
Rencana penyerangan akan dilakukan saat kompetensi berburu yang dilakukan oleh kerajaan Seanthuria, dan kaisar Ein mendapatkan undangan itu. Jadi selama menunggu saat itu tiba, mereka berlatih dengan giat dan menyiapkan berbagai rencana.
Leona juga mengumpulkan orang-orang yang memiliki dendam dengan raja itu. Hanya mereka yang memiliki dendam saja yang diijinkan ikut menyerang dan mereka menyamar menjadi prajurit kekaisaran.
Dan Khalix sendiri menginginkan agar raja itu tidak di bunuh. Terlalu mewah katanya mengingat semasa kecil nyawa pria itu hampir melayang setiap hari.
Sementara acara perburuan itu akan dilakukan dua minggu lagi. Kaisar beserta rombongannya memutuskan pergi ke istana kerajaan seminggu lebih cepat untuk menjalankan rencana mereka.
Bahkan Jim yang notabene tidak ada hubungan apapun dengan Kekaisaran juga turut di undang, mengingat Kaisar Ein dan pemimpin desa itu sangat akrab.
Hanya menempuh perjalanan selama dua hari, mereka kini telah tiba di kerajaan Seanthuria. Mereka memutuskan menyewa sebuah penginapan dan enggan menginap di istana kerajaan, mengingat istana kerajaan sedang memanas dan berbahaya.
Mereka memilih berpencar untuk mengamati situasi dan kondisi di ibu kota Seanthuria, serta mencari informasi tentang keadaan istana yang sepertinya terlihat lenggang itu.
Kaisar Ein bersama sembilan orang kepercayaannya menatap istana kerajaan Seanthuria dari kejauhan. Istana yang terlihat mewah dan megah, namun tidak dengan aura yang terpancar dari sana.
"Apa kau tidak masalah jika istana itu aku hancurkan?" Tanya Kaisar Ein tanpa mengalihkan pandangannya dari istana.
"Tidak masalah, Baginda. Saya tidak keberatan sama sekali." Sahut Khalix sambil menatap istana itu dengan sorot mata benci.
"Kalau begitu, sebaiknya kita bersantai sejenak sebelum membuat pesta. Akan tidak seru kalau kita kelelahan." Ujar Kaisar Ein sambil pergi dari sana diikuti oleh sembilan orang kepercayaannya.
💠💠💠💠ðŸ’
"Apa-apaan ini?!" Seru Iven dan Wei Tao dengan mata yang nyaris keluar dari rongga nya saat melihat sebuah rekaman dari artefak di tangan Carl.
Terlihat rekaman dimana posisi tidur elit mereka yang seketika membuat keduanya saling melempar deathglare andalan lalu membuang muka ke sembarang tempat.
Astaga, mereka berdua tidur berpelukan layaknya suami istri. Benar-benar memalukan! Mereka ingin mengubur diri saking malunya.
"Aku tak menyangka jika kalian saling menyukai, hiks..." Ujar Carl berpura-pura sedih sambil mengusap air mata imajiner nya. Tidak lupa dengan nada mengejek terdengar begitu kentara, yang entah mengapa membuat mereka terprovokasi.
"Bukan seperti itu!" Kesal Iven dan Wei Tao kompak dengan wajah memerah malu. Lalu mereka berdua menoleh dan kembali membuang muka, membuat Carl semakin bersemangat menggoda mereka.
"Ah, bagaimana dengan ini?" Ucap Kiara polos sambil menayangkan sebuah vidio, dimana Carl tengah mencium seorang gadis dengan panas.
Pria berambut itu membatu seketika.
"Ah, Guru. Siapa gadis yang beruntung itu?" Tanya Eura yang berdiri dan bersedekap dada dengan wajah tengil sambil menaik turunkan alisnya.
"B-bagaimana bisa?"
__ADS_1
Leona beserta dua pria siluman nya cekikikan lalu menatap pria berkuncir itu dengan tatapan menggoda.
"Aku tak tau jika Guru sangat agresif seperti itu, benarkan Kei, Ken?"
Kedua pria siluman itu mengeluarkan ekornya lalu membentuk simbol hati sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Benar, Leona-sama. Bahkan dia dengan terang-terangan berciuman di tempat yang terbuka." Sindir Kei dengan wajah tengil.
Ken memasang pose berfikir sambil berekspresi sok imut yang malah terlihat minta di hajar, "Aku jadi kepikiran. Bagaimana jika kita mencetak foto itu lalu menjualnya?"
"Hentikan itu!! Itu bukan seperti yang kalian bayangkan!!" Teriak Carl mulai putus asa. Wajah pria itu terlihat memerah antara malu dan kesal.
"Wah~ Guru malu-malu, tuh." Tiba-tiba Kaze muncul sambil membawa sekeranjang apel merah ranum yang membuat Carl tergoda.
Sementara Leona yang menyadari hal itu langsung melancarkan aksinya.
"Guru, ceritakan tentang wanita yang beruntung itu. Kalau tidak, kami akan menghabiskan apel merah yang menggoda itu."
Dan Carl pasrah dengan sogokan yang di tawaran oleh Leona. Bagaimanapun sekeranjang apel merah menggoda itu lebih utama daripada harga dirinya.
💠💠💠💠ðŸ’
Hari demi hari berlalu begitu saja dan kompetensi berburu telah di mulai. Ketika rombongan kaisar Ein memasuki tempat diadakan kompetensi berburu, seketika pekikan histeris wanita bangsawan memenuhi tempat itu dengan mata berbentuk lope-lope.
"Kyaaa~ Mereka sangat rupawan sekali~"
"Bukankah dia adalah mantan pangeran Khalix? Dia tampan sekali~"
Kaisar dengan penampilan ala badboy namun tetap terlihat gagah dan elegan, belum lagi beberapa prajurit yang memiliki paras rupawan yang menawan. Bahkan Carl, Iven, Eura, Wei Tao, Khalix paling menonjol diantara mereka.
Mereka mengabaikan kasak-kusuk yang memekakkan telinga dan berbaris di tempat yang telah di tentukan.
Raja Grambiel yang melihat kedatangan kaisar dan rombongannya menyeringai senang yang dapat dilihat langsung oleh kaisar Ein. Pria itu hanya bisa mendengus dan tersenyum miring.
"Dan perkenalkan tamu terhormat dari desa Bloom Mist, Jimmy Kirito!" Seru raja Grambiel dengan semangat. Seketika kehebohan terjadi di tempat itu.
Siapa yang tidak mengenal nama Jimmy Kirito, yang merupakan seorang pria tampan yang memimpin sebuah desa hingga maju dalam waktu empat tahun. Apalagi desa itu memiliki kekayaan yang bahkan bisa menyaingi kekayaan kekaisaran.
Jim datang dengan setelan jas ala CEO yang membuatnya tampak gagah. Dihiasi dengan sebuah bross berbahan kristal ungu dengan berlian sollan yang langka dan mahal serta hiasan rantai emas putih, membuat semua mata tertuju kearahnya.
Diikuti Leona yang memakai masker hitam dengan hiasan rantai, dengan mengenakan setelan kemeja merah maroon di balut blazer hitam, rambut diikat ponytail yang membuat beberapa wanita bangsawan mencibir penampilannya.
__ADS_1
Kemunculan Kei, Ken dan Kazuma membuat beberapa wanita bangsawan menahan nafas saking kuatnya pesona mereka. Namun tidak bagi raja Grambiel yang malah membelalakkan matanya tak percaya.
Klan Tigries dan bangsa siluman ada di hadapannya.
Raja Grambiel tak dapat menahan diri untuk tidak menyeringai senang, sementara Jim, Leona dan kaisar menyeringai dalam hati.
"Akhirnya, aku menemukan klan Tigries dan bangsa siluman. Aku dapat memuaskan raja kegelapan." Batinnya kegirangan sambil menatap kelompok Jim dengan seringai. Jim dan rombongan nya menyadari tatapan itu, namun mereka memilih pura-pura tidak tau.
"Terimakasih sudah mau datang, pemimpin desa Bloom Mist. Saya harap Anda menikmati acara ini." Sapa raja Grambiel ramah.
"Terimakasih atas undangannya, Yang Mulia." Balas Jim sopan, namun dalam hati pria berambut cokelat ini mengabsen seisi penghuni alam gaib satu persatu.
"Persetan dengan keramahtamahan mu, anjing sialan! Kau dulu menyerang dan hampir merebut desa yang aku bangun dengan susah payah. Tunggu pembalasan kami, raja anjing! Ah, tidak. Anjing saja tidak cocok untuk umpatan itu." Makinya dalam hati sambil tersenyum ramah.
"Oho~ Lihatlah ekspresi menjijikkan seperti anjing minta kawin itu. Bermain-main sedikit tidak apa-apa, kan?" Batin Leona sambil tersenyum di balik masker nya. Lalu matanya menjelajahi area itu dan menemukan barusan rombongan duke Castallio. Terlihat Calvian dan Emillio berada di sana dan menatap mereka dengan tatapan rumit. Sementara Iris berada di sebelah putra mahkota yang kini tengah berbatuk ria yang duduk diatas kuda bersama rombongannya, gadis itu menatap dirinya dengan tatapan terkejut.
"Wah, wah~ Apa-apaan ini? Sepertinya sangat seru jika aku muncul sambil membuat hiburan. Omong-omong, apa ya?" Batin Leona sambil berpikir.
Kazuma yang mengetahui jalan pikiran Leona memutuskan menyenggol gadis itu. Leona menatap Kazuma sengit yang dibalas dengan senyum miring, seakan mengatakan jangan membuat ulah dulu.
"Acara berburu dimulai dari sekarang. Pemenangnya akan mendapatkan sebuah kalung warisan kerajaan!" Seru raja Grambiel sambil menunjukan sebuah kalung yang sangat cantik, dengan hiasan batu permata yang sangat indah dan langka. Kalung yang memiliki batu permata warna biru yang sangat jernih serta memiliki ukiran rumit membuat banyak wanita bangsawan menatapnya dengan mata berbinar.
"Bagaimana jika aku membuat kekacauan di acara ini? Aku ingin membuat raja itu menyerahkan kalung itu padaku dengan sedikit hiburan." Batin Khalix menyeringai.
💠💠💠💠ðŸ’
Acara perburuan dilakukan di hutan wilayah Mizugami. Kaisar Ein dan rombongan telah mendapat banyak monster buruan dan mengumpulkan banyak inti monster yang berada di sana.
"Apa kalian merasakan sesuatu?" Tanya Kaisar Ein tiba-tiba. "Beberapa saat lalu dia menyerang kekaisaran, dan sekarang dia ingin berdamai dan mengundang kita untuk itu kompetensi ini."
"Entahlah. Ini terlalu mencurigakan." Balas Carl sambil mengamati sekitar.
"Raja telah melakukan sesuatu. Apakah kita harus bertindak sekarang, Baginda?" Tanya Khalix sedikit cemas.
"Belum. Karena akan ada pertunjukan menarik sebelum kita memulai pertunjukan utama." Sinis Kaisar Ein saat mendapati beberapa Orch berdiri dia hadapan mereka.
"Astaga~ Sambutannya meriah sekali, ya~" Ucap Carl sambil tersenyum senang.
Bangsa Orch datang dan mengepung tempat itu. Mereka muncul entah darimana sambil membawa senjata mereka.
Dan pertarungan tak dapat di hindarkan lagu. Mereka bertarung dengan cukup sengit. Suara dentingan pedang dan teriakan menggema di dalam hutan itu.
__ADS_1
Hanya kurang dari sepuluh menit, mereka berhasil mengalahkan bangsa Orch dan langsung membawa tubuh mereka ke tempat raja Grambiel berada. Mereka sudah menebak jika ini perbuatan milik raja Grambiel.
"Ini terlalu mencurigakan untuk ajang berburu. Cepat kembali!" Seru Kaisar Ein sambil memacu kuda menuju area tempat berkumpul nya bangsawan.