Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke

Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke
Bab 89


__ADS_3

Rencana mereka digagalkan oleh Iris. Sontak Leona merasa geram dengan gadis itu. Tidak bisakah dia membaca situasi terlebih dahulu? Dia benar-benar bodoh atau bagaimana yang membuat mereka ingin mengubur gadis itu hidup-hidup.


"Sianjing itu ngapain ikut-ikutan nimbrung? Skak mat sama si raja kegelapan, tau rasa, kan? Untung yang ke sentil cuma perutnya. Coba deh sentil usus sama hatinya." Gerutu Leona yang membuat Jim menoyor kepala keponakan cantiknya itu dengan gemas. Sementara beberapa orang yang mendengar gerutuan gadis itu hanya meringis.


"Mulutmu itu, Leo." Tegur Jim.


"Kenapa Paman? Berisik atau seksi? Selama ngomongnya ga dibayar, aku akan ngomong." Racau Leona kesal.


"Untung keponakan yang berguna dan sayang. Jika tidak, kau sudah ku mutilasi." Gerutu Jim yang dibalas dengan cengiran tanpa dosa. Leona mencium pipi sang paman yang sukses membuat pria itu mematung.


"Aku juga sayang Paman sampai-sampai aku ingin menjadikan wajah tampanmu itu pajangan saking tampannya."


Keduanya saling melemparkan deathglare andalan lalu membuang muka. Sementara beberapa orang hanya bisa menghela nafas melihat cekcok itu, bahkan beberapa ada yang melongo.


Mereka kembali siaga saat melihat kejadian di depan mata mereka, dimana raja kegelapan menatap Iris penuh permusuhan.


"Beraninya kau yang sebagai calon putri Mahkota berbicara padaku? Aku pikir kau itu putri Mahkota, rupanya hanya calon. Menggelikan." Cibir nya pedas.


Iris terbatuk dan berusaha berdiri. Rasa sakit akibat serangan raja kegelapan membuatnya ingin menangis, namun dia memilih duduk karena tubuhnya terasa sakit. Matanya sudah berkaca-kaca dan siap untuk tumpah.


"Sepertinya putri Mahkota kerajaan ini tidak memiliki pengalaman dalam medan perang. Benar-benar sangat lemah." Cercanya lagi dengan nada menghina.


Iris hanya bisa menahan emosi mendengar hinaan yang dilayangkan padanya.


"Apa yang ingin kau lakukan di sini, Nona Iris?" Tanya kaisar Ein dengan jengkel. Rencana yang telah mereka susun berantakan gara-gara gadis itu.


"Sa-saya hanya ingin menyambut kedatangan kalian. Ta-tapi sepertinya keberadaanku mengganggu kalian." Cicitnya ketakutan sambil memasang ekspresi sedih berharap kedua pria itu luluh.


Kaisar Ein berjalan mendekati Iris lalu berjongkok di depannya. Dengan kasar pria itu mencengkram wajah gadis itu hingga matanya berkaca-kaca.


"Apakah kau bodoh? Kau tidak bisa melihat situasi? Raja kebanggaanmu dan tunangan tercinta mu itu baru saja membangkitkan raja kegelapan. Kau tau artinya, kan?" Cerca kaisar Ein dengan berbisik.


"Ya, pria itu adalah raja kegelapan dan kau baru saja menghancurkan semuanya." Ucap kaisar Ein dingin penuh penekanan. Lalu tanpa rasa kasihan, pria itu menghempaskan Iris dengan kasar.


Iris hanya bisa menangis saat melihat tatapan tajam penuh hasrat membunuh beberapa orang dari balik semak. Bahkan beberapa bangsawan yang ikut dengan kaisar juga menatapnya dengan tatapan intimidasi yang kuat.


"Karena ada pengganggu, bagaimana jika kita habisi mereka?"


"Tidak usah. Mereka prajurit milikku. Jangan ganggu mereka." Tegas kaisar Ein.


Mendengar perkataan pria itu membuat Lux marah. Dia menatap kaisar Ein tajam dengan mengeluarkan aura membunuhnya yang pekat.


"Jika begitu, bagaimana kalau mereka aku bunuh saja. Kau tidak perlu memiliki sampah seperti mereka. Jika kau tak terima, bagaimana jika jantungmu untukku saja." Ucap Lux dengan penuh ambisi dan obsesi.


"Aku membunuhmu kalau begitu." Ucap kaisar Ein sambil mengeluarkan pedangnya.


Seringai terbit di wajah Lux. Dia segera menyerang kaisar Ein dengan sihirnya. Mereka berdua bertarung cukup seru.


💠💠💠💠

__ADS_1


Leona melihat raja kegelapan mulai mengumpulkan sihirnya. Dengan sigap gadis itu merapalkan segel tangan lalu menghentakkan di tanah.


'DUAARR'


'BLAARRR'


Sebuah ledakan muncul dan menghancurkan gazebo tempat mereka minum teh. Untungnya kaisar berhasil keluar dari sana dengan selamat sentosa, sementara raja kegelapan, Lux terjebak di sana.


Asap membumbung tinggi diiringi dengan debu yang mengepul membuat pandangan di sekitar sana tertutup. Beberapa saat kemudian asap dan debu mulai menipis, samar-samar terlihat seorang pria duduk berpose tampan sambil menyugar rambutnya yang terkena debu.


"Aahh~ Sayang sekali. Niat ingin menjadikanmu milikku malah gagal total." Ucapnya dengan nada sedih. Dia mengeluarkan sebuah kotak yang berisi sebuah cincin yang sangat indah dan menatapnya nanar. Cincin dengan batu permata yang langka dan sulit di temukan.


Kaisar Ein mendengus jijik dengan hal itu. "Aku masih normal, sialan!"


Kaisar lalu menebas angin, lalu muncul sihir angin berbentuk boomerang yang melesat cepat ke arah Lux yang sibuk berpose tampan yang menyedihkan itu.


'DUAARRR'


Muncul sebuah penghalang di sekitar raja kegelapan itu. Tempat yang indah kini hancur berkeping-keping, bahkan Iris yang berada di dekat sana sampai menangis ketakutan dan segera menyeret tubuhnya dari sana.


Dua pria yang berstatus tinggi itu saling serang dan melemparkan kekuatan yang mereka miliki. Istana kerajaan Seanthuria yang awalnya indah kini bobrok di beberapa tempat. Bahkan kini sebuah bagian istana hancur lebur karena pertarungan itu.


Kaisar Ein merasa kelelahan, sementara Lux yang baik-baik saja menatap pria itu dengan marah.


"Kalau kau tak mau bersamaku, maka aku tak akan membiarkanmu menjadi milik siapapun!!" Teriaknya marah dan menghunus kan pedang ke arah pria itu.


'Trang'


"Hai, tampan~ Mau menari denganku?" Ucapnya dengan sensual dan diiringi killing intens yang pekat.


Jim dan Kazuma muncul lalu membawa kaisar yang kelelahan karena kehabisan mana pergi dari sana. Sementara Iris telah merangkak menjauhi tempat itu. Leona hanya bisa tersenyum sinis di balik maskernya.


"Siapa kau yang berani menggangguku?" Geram Lux kesal.


"Aku? Aku adalah adik dari pria yang hendak kau lamar." Ucapnya sambil melayangkan kiss bye.


💠💠💠💠


Melihat Leona muncul, Iven, Eura, Wei Tao dan Carl segera muncul mengelilingi raja kegelapan. Situasi semakin memanas mengingat mereka saling mengeluarkan KI yang pekat.


Raja kegelapan dan ke lima orang itu saling adu tekanan, membuat beberapa orang yang tidak terbiasa sesak nafas dan pingsan. Untungnya Jim dan kelompoknya sudah berlatih. Pria itu segera mengeluarkan tekanan untuk mengimbangi tekanan kelima orang itu yang seperti monster, bahkan para siluman mengeluarkan feromon nya agar tidak pingsan.


Beberapa saat kemudian mereka menghentikan acara perang mental itu. Lalu...


'Trang'


Eura menerjang Lux dengan pedang yang berlapis aura disusul oleh Leona dengan sebuah kunai dan rantai chakra yang meliuk-liuk menyerang Lux. Pria itu segera menangkis serangan dan mengeluarkan sihir pertahanan.


Keduanya melompat mundur, lalu Iven dan Wei Tao mengeluarkan serangan mereka. Suara ledakan kembali terdengar dengan kabut membumbung tinggi menghalau pengelihatan mereka.

__ADS_1


Carl yang tak ingin ketinggalan juga ikut bertarung. Suara ledakan dan dentingan pedang menggema di area itu. Beberapa bangsawan yang sudah sadar dari acara pingsannya menonton pertarungan sengit itu dari kejauhan.


Mereka hanya bisa menonton pertarungan dari kejauhan. Bahkan empat duke juga menonton pertarungan itu dengan sorot tak terbaca, khususnya dari duke Mizugami dan Castallio. Apalagi melihat wajah seorang gadis yang bermasker rantai itu membuat keluarga Castallio menyendu.


Kekompakan lima orang itu membuat Lux marah. Dia mengeluarkan sihir tingkat tinggi untuk menyerang kelimanya. Namun bukannya berhasil, mereka malah menghindar sambil menari seakan mengejeknya.


"Akh! Sialan!"


Lux menggumamkan sihir tingkat tinggi dan mengarahkan kearah Leona dan Iven, namun keduanya menghindar sambil berdansa waltz dengan epik. Bahkan Iven memutar tubuh Leona dan gadis itu melayangkan tombak es kearah Lux diiringi hujan kelopak bunga.


Lux menepis tombak es itu dan meremehkan hujan kelopak bunga dengan tulisan kanji yang berbunyi meledak. Namun ketika hendak melayangkan serangan, sebuah ledakan menimpa dirinya hingga menyebabkan pria itu terpental beberapa meter.


Iven juga membuat sebuah golem dan mengontrolnya untuk menyerang raja kegelapan yang kini berusaha bangkit dari acara terlemparnya. Pria itu berusaha melawan golem yang menyerangnya bertubi-tubi.


Eura dan Carl tidak melewatkan kesempatan itu. Mereka juga ikut memojokkan Lux dengan teknik pedang mereka.


Wei Tao juga ikut menyerang mereka sekaligus, mengabaikan mana musuh dan mana rekan. Untunglah keduanya berhasil menghindar dan serangan Wei Tao mengenai Lux dengan telak.


"Hei, bodoh! Kau nyaris membunuh kami! Apa kau tidak melihat kami yang bertarung melawannya, hah?!" Amuk Eura sambil menghampiri dan mencengkram kerah pakaian pemuda itu.


"Aku tidak melihat kalian. Aku pikir kalian bermain pedang-pedangan tadi." Kilah Wei Tao tanpa dosa.


"Minggir!" Seru Leona sambil melayangkan bola lava panas kearah mereka. Untungnya ketiga pria itu berhasil menghindari serangan lava itu dan mengenai raja kegelapan yang kini merapalkan sihir penghalang.


💠💠💠💠


Beberapa orang yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa menatap ngeri. Mereka yang telah menghilang selama hampir empat tahun kini muncul dengan kekuatan yang mengerikan. Bahkan mereka bisa menghadapi kekuatan raja kegelapan.


Beberapa orang yang pernah menghina mereka harus menahan malu. Mereka bahkan tidak pernah ikut langsung berperang dengan orang yang memiliki sihir tingkat tinggi. Bahkan pemimpin menara penyihir turun langsung dan melihat bagaimana pertarungan itu terjadi.


Gazebo istana barat yang awalnya indah dan mewah kini hancur berantakan, tanah berlubang dan berkawah, bahkan terdapat beberapa gumpalan lava yang masih panas.


Iris yang melihat pertarungan itu hanya bisa mematung. Apalagi saat mengira seseorang telah tewas beberapa tahun lalu berdiri dengan gagah dan kekuatan yang terlampau jauh darinya. Bahkan gadis itu mampu menghindari serangan sambil menari yang membuatnya iri.


Kiara lebih memilih menonton. Dia merupakan ahli medis tidak diijinkan turun langsung. Bahkan tangan dan kakinya telah diikat dengan sihir oleh Iven yang membuat gadis itu berdecak kesal.


"Aku juga ingin ikut bermain, sialan!" Amuknya kesal.


"Kau diam saja, sialan! Ingat tugasmu, dokter!" Balas Eura tak kalah keras.


"Hiks... Kalian jahat, hiks..." Gerutunya sambil mengembungkan pipinya kesal.


Beberapa bangsawan kerajaan yang mendengar itu hanya bisa terperangah. Apalagi saat melihat gadis cantik berambut pink itu sibuk mengomel tak jelas dengan umpatan dan makian dari gadis itu.


Suara ledakan dan dentingan pedang kini kembali terdekat. Terlihat Iven terlempar kearahnya dengan luka parah. Dan tentu saja ikatan yang membelenggu Kiara lepas dan gadis itu segera mengobati nya.


"Kau baik-baik saja? Mau mati? Kau mau minum racun yang mana?" Tanya Kiara panik dan polos yang membuat Iven kesal.


"Aku sehat dan merasa bugar. Obati aku, cepat." Sentaknya kesal.

__ADS_1


"Baiklah."


Lagi-lagi beberapa orang yang mendengar hal itu hanya bisa bengong dengan interaksi mereka berdua.


__ADS_2