
Setelah membantai habis semua bangsawan, Leona juga menjarah harta benda mereka, bahkan membobol kekayaan mereka yang tersimpan di bank lalu membagikannya kepada tawanan yang sempat di lelang.
Kini Leona membagikan sekantong koin emas untuk mereka sesuai harga jual di pelelangan dan berkata dengan tengil, "Ini adalah uang hasil pelelangan diri kalian. Kalian bisa bebas sekarang dan gunakan uang itu untuk hidup kalian."
"Terimakasih, Nona. Berkat Anda, kami semua bisa bebas." Sahut salah satu diantaranya.
"Kalian bisa pergi dan memulai hidup baru dengan uang itu." Ucap Leona pada mereka membuat mereka saling tatap. Gadis itu telah menyelamatkan hidupnya.
"Kami akan ikut dengan Anda, Nona." Jawab mereka serentak.
"Terserah kalian." Ketus Leona yang kini badmood. Dia mengira jika mereka akan segera pergi mencari kehidupan yang baru, siapa sangka justru mereka akan mengikuti nya.
"Astaga, kau mendapat pengikut baru, Tuan Putri." Ledek Eura yang sukses mendapatkan jitakan penuh cinta dari Leona.
"Berisik!"
"Ngomong-ngomong, sisa uang ini akan kau apakan?" Tanya Iven. Leona berfikir sejenak lalu tersenyum sumringah.
"Tentu saja aku simpan sebagian karena ini uang pelelangan diriku." Sahutnya santai membuat mereka ingin sekali menjitaknya. Leona hanya menjulurkan lidahnya lalu mengambil sekantong besar koin emas dan melemparkan kepada Ribben yang berhasil di tangkap oleh pria itu.
"Oh, ya Sir Ribben, itu adalah upah karena kau telah menawarku dengan harga tinggi. Sesuai dengan perjanjian kita, bagaimana jika kita merayakan keberhasilan ini dengan makan-makan? Tentu kalian semua juga harus ikut. Aku yang traktir." Ujar Leona yang sukses membuat mereka heboh dan bersorak kegirangan.
"Oh, kalian juga harus ikut. Pertama-tama kalian ganti baju dulu." Tunjuk Leona pada mantan tawanan itu.
Calvian yang melihat penampilan itu hanya bisa menatap Leona rumit. Selama ini dia tidak pernah memperhatikan gadis itu yang notabene anak kandungnya sendiri sehingga dia merasa asing dan tidak mengenal karakter asli Leona.
Dan malam ini mereka semua menyewa satu restoran dengan Leona yang membayar mereka.
💠💠💠ðŸ’
"Akhirnya misi pertama kita telah selesai." Ucap Iven sambil meregangkan tubuhnya.
"Aku tak sabar menanti misi berikutnya. Ku harap lebih menantang." Eura menimpali.
Sementara Carl berpamitan dengan Duke Castallio diiringi oleh Iris dan Emillio. Sesekali Calvian dan Emillio mencuri pandang ke arah gadis itu yang tentu saja disadari oleh mereka.
"Kau tidak merindukan keluargamu?" Tanya Wei Tao.
"Tidak. Aku tidak peduli dengan mereka. Luka belasan tahun tidak akan bisa sembuh hanya dalam sekejap." Sahut Leona datar.
Mereka telah mengetahui bagaimana kehidupan Leona sejak berusia enam tahun dari pelayan yang bekerja di kediaman ini. Kala itu Leona baru saja kehilangan sang ibu, namun Duke dan tuan muda mereka malah menyalahkan gadis itu dan mengabaikannya. Apalagi sejak mengetahui Leona tidak memiliki sihir, mereka semakin mengabaikannya dan membawa Iris ke kediaman Castallio. Sejak saat itu Leona kehilangan haknya dan selalu sendirian.
__ADS_1
Hanya Lucas, beberapa pelayan dan prajurit yang menemani dan menghibur gadis itu. Bahkan mereka harus berpura-pura ketakutan di hadapan Leona jika Iris dan Duke berada di kediaman.
"Aku tidak tau bagaimana kehidupanmu. Setidaknya cobalah untuk berdamai dengan masa lalu. Aku tau itu sulit, tapi cobalah. Meskipun kau tidak harus memaafkan mereka." Sahut Wei Tao bijak.
"Aku akan mencobanya. Terimakasih."
Carl menghampiri mereka dan menepuk tangannya untuk menarik perhatian keempat murid-murid tengilnya.
'Plok'
"Baiklah, anak-anak~ Sekarang kita kembali ke Akademi dan melaporkan misi kita~ Setelah itu kita liburan bersama~"
"Liburan? Asiikk!!" Seru mereka bersamaan.
"Bagaimana jika kita pergi ke Bloom Mist? Aku dengar akan diadakan festival musim semi seminggu lagi." Seru Iven antusias.
"Ku dengar desa itu sangat indah. Aku ingin sekali ke sana." Lanjut Eura semangat.
"Kalau begitu kita harus cepat-cepat sampai di Akademi dan guru Carl harus mengajak liburan secepatnya." Tuntut Leona mutlak dan disusul dengan anggukan dari Wei Tao.
"Kalau begitu aku pergi duluan untuk mengambil liburan kita." Pamit Carl yang membuat mereka berempat menatapnya kesal.
"Itu curang! Bagaimana terjadi sesuatu pada kami?!" Seru Eura tak terima.
Kedutan kesal menghiasi wajah keempat remaja itu. Segera mereka berlari dengan kecepatan tinggi, bahkan Leona dan Kei melompati pepohonan dengan gesit seperti ninja yang berada di anime Naruto.
Sementara mereka yang masih menatap kepergian Leona dan ketiga temannya hanya bisa menatapnya kagum.
"Akhirnya aku melihat nona Leona kembali tersenyum setelah kematian Duchess."
"Aku bahkan kagum saat melihat nona sangat lincah melompati pepohonan. Sepertinya hasil latihan beliau dengan sir Arthur membuahkan hasil." Balas seorang prajurit.
Sementara Emillio dan Calvian hanya bisa menatap kepergian Leona dengan raut penyesalan dan perasaan bersalah. Mereka bahkan tidak lagi bertegur sapa karena Leona sibuk menyusun strategi penyergapan bersama teman-teman nya.
Iris hanya menundukkan wajahnya. Dia merasa tertinggal dengan kehebatan gadis itu. Dia yang tidak pernah latihan akan meminta guru terbaik untuk melatih sihirnya.
"Ayah, aku ingin guru terbaik untuk berlatih sihir." Pinta Iris dengan memasang ekspresi sedihnya.
"Bukannya kau memiliki banyak guru terbaik di Akademi? Sebaik apapun guru yang aku carikan, jika kau tidak mau latihan dengan serius akan percuma." Sahut Calvian dingin dan segera pergi dari sana.
"Kau itu pemalas yang tak berguna. Untuk apa kau memiliki sihir jika kau tak mau latihan? Kerjaan mu hanyalah berfoya-foya saja." Sinis Emillio pedas.
__ADS_1
Iris menundukkan kepalanya. Perkataan ayah dan kakaknya membuat gadis itu tertampar.
"Nona Leona selalu berlatih bersama kami sampai sekarat. Tekadnya yang tidak mudah menyerah membuat kami kagum. Meskipun dia tidak memiliki mana dan banyak rumor buruk yang beredar tentangnya, dia tetap optimis dan berlatih sangat keras." Ucap seorang prajurit senior dengan nada penuh pujian.
Emillio yang mendengar itu tertegun. Begitu pula dengan Iris. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana latihan yang di jalani oleh gadis itu.
💠💠💠ðŸ’
'Brakk'
"Sialan!! Siapa yang berani menghancurkan bisnisku?!" Raung Lydia sambil menggebrak meja dan membanting beberapa barang.
Suara berisik itu membuat ratu Errena Wilton memasuki kamar permaisuri yang kini terlihat seperti kapal pecah.
"Ada apa ribut-ribut begitu, permaisuri Lydia?" Tanya ratu Errena dan kini berdiri di hadapannya.
"Ini semua gara-garamu, kan?! Kau menghancurkan usahaku, kan?!" Tuduhnya kesetanan.
"Untuk apa aku melakukan hal itu? Jikapun aku melakukannya, aku hanya ingin memberi keadilan untuk rakyat, bukan untuk mementingkan diri sendiri." Sahutnya dingin.
Permaisuri Lydia menggeram marah. Dia ingin mencakar ratu Errena sekarang juga, namun diurungkan mengingat posisi Errena lebih tinggi darinya.
"Ku harap kau tidak membuat ulah lagi, Lydia. Kau sudah cukup menghancurkan orang yang tidak bersalah karena alasan konyolmu. Jika tidak ada rakyat, kau tidak akan bisa menikmati kekayaan yang kau pamerkan setiap hari. Jika tidak ada rakyat yang kau anggap rendahan, kau tidak akan bisa berada di posisi ini. Ah, aku lupa jika dalam darahmu mengalir darah rakyat jelata." Sinis ratu Errena dan segera pergi dari sana.
Suara pecahan kembali terdengar di ruangan milik Lydia membuat Errena menghela nafas. Dia sudah tau jika Lydia memiliki bisnis gelap untuk menghancurkan citranya.
Karena itu Errena bekerja sama dengan kaisar Ein untuk menggulingkan Raja Grambiel yang menurutnya sangat bodoh dan lemah itu dengan mendirikan akademi Moon Shadow yang terletak di pinggir kota yang berbatasan langsung dengan wilayah kekaisaran.
Mereka yang bersekolah di sana ditanggung langsung oleh ratu dan pihak Kekaisaran. Misi yang diberikan oleh akademi berasal dari Kekaisaran dan dari ratu serta para pendukung ratu, bahkan beberapa bangsawan netral.
Dan misi itu di sampaikan langsung oleh pengawal bayangan rahasia mereka agar tidak di curigai oleh raja dan permaisuri.
"Awasi gerak geriknya dan laporkan tindakannya padaku." Titah ratu Errena pada pelayan dan penjaga yang menjaga Lydia.
Pengawal dan pelayan di istana ini sebagian besar milik ratu yang merupakan lulusan dari akademi Moon Shadow. Mereka bergerak dalam perintah ratu dan berbaur dengan pelayan dan penjaga milik raja, ratu serta pangeran dan para putri.
"Baik, Yang Mulia."
Ratu Errena segera pergi meninggalkan tempat itu dengan mengeluarkan hawa intimidasi yang kuat, membuat beberapa pelayan dan penjaga merinding ngeri.
Semasa muda, ratu Errena merupakan seorang bangsawan sekaligus prajurit bayaran yang terkenal hebat. Dia bahkan mampu memusnahkan musuh seorang diri dalam sekejap mata.
__ADS_1
Selain itu, Errena juga terkenal jenuis serta memiliki aura kepemimpinan yang kuat, membuat siapapun tunduk di bawah perintahnya dan sangat menjunjung keadilan dan kesetaraan serta kejujuran yang membuatnya di cintai oleh rakyat Seanthuria.
"Tunggu kehancuran kalian." Gumam Errena sambil tersenyum miring. Selama ini dia telah mengetahui jika raja dan permaisuri bermain kotor di belakangnya, memusnahkan sebagian besar rakyat yang tak bersalah dan melakukan perdagangan ilegal yang di larang oleh pihak kekaisaran.