
Setelah pulang dari akademi, Leona memutuskan kembali ke desa Bloom Mist atas perintah dari Jim. Sepertinya pria itu memerlukan bantuan Leona untuk suatu hal.
"Guru, Pamanku meminta segera pulang. Aku mungkin tidak bisa ikut liburan dengan kalian." Sesal Leona.
"Bukannya desa tempat tinggalmu itu seperti surga? Kami berencana mengunjungi desa tempatmu sekali lagi. Bukankah akan ada festival musim semi?" Tanya Carl sambil menyentuh dagunya ala detektif.
"Kita liburan di Bloom Mist saja. Bukankah masih banyak tempat yang belum kita kunjungi?" Usul Eura menggebu.
"Sudah diputuskan. Kita akan pergi ke Bloom Mist lagi." Seru Carl antusias.
"Kalau begitu kami duluan. Kami menunggu kedatangan kalian di Bloom Mist." Ucap Leona dan berpamitan pada Carl dan lainnya.
"Baik. Hati-hati~"
Leona dan Kei yang berwujud panther hitam segera berlari lalu melompati pepohonan dengan lincah. Dalam sekejap mata keberadaan Leona telah menghilang di rimbunnya pepohonan hutan.
"Wow... Dia benar-benar lincah." Eura berdecak kagum dengan kecepatan Leona.
"Dia tidak memiliki mana, namun tenaganya cukup mematikan." Iven menambahkan. Dia masih mengingat pertarungan Leona dengan beberapa monster saat menyerang markas pemberontak beberapa waktu lalu.
"Belum lagi elixir buatannya yang lebih hebat dari buatan Saintess maupun alchemis." Ujar Wei Tao.
Alchemis merupakan orang yang ahli membuat elixir dan obat-obatan serta racun. Keberadaan mereka jarang di jumpai di Kerajaan maupun Kekaisaran mengingat tidak mudah membuatnya dan jarang yang tertarik menjadj Alchemis.
Saintess sendiri jarang membuat elixir maupun obat-obatan. Mereka lebih sering menggunakan sihir cahaya.
Dan di kelompok mereka terdapat salah satu monster yang ahli dalam segala hal membuat Carl tersenyum senang. Jika mereka dilatih lebih baik, mereka bahkan bisa menjadi orang-orang terkuat yang bahkan bisa mengalahkan pendiri kerajaan bahkan Kekaisaran sebelumnya.
Bahkan raja bodoh di Seanthuria bisa ketar ketir jika mengetahuinya.
💠💠💠ðŸ’
"Dimana Paman Jim?" Tanya Leona pada Xavier.
"Beliau ada di ruangannya, Leona-sama." Jawabnya sambil membungkuk sopan.
"Terimakasih."
Leona segera pergi menuju ruangan Jim diikuti Xavier. Dia mencoba membuka pintunya dengan mendorong, namun tidak berhasil. Leona mencoba menarik pintu juga tidak berhasil.
Xavier yang melihat Leona kesusahan segera menggeser pintu ke kiri lalu mempersilahkan Leona masuk.
"Bagaimana dengan pintunya, Leona? Kau tidak bisa menendangnya seperti dulu." Ucap Jim sambil tersenyum mengejek.
"Itu karena aku bersemangat, Paman." Kilah Leona.
"Karena terlalu bersemangat sampai kau menghancurkan semua pintu. Jadi aku mendesainnya dengan pintu geser agar aku tidak cepat bangkrut."
__ADS_1
Leona segera duduk di sofa yang berada di ruangan Jim. "Ada apa Paman memanggilku?"
"Aku ingin minta bantuanmu, Leona." Jim menyerahkan sebuah laporan kepada keponakannya.
Leona menerima laporan itu lalu membacanya. Dahinya berkerut dalam melihat rentetan kalimat itu.
"Sepertinya Saga ahli dalam hal ini. Bagaimana jika kita undang dia?" Usul Leona.
"Sesuai dengan keinginanmu, Leona. Oh, ya. Sebaiknya kita pergi ke daerah padang rumput yang terletak di pinggir danau. Aku tidak tau tempat itu cocok untuk apa." Ujar Jim frustasi.
Sejak desa ini berhasil di bangun setahun lalu, Jim kebingungan dengan daerah padang rumput yang terletak di utara desa.
"Panggil siluman herbivora." Perintah Leona pada Xavier.
Xavier segera pergi meninggalkan Leona dan Jim. Tak lama kemudian Saga datang dengan wajah berseri-seri.
"Tuan Baron dan Nona Leona, aku dengar kalian mengundang ku." Serunya dengan riang.
"Ah, kebetulan kau datang, Saga. Aku ingin berbisnis lagi denganmu." Ucap Leona sambil memasang wajah tengil.
"Ekspresi mu tidak cocok dengan kabar yang kau bawa. Tapi baiklah, katakan."
"Sebelum itu kau ikut dulu dengan kami."
💠💠💠ðŸ’
Leona, Jim, Saga serta beberapa siluman herbivora kini berada di padang rumput yang luas dan indah. Warna hijau dari padang rumput serta pemandangan danau yang indah memberi nuansa sendiri di mata mereka.
Seekor rusa dengan tanduk emas tengah berlarian bersama seekor panther hitam dan harimau. Bahkan sesekali mereka berguling di rerumputan.
Terlihat seekor kuda tengah meringkik kegirangan. Kuda itu bahkan berjingkrak-jingkrak di padang rumput bersama Kaze dalam wujud tupai berlarian kegirangan. Dia bahkan berlari menuju danau bersama si kuda sebelum melemparkan diri ke danau yang jernih.
"Bahkan Kei dan Ken seakan lupa jika mereka itu predator." Lanjut Mei lagi saat melihat dua predator itu yang tengah asik bermain di rerumputan.
Beberapa warga yang tinggal di sini hidup sebagai pemburu dan nelayan. Hanya beberapa yang memiliki peternakan domba. Kedatangan gadis itu membuat mereka penasaran sekaligus senang.
"Daging sangat mahal di pasaran. Bagaimana jika kita mengembangkan lembu, domba, kerbau di wilayah ini? Aku bahkan melihat seekor kelinci gemuk di padang rumput ini." Saga mengusulkan saat dirinya tak sengaja melihat seekor kelinci liar melompat di depannya.
Kei, Ken dan Feng datang menghampiri Leona dan berubah menjadi manusia. Sepertinya mereka bertiga kelelahan bermain di padang rumput yang luas ini.
"Jika itu memang terdengar bagus, sebaiknya kita kembangkan padang rumput ini menjadi peternakan." Jim mulai memutuskan.
Mereka kemudian mendiskusikan dengan warga setempat dan mereka akhirnya setuju. Lagipula jika mereka membeli daging, harganya cukup mahal bagi mereka. Apabila mereka berburu, terlalu berbahaya dan letak hutannya cukup jauh dari desa.
Saga menggumamkan sesuatu cukup panjang, lalu muncul sebuah portal di sebelahnya.
"Ini adalah bibit hewan yang aku kumpulkan di seluruh benua. Aku membeli mereka dengan susah payah, loh." Ucap Saga.
__ADS_1
Selama setahun ini, Saga berkeliling benua untuk berjualan. Dalam waktu singkat produk buatan Leona dan serikat dagang Saga terkenal luas.
Leona sendiri kerepotan dan memutuskan merekrut karyawan. Dia mempercayakan segalanya pada Arelle.
Berkat Saga dan Leona, desa Bloom Mist menjadi desa yang makmur. Penduduknya tidak lagi kelaparan dan menahan dingin di musim dingin.
Desa Bloom Mist menjadi desa tersibuk. Para pria bekerja di ladang mereka, sementara para wanita bekerja di pabrik maupun membuka usaha sendiri.
Rumah sakit semakin berkembang pesat. Tidak lagi ada warga yang menderita seperti dulu. Meskipun tidak secanggih di dunia modern, namun berkat sihir dan beberapa herbal yang tumbuh di dalam hutan. Khasiatnya lebih efektif dari obat di jaman modern.
Anak-anak berusia tiga sampai lima tahun di tempatkan di penampungan anak, sementara anak-anak yang berusia enam tahun keatas di sekolahkan di sekolah yang dibangun oleh Leona.
Leona membangun sebuah sekolah yang berisi pendidikan yang di berikan oleh bangsawan. Dengan guru berasal dari budak yang ternyata seorang bangsawan jatuh maupun hasil perang, desa Bloom Mist berhasil menciptakan generasi muda terpelajar.
Leona secara pribadi mengajari para Nolid bermain bola, baik bola volly maupun basket. Dalam waktu singkat permainan bola menjadi populer di desa ini.
Banyak orang ingin berkunjung ke desa Bloom Mist, namun tidak ada yang mampu menemukan lokasi yang pasti mengingat desa ini di hapus dari peta.
Belum lagi desa ini di tutupi kabut, sehingga semakin mempersulit pengunjung mencari desa Bloom Mist.
Jim menatap Leona yang sibuk membagikan beberapa bibit ternak dengan bangga. Meskipun Leona itu pembuat onar, namun berkat gadis itu desa ini mengalami kemajuan yang pesat.
Desa peninggalan Baron Calisius, yang meskipun dulu terkenal sebagai desa buangan yang kumuh, namun desa ini memiliki banyak keindahan yang di abaikan.
Desa yang jumlah kematian tertinggi setiap musim dingin, menghantui para warga kini menjadi desa makmur tersibuk. Bahkan anak-anak bisa mendapatkan pendidikan bangsawan yang sangat sulit.
Kini Jim melihat potensi desa ini. Desa indah seperti surga dengan kekayaan alam yang tak ternilai harganya. Dia melirik Leona, gadis cantik yang di abaikan oleh keluarganya sendiri. Jika saja dia di rawat dengan baik oleh keluarganya dulu, sudah dipastikan dia menjadi bunga kerajaan yang bisa menimbulkan peperangan saking cantiknya.
Leona dan desa ini, sama-sama indah yang bisa saja menjadi sumber masalah.
💠💠💠ðŸ’
Desa kecil ini dalam setahun sudah menjadi desa yang besar. Empat desa memutuskan bergabung dengan desa Bloom Mist mengingat desa ini terlihat berkembang dengan baik.
Jim tentu saja menyetujuinya atas saran Leona setelah turun langsung ke desa yang ingin bergabung dengan Bloom Mist. Desa-desa itu merupakan desa yang di abaikan oleh Duke Castallio mengingat letaknya berdekatan dengan hutan.
Jim di dampingi oleh Leona dan beberapa siluman mendatangi desa-desa itu. Terlihat banyak warga yang menderita kelaparan dan menatap mereka ketakutan.
"Sepertinya mereka tidak mendapatkan makanan dengan layak. Aku heran seperti apa penduduknya." Celetuk Mei saat melihat beberapa anak kecil menangis kelaparan.
Rumah warga terlihat bobrok hampir roboh, hanya ada satu rumah yang terlihat lebih bagus dengan rumah lainnya sehingga terlihat mencolok.
"Nona Leona?"
Leona segera menoleh saat mendengar suara pria paruh baya yang sedikit akrab di telinganya. Saat dia menoleh, dia melihat Lucas sambil menggendong seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun. Anak itu terlihat pucat.
"Paman Lucas! Lama tidak bertemu." Seru Leona riang.
__ADS_1
Lucas terkekeh dan membungkuk hormat. "Ada apa Nona berkunjung ke rumah kami yang reot ini?"
Leona melirik sekitarnya lalu menatap Lucas serius. "Bisakah kami masuk sebentar? Ada yang ingin kami diskusikan."