkat.


"Aku berangkat ya!" ucapnya sedikit tergesa, seperti tengah ditunggu seseorang.


Belum sempat Naya memberi salam, pria itu sudah berlalu begitu saja dari kamar. Melupakan kecupan di kening dan perutnya. Hal itu membuat Naya melongo. Tidak habis pikir, suaminya bisa berubah seperti itu.


"Tuh 'kan ada yang aneh dari dia!" ucapnya bermonolog sendiri.


Naya berdiri, dengan perasaan mulai tak tenang. Mengingat sisi Key yang dulu, membuat si ibu hamil itu ketar ketir. Ia berdiri di depan cermin besar untuk memperhatikan penampilannya. Kedua pipinya mulai chubby, berpindah pada tubuh yang mulai berisi. Mungkinkah Key mulai berubah karena bentuk tubuhnya yang juga mulai berubah?


"Nggak, aku gak akan biarin A Key, berpaling pada wanita lain. Pokoknya mah aku harus cari tau, apa yang terjadi padanya!" tekadnya dalam hati.

__ADS_1


Segera si ibu hamil itu membersihkan diri, setelah sebelumnya memesan taxi online. Ia akan keluar diam-diam dari rumah, tanpa sepengetahuan siapapun. Karena dapat dipastikan kelakuannya akan dilaporkan pada suaminya itu.


**


"Bagaimana? Apa sudah siap?" tanya Key pada seorang wanita berpakaian formal. Namun, terlihat begitu sexy.


Wanita itu tersenyum manis. Segera ia mendekat dan membantu Key melepaskan jas yang melekat ditubuh tegap nya. "Tentu saja, saya sudah siapkan apa yang Pak Key mau!" balasnya.


Key menarik satu sudut bibirnya. Ia memberi kode agar wanita itu mendekatkan diri. Lalu, memiringkan wajah untuk membisikkan sesuatu pada wanita tersebut. Namun, hal itu tidak terlihat demikian di mata Naya yang mematung diambang pintu.


Naya mengepalkan tangan melihat kelakuan suaminya yang seperti tengah melakukan hal tak senonoh dengan sekertarisnya. Tanpa sapaan, tanpa basa basi. Ia menarik rambut wanita yang membelakanginya itu, hingga keduanya memekik kaget.


"Ho-Honey!" pekik Key gugup.


"Aww! Awww, sakit!"


"Eng-Enggak gitu, Honey. Ini salah paham!" bela Key mencoba menjelaskan. "Kamu tenang dulu!"


"Apa kamu bilang, salah paham?"


"Aww, aww apa yang anda lakuin, lepasin sakit!" ringis wanita itu.


Naya melepaskan rambut wanita itu dengan sedikit kasar, hingga membuatnya tersungkur tepat ke dada Key. Reflek pria itu menahan kedua lengan sang wanita.

__ADS_1


"Aww sakit, Pak!" ringis wanita itu.


"Honey!"


Naya tersenyum sinis. Ingin sekali ia menjambak wanita itu lebih kasar. Namun, rasanya percuma. "Kenapa, mau belain? Dasar kadal mesum. Peluk aja terus!" kesalnya.


Key yang tersadar, segera melepaskan lengan sekretarisnya itu. "Nggak, Honey! Aku gak meluk! Beneran," elaknya.


"Aku teh gak percaya! Dasar lalaki playboy. Gak punya perasaan. Hewa aing ka maneh (aku benci sama kamu)!" kesal Naya dan segera berlari dari ruangan itu.


"Tunggu, Honey! Kamu mau kemana? Aku bisa jelasin!"


Sontak Key kelabakan. Ia ingin mengejar, namun langkahnya tersendat oleh wanita dihadapannya. Saat ia ke kiri, wanita itu ikut ke kiri, pun sebaliknya. "Ck! Apaan sih lu minggir!" bentaknya kesal.


"I-iya, Pak!" balas wanita itu gugup. Ia yang ikut panik, justru menghalangi langkah Key.


Segera Key berlari untuk mengejar sang istri. Saat keluar dari ruangan. Ia tidak mendapati wanita tecintanya itu dan dapat dipastikan Naya sudah turun memasuki lift. Gegas ia mendekati lift yang ternyata tengah berjalan. Ia mencoba membuka lift disebelahnya. Pria itu sempat kesal karena harus menunggu beberapa saat. Hingga akhirnya ia bisa memasuki kotak besi tersebut.


Perasaan Key kian gelisah. Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu. Ia merutuki dirinya yang sudah membuat wanita itu kesal dan marah.


"Smoga kamu gak salah paham!"


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2