
Raja Grambiel memasuki sebuah ruangan yang terletak di sebelah penjara bawah tanah. Ruangan itu merupakan ruangan khusus untuk mengurung penjahat tingkat tinggi.
Sihir tidak berlaku di ruangan itu, karena ruangan itu dibuat anti sihir.
"Akhir-akhir ini empat duke itu mulai tidak patuh padaku." Gumamnya dengan geram sambil menggenggam sebuah kalung yang bertengger di lehernya.
"Aku akan membuat mereka patuh padaku. Menjadi anjing penurut yang patuh pada perintah ku."
Raja itu mengeluarkan kalung kebanggaan nya. Sebuah kalung yang dengan hiasan empat batu permata bewarna putih dengan motif pelangi yang indah sebesar kuku ibu jari pria dewasa.
Batu itu berkilau dengan sangat indah. Ya, batu itu adalah batu Krikie, batu pengendali yang diincar oleh Kekaisaran. Batu itu berisi raja kegelapan yang tersegel di sana.
Dengan menggabungkan sihir cahaya, darah siluman dan darah klan Tigries melalui ritual khusus, maka raja kegelapan akan bangkit dan dunia akan mengalami kehancuran.
Menghancurkan batu itu adalah satu-satunya cara efektif untuk menghancurkan raja kegelapan yang tersegel di sana.
Raja Grambiel telah menjual jiwanya pada raja kegelapan dengan melakukan perjanjian darah. Dia juga menggunakan keempat duke sebagai tumbal untuk ritual yang akan di lakukan pada saat bulan purnama merah darah.
"Aku telah berhasil mendapatkan pemilik sihir cahaya, sayangnya klan Tigries berdarah murni telah aku hancurkan dan keberadaan bangsa siluman tidak ada lagi. Sebagai gantinya, aku memerlukan keempat duke yang memiliki mana besar untuk aku korbankan. Gara-gara kekalahan saat dulu, aku sampai di tertawakan sampai sekarang."
Geramnya saat mengingat bagaimana dirinya yang memiliki sihir dikalahkan oleh seseorang yang tidak memiliki sihir. Belum lagi sekarang banyak orang hebat yang memiliki sihir yang luar biasa membuatnya iri.
"Hanya aku yang boleh memiliki sihir terkuat di Kerajaan ini." Geramnya sambil menggenggam batu itu dengan erat.
💠💠💠ðŸ’
Kondisi ratu Lydia sangat memperihatinkan. Tubuhnya kini kurus kering seperti tulang berbalut kulit. Sudah tiga hari wanita itu tidak minum air mengingat persediaan air di istananya sudah di kontaminasi, serta tidak ada pelayan di istananya karena sudah di bantai habis .
Tubuhnya lemas tak bertenaga. Para pelayannya telah tiada dan orang-orang enggan melamar pekerjaan di istana kerajaan lagi.
Khalix muncul di hadapan ratu Lydia dan menatap wanita itu dengan angkuh.
"Bagaimana rasanya, Yang Mulia Ratu?" Tanya Khalix sambil tersenyum mengejek.
Ratu Lydia mendongakkan kepalanya dengan susah payah dan mendapati Khalix berdiri di hadapannya dengan wajah tengil.
"Mau apa kau?!" Bentak ratu Lydia dengan suara serak. Tenggorokannya telah kering karena tidak minum selama tiga hari penuh.
"Mau melihat keadaan ibuku yang malang." Sahut Khalix dengan nada mengejek. Pria itu mendekati ratu Lydia yang kini merangkak menjauhinya.
Ratu Lydia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun karena tidak memiliki tenaga. Dia tidak ingin menyerah sebelum putranya resmi menjadi raja dan membunuh Khalix.
__ADS_1
"Kau tidak puas melihat keadaanku yang seperti ini, anak sialan?!" Teriak ratu Lydia emosi.
Khalix terkekeh sinis dan menatap wanita menyedihkan itu dengan tatapan ketakutan yang di buat-buat, namun ekspresi wajahnya seperti ingin tertawa.
"Ibu, jangan marah-marah seperti itu. Suaramu itu jelek sekali."
Khalix mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan bening dan melemparkan ke arah ratu Lydia dengan tatapan datar.
"Minumlah racun ini seperti kau meracuni ibuku, Yang Mulia. Lagipula sekarang raja telah membuangmu dan putra kesayangan mu itu telah sekarat." Ucapnya dengan nada riang.
"Sialan kau!! Pergi!!"
"Iya, iya. Aku pergi. Jika kau ingin cepat mati, kau bisa meminum racun itu. Meskipun sakit kau harus menahannya. Jika kau tidak mau, ya tidak apa-apa. Tapi nikmatilah penderitaanmu. Aku pergi dulu, Yang Mulia."
Khalix segera menghilang dari sana, meninggalkan ratu Lydia yang berteriak marah.
Tenggorokannya terasa sangat sakit dan kering. Dia menatap botol itu dengan perasaan campur aduk.
Dia kehausan, namun takut meminumnya.
Dia tidak ingin tersiksa dengan rasa haus yang menderanya.
Setelah cukup lama berdebat dengan hati dan pikiran, akhirnya ratu Lydia memutuskan mendekati botol itu dengan tertatih-tatih karena tidak memiliki tenaga. Dia membuka botol kaca itu dengan bersusah payah lalu meminum cairan itu dengan sekali teguk.
Ternyata ini adalah air biasa. Sial, dia merasa dipermainkan oleh Khalix.
Raut wajahnya berubah jelek dan membanting botol itu hingga pecah.
💠💠💠ðŸ’
Keadaan kerajaannya Seanthuria kini benar-benar kacau. Perang saudara telah berakhir dan kini para bangsawan, khususnya pendukung raja dan ratu Lydia ketakutan.
Banyak bangsawan di panggil ke istana dan dibunuh. Bahkan sampai membantai keturunannya. Dia juga dengan tega menghabisi mertua dan keluarga dari ratu Lydia, dan memilih mengabaikan istrinya yang menderita.
Putri Cosette diasingkan ke perbatasan karena wajahnya yang buruk rupa, sementara putri yang lainnya kabur dari istana dan memilih hidup menjadi rakyat biasa.
Putra mahkota tiba dengan keadaan sekarat, membuat raja Grambiel marah. Dia segera menyeret Iris dengan kasar dan menyuruhnya mengobati dengan sihir cahaya.
Dua minggu kemudian ratu Lydia di temukan meninggal dengan keadaan mengenaskan. Dia di makamkan seperti bukan orang kerajaan mengingat kondisinya yang mengenaskan.
Keempat duke kini berdiri di hadapannya sambil menunduk hormat. Tiba-tiba keluar cahaya merah kehitaman dari kalung milik raja Grambiel dan merasuki keempat duke itu.
__ADS_1
"Mulai hari ini, patuhi semua perintah ku. Jangan membangkang padaku dan jadilah budakku." Ucap raja Grambiel sambil tersenyum lebar membayangkan dirinya berhasil menguasai kekaisaran Kamitsuki.
Keempat duke itu berusaha melawan, namun usaha mereka sia-sia saja. Cahaya merah kehitaman itu sangat kuat dan membuat keempat pria paruh baya itu memuntahkan seteguk darah.
Raja Grambiel tertawa kesenangan melihat hal itu. Beberapa saat kemudian cahaya itu menghilang dan keempat duke itu mulai berdiri dengan ekspresi dingin di wajah mereka.
"Bersikaplah seperti anjing pada majikannya. Jangan membantah perkataanku dan turuti keinginanku." Ucap raja Grambiel yang hanya di balas dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
"Sial. Gara-gara menggunakan kalung ini, aku kehilangan sebagian manaku." Batinnya dalam hati.
"Pengawal!Panggil Iris kemari!" Serunya pada seorang pengawal yang berada di sana.
"Baik, Yang Mulia."
Pengawal itu segera pergi mencari Iris yang berada di penjara bawah tanah. Beberapa saat kemudian dia kembali lagi membawa Iris yang penampilannya terlihat kotor.
"Pulihkan manaku sekarang."
💠💠💠ðŸ’
Leona, Jim, Kei, Ken, Kaze dan kaisar Ein kini berada di perpustakaan istana kekaisaran. Perpustakaan itu sangat indah, megah, lengkap dan luas.
Mereka mencari tau tentang kalung tempat menyegel raja kegelapan. Setelah sekian lama mencari, mereka akhirnya menemukan beberapa buku tua yang sudah usang dengan tulisan yang mulai memudar. Mereka mengambil buku-buku itu lalu membacanya.
"Jadi kalung itu bernama kalung Krikia?" Gumam Leona saat melihat gambar kalung itu.
"Benar. Kalung itu merupakan kalung tempat menyegel raja kegelapan. Banyak orang yang mengincar kalung itu karena bisa mengendalikan beberapa orang meskipun menggunakan banyak mana." Jelas kaisar Ein.
"Motif kalung ini sangat indah. Diperlukan ritual khusus dan orang yang mempunyai sihir cahaya, keturunan klan Tigries serta darah siluman untuk melakukan sebuah kontrak dengan kalung ini." Tutur Jim sambil mengepalkan tangannya kesal.
"Sekaligus untuk membebaskan raja kegelapan dan dunia ini akan hancur." Imbuh Kaze datar.
Akhirnya mereka mengetahui alasan kenapa bangsa siluman dan klan Tigries hampir punah. Namun kenyataan itu membuat mereka menderita bertahun-tahun atau selamanya selama kalung itu masih ada.
"Kita bisa melepaskan orang yang di kendalikan dengan mengalahkan mereka menggunakan chakra. Kalung itu juga bisa dimusnahkan dengan cara tertentu. Aku tidak mengerti dengan simbol ini." Tutur Ken sambil mengacak-acak rambutnya.
Leona yang penasaran merebut buku yang di baca oleh Ken. Mata gadis itu berbinar senang. Itu adalah tulisan kanji jepang.
"Serahkan pada Leona." Tukas Jim dengan enteng. "Hanya dia yang paham dengan tulisan ini."
"Baiklah. Berikan padaku. Aku akan mempelajari ini." Sahut Leona senang. Akhirnya dia bisa bereksperimen lagi.
__ADS_1
"Baginda, bisakah saya meminjamnya?" Tanya Leona sambil memamerkan buku itu.
"Tentu saja. Kita harus segera berangkat menuju kerajaan Seanthuria untuk memusnahkan kalung itu."