Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy
Kamu ... Luar biasa


__ADS_3

Key melongo melihat keadaan ruangan luas itu sudah dipenuhi banyak orang, yang tak lain seluruh anggota keluarganya. Bukan itu saja! Seseorang yang sukses membuat ia hampir gila, ternyata berada ditempat itu. Dengan penampilan cantik dan senyum merekah dibibirnya, Naya menyambut Key di stand yang pria itu persiapkan sebelumnya.


Tanpa memedulikan yang lain, Key memilih berlari mendekat pada sang istri dan segera mendekapnya erat. "Jangan pergi lagi! Kau membuatku takut," lirihnya dengan air mata yang tidak dapat ia bendung lagi.


Rasa khawatirnya hilang seketika. Berganti dengan rasa bahagia saat melihat kembali wanita tercintanya itu. Naya tersenyum dan membalas memeluk tubuh tegap itu.


"Aku mana bisa pergi atuh. Kamu 'kan gak pernah kasih izin," balas Naya.


"Maafin aku, maafin aku, Nay!" sesalnya disela isak tangis.


"Aku yang harusnya teh minta maaf. Hapunten nya, A. Udah salah paham. Aku sempat raguin kamu," balas Naya.


"Nggak, aku yang salah. Aku terlalu bersemangat membuat kejutan buatmu, sampai aku lupa dan mengabaikanmu. Maafin aku, maafin aku!" selak Key diakhiri tangis sesenggukan.


"Udah atuh A, gak usah nangis. Isin atuh, masa iya, calon bapak cengeng? Tuh di ketawain yang lain juga," Naya mencoba menenangkan.


"Aku gak peduli. Aku pengen nangis!" Bukan berhenti, Key semakin kencang menangis. Ia benar-benar tidak peduli akan orang-orang yang tengah tertawa menontonnya.


Semua keluarga hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan pria itu. Sungguh mereka tak mengira, Key akan selunak itu jika menyangkut pawangnya. Key yang sangat menjunjung tinggi martabatnya sebagai seorang pemain wanita dan tidak peduli akan perasaan mereka, berubah seratus delapan puluh derajat saat di pelukan istrinya.


"Haisshh, ternyata buaya bisa bucin juga," ledek Cheryl.


"Bukan bucin, itu mah lebay!" sambar Arga, disela gelak tawanya.


"Aku curiga, jiwa dia ketuker sama romeo," celetuk Cheryl.


"Bukan ketuker. Tapi dia kena karma. Untung aja karmanya baik," balas Arga.


Keadaan semakin riuh. Namun, itu tak menyulut amarah Key sama sekali. Pria itu sibuk dengan dunianya sendiri. Berulang kali ia mendaratkan kecupan di kepala istrinya itu, hingga beralih ke perut sang istri yang mulai sedikit membuncit.


"Udah, katanya mau bikin kejutan. Mana?" tanya Sena menghampiri keduanya.


Key berdecak kesal. Tentu saja, kejutannya ambyar seketika. Bukan Naya yang terkejut, justru ia sendiri yang terkejut. "Udah gak laku," celetuknya dengan wajah memberenggut.


Sena dan Naya terkekeh mendengar jawaban itu. "Ya udah lanjut aja! Acara tiup lilinnya belum 'kan?" titah Sena.


Key menghembuskan napas berat. Kemudian, ia memulai acara tiup lilin yang akan dilakukan Naya. Tidak hanya keluarga Key saja, Santi juga ternyata sudah stay disana. Tidak lupa keluarga Oma Feby yang sudah menjadi besan Oma Siska, ikut hadir. Keluarga dari Cheryl pun ikut memeriahkan acara ambyar yang ternyata begitu membahagiakan, karena ramainya keluarga gesrek itu berkumpul. Hanya keluarga Aska dan Kia saja yang tidak dapat hadir. Jarak yang memisahkan membuat mereka sullit untuk sering berkumpul seperti itu.


"Selamat ulang tahun nya, Neng geulisna Ibu. Tahun sekarang, kamu harus lebih bahagia. Dikelilingi orang-orang baik, yang sayang sama kamu. Tahun ini juga, kamu sudah menjadi istri sekaligus Ibu. Jangan lupa buat banyak bersyukur ya, Neng?" nasehat Santi untuk putri tercintanya.


Air matanya jatuh memeluk tubuh sang putri yang kian dewasa. Jika tahun-tahun sebelumnya ia akan merayakan ulang tahun itu berdua, sekarang ia sangat bersyukur dapat merayakan ulang tahn putrinya itu dengan keluarga besar yang tidak pernah ia bayangkan.

__ADS_1


"Iya, Ibu. Nay sangat-sangat bersyukur, atas hidup Nay yang sekarang. Allah begitu baik, memberi Nay Ibu yang hebat, suami yang sempurna, dan keluarga yang luar biasa. Sungguh gak ada lagi nikmat yang bisa ku dustakan!" balas Naya.


Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara tersebut. Setelah satu persatu anggota keluarga memberi selamat. Kini berlanjut dengan acara makan malam. Namun, tidak dengan bintang malam itu yang memilih memasuki kamar yang sudah Key siapkan.


Kamar presidential suit yang sudah Key tata sedemikian rupa dengan bantuan sekertarisnya, nampak begitu sempurna sesuai harapan.


"Selamat ulang tahun, Honey!" ucap Key memeluk tubuh Naya dari belakang.


Kini sejoli itu tengah berdiri didepan jendela besar. Menikmati pemandangan malam yang menawan dari ketinggian tempat mereka berpijak.


"Makasih ya, A!" balas Naya mengusap tangan yang bertengger diperutnya itu.


"Maaf, aku belum bisa membahagiakanmu dengan benar," cicit Key.


Naya tersenyum. "Bahagiain dengan benar teh, yang kayak gimana atuh?" tanyanya terkekeh.


"Ya, kamu lihat aja. Cuma untuk bikin kejutan aja buatmu, aku gak mampu," keluh Key.


Naya semakin terkekeh. Lalu, wanita itu membalikkan tubuh ke hadapan suaminya itu. Melingkarkan kedua tangan dileher Key. "Kamu tau? Kamu udah lakuin yang terbaik," ucap Naya serius.


"Dengan kamu merubah cara pandang hidup saja, itu udah sangat baik. Kamu bisa menghargai aku sebagai istri kamu, mencintai aku sebagai seorang wanita, menjadikan aku satu-satunya prioritas kamu. Kamu bisa menghormati orang tuamu dan berbesar hati untuk berjuang keluar dari segala trauma yang pernah memimpinmu. Kamu juga mampu berhenti main-main dan siap menata masa depan untuk kehidupan anak-anak kita kelak. Kamu tau? Kamu tuh luar biasa. Kamu bisa melewati semua yang belum tentu, orang lain bisa!" jelas Naya.


"Aku mencintai kamu, karena itu kamu. Tidak peduli bagaimana masalalu kamu, aku tetap memilih hidup bersamamu."


"Aku mencintaimu, Naya. Lebih dari segalanya!"


**


"Eurrgghh!!!"


Erangan panjang terdengar dari ruangan luas dan temaram itu. Key terjatuh di atas tubuh sang istri, setelah mencapai pelepasannya.


"Sayang sekali, jamunya gak jadi dipesan," celetuk Naya. Saat mengingat kejadian salah paham pagi tadi adalah pemesanan jamu untuk memusakan dirinya.


"Sebaiknya kita teh mandi, terus tidur. Yuk!" ajak Naya mengusap rambut suaminya. Wajah Key masih tenggelam diantara ceruk wanita itu.


Key bangkit menatap wajah cantik Naya. "Yakin gak mau ngulang?" tanyanya menyeringai dengan mata sudah kembali berkabut gairah.


Bukan itu saja, Naya bahkan merasakan benda yang masih menyelam di dalam dirinya kembali menyesakkan. Sontak saja hal itu membuat Naya membelakak kaget. "Gimana bisa?"


Belum juga Naya berkomentar, Key sudah kembali men cum bu wajahnya. Membiarkan ia hanya mampu mengeluarkan suara-suara sexy yang semakin membangkitkan gairah keduanya. Pergulatan pun semakin panas dan enggan berhenti. Hormon ibu hamil benar-benar membuat wanita itu kehilangan jati dirinya.

__ADS_1


"Gimana bisa? Bukannya kamu gak minum jamu itu?"


"Ya, harusnya begitu. Sampai aku terpaksa harus berterima kasih pada Arga."


Satu jam sebelumnya ....


"Lu berhutang sama gue!" Arga memberikan sebuah bingkisan kecil pada Key.


"Apaan nih?" tanya Key heran.


"Bukannya memalukan harus terus menerus kalah duluan?"


"Ck! Sialan lu!" umpat Key menoyor kepala Arga. Namun tentu saja di akhiri seringai pria tampan itu.


Kembali ke ranjang~


"Ahh Arga terbaik!" de sah Naya, setelah mendengar cerita Key.


"Enak aja, aku yang terbaik!" sela Key tak terima.


"Tetap aja, Arga paling perhatian!"


"Nggak, pokoknya aku yang paling perhatian."


"Iya deh iya .... Key paling segalanya!"


Gelak tawa mengiringi permainan panas sejoli itu. Malam yang panjang sepertinya akan terlewati tanpa sela kedinginan sedikitpun diantara mereka.


... ...


...********SELESAI********...


"Jangan pernah takut untuk memperbaiki diri! Meski terlihat sulit, nikamatilah setiap prosesnya. Layaknya kepompong yang tidak menyerah untuk menjadi kupu-kupu. Meski keindahan itu sebentar. Namun, kamu akan menghargai makna dari proses tersebut ..." -Mak Othor-


...----------------...


Makasih untuk semua readers yang selalu mendukung karya author. Jangan sedih ya, kita pisah sampai disini sama Key dan Naya. Ceritanya emang udah selesai kok. InsyaAllah nanti dikasih extra part atau novel baru yang menceritakan kehamilan Naya dan Cheryl. Kita beralih dulu ke Zea dan Darren yaa! yang belum nambahin "Benih Pengikat" yuk buruan! InsyaAllah bulan depan juga mau angkat cerita Ara sama si om Iky. Pantengin terus ya, sampe mak othor berojol🙈 Salam sayang dari mak othor buat kalian semua. Sehat selalu yaa😘😘



Makasih readers sayang. Salam kadal mesum😙 ooppss! Maafken Honey🙏

__ADS_1



Si Aa minta di tabok gaiss😒 Jumpa lagi ya sayang-sayang Nay😘


__ADS_2