Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke

Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke
Bab 77


__ADS_3

Iven mengumpat kesal. Kejadian kemarin membuatnya terguncang dan sekarang pria tampan yang berdandan layaknya perempuan kembali menyusuri koridor istana, mengingat hari ini putra mahkota Seanthuria sedang berkunjung sekaligus memata-matai istana kekaisaran.


Dan tugasnya sekarang adalah kembali mengganggu putra mahkota Casian dengan dandanan yang berbeda. Saat sedang asik menggerutu, dia tidak menyadari Kaisar tengah menatapnya dengan geli.


"Jangan menatapku seperti itu, Baginda!" Seru Iven kesal tanpa memperhatikan sopan santunnya saat menyadari pria tampan berambut merah dengan piercing menatapnya dengan intens.


"Kau cocok dengan penampilan seperti itu, Iven. Aku sampai terpana dengan dirimu versi perempuan." Ucap Kaisar Ein dengan nada menggoda yang membuat Iven jijik.


"Jika aku tidak memperhatikan cara berjalanmu yang cukup aneh ini dan mendengar suara familiarmu, aku sudah mengira kau itu perempuan sungguhan." Ucap Kaisar Ein sambil terbahak.


Bagaimana tidak. Iven berjalan sambil mengangkat ujung gaunnya dengan cukup tinggi, memamerkan kakinya yang di balut celana panjang khas prajurit serta sepatu khusus prajurit pria.


Kedutan kesal menghiasi wajah gadis jejadian itu.


"Ah, aku hampir saja merayumu." Gurau Kaisar.


"Saya masih normal, Baginda." Dengus Iven jijik.


"Baiklah. Aku memberi misi penting untuk kalian. Panggil Leona, Wei Tao, Kiara, Khalix dan Eura. Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian."


💠💠💠💠


Kalung Krikia, merupakan kalung yang berasal dari artefak yang digunakan untuk menyegel raja kegelapan. Kalung itu memerlukan mana yang sangat banyak untuk menggunakannya, apalagi untuk mengendalikan orang secara bersamaan.


Kalung di jaga oleh bangsa siluman, sebelum raja Grambiel dan pasukannya berhasil menemukan kalung itu setelah membunuh pemimpin siluman.


Kalung itu digunakan oleh raja Grambiel untuk mengendalikan ke empat duke untuk menjalankan rezim kepemimpinannya yang cukup kejam selama tiga tahun ini, setelah kematian ratu Errena. Banyak rakyat kehilangan tempat tinggal, anak-anak dan wanita menghilang, serta kemunculan bangsa Orch di ibu kota.


Mereka yang menghilang sebagian besar berusia sepuluh tahun keatas. Kaisar yang penasaran menyuruh mata-matanya menyelidiki keberadaan mereka. Dan mereka menghilang karena di jual oleh Raja mereka untuk bangsa Orch, demi melakukan kerjasama untuk melakukan penyerangan kekaisaran Kamitsuki.


Leona dkk mendengar penjelasan kaisar memilih diam menahan amarah. Mereka ingin menggulingkan kerajaan itu sekarang juga. Apalagi Khalix yang merupakan mantan pangeran begitu geram mendengar hal tersebut.


"Baginda, sepertinya mereka akan menyerang kekaisarannya kita. Sebelum itu dia akan menyerang desa Bloom Mist untuk mencari budak perang." Ucap Kei yang membuat kaisar geram.


Jika desa itu hancur, kemana dia akan berlibur disaat suntuk? Desa itu memiliki pemandangan yang sangat indah, di bangun oleh Leona dan Jim dengan sangat sempurna. Kaisar tidak ingin kehilangan desa itu.


"Leona, Khalix. Kalian segera pergi dan buat kekacauan di istana kerajaan itu. Sisanya segera mempersiapkan diri untuk berperang." Titah Kaisar Ein tegas.


💠💠💠💠💠

__ADS_1


'Prangg'


"Sialan!"


Lagi-lagi terdapat racun di makanan ratu Lydia. Wanita anggun itu tidak bisa makan selama seminggu dan sekarang tubuhnya kurus.


Makan bersama raja? Pria itu terlalu sibuk dengan pekerjanya dan merencanakan tentang perang.


Kedua anaknya? Mereka mengunjungi kekaisaran Kamitsuki untuk berkunjung sekaligus memata-matai pergerakan mereka atas perintah raja Grambiel.


Perlahan pelayan di istana ratu berkurang. Tidak ada yang berani melamar pekerjaan di istana ratu. Desas-desus miring banyak beredar di istana dan luar istana.


"Panggil Iris ke istana, cepat!" Teriak ratu Lydia pada bawahannya. Dia baru ingat jika Iris memiliki sihir cahaya.


"B-baik, Yang Mulia."


Pelayanan itu segera pergi menemui Iris yang sedang pergi menghadiri pesta minum teh di salah satu rumah bangsawan. Dan beruntung lokasinya tak jauh dari istana.


Setelah beberapa lama menunggu, Iris akhirnya tiba di istana ratu dan menghadap.


"Salam Bulan kerajaan. Semoga Dewa memberkati."


Suara tamparan menggema di ruang pribadi ratu. Iris yang baru saja tiba di tampar begitu saja tanpa mengetahui alasannya.


"Kau baru mau kemari ketika putra mahkota di istana?! Apa kau mencoba menjadi penghianat dengan membiarkan ratu kerajaan menderita seperti ini?!" Teriak ratu Lydia histeris sambil menyiksa Iris.


"Maafkan saya, Yang Mulia." Ucap Iris sambil membungkuk menahan sakit. Baru kali ini dia melihat topeng ratu Lydia yang dulu bersikap lemah lembut padanya.


"Jika bukan karena kau memiliki sihir cahaya, aku tidak sudi menyetujui pertunangan mu dengan putra mahkota. Kau itu tidak memiliki darah bangsawan. Hanya karena Castallio memungutmu, kau pikir kau bisa menjadi bangsawan, dasar jelata!" Maki Lydia tajam membuat Iris menunduk.


"Cepat sembuhkan aku!" Perintah ratu Lydia.


Iris segera menyalurkan sihir cahayanya pada ratu Lydia. Perlahan keadaan ratu itu mulai membaik, meskipun penampilannya tidak berubah.


"Jika saja kau tidak memiliki sihir cahaya, mungkin raja tidak akan melirikmu sebagai tunangan putraku yang berharga. Kau bisa pergi sekarang." Usir ratu Lydia ketus.


Iris segera pamit undur diri. Selama perjalanan menuju ke kediaman Castallio, gadis itu terus meneteskan air mata.


Iris menangis sesegukan. Dia merasa keadaannya lebih berat setelah bertunangan dengan putra mahkota. Bahkan tak jarang banyak bangsawan yang menggunjingnya karena mendukung rezim pemerintahan yang brutal.

__ADS_1


Keluarga Castallio tidak lagi peduli padanya, sementara pertunangan mereka sudah berlangsung selama tiga tahun dan belum memutuskan tanggal pernikahan. Bahkan tak jarang Iris melihat putra mahkota sibuk merayu beberapa wanita tepat di hadapan matanya.


Kisah cintanya tak semulus yang dia kira seperti novel yang di bacanya. Dimana mereka memiliki ending yang bahagia hingga sisa usia mereka. Namun tidak untuk Iris, kisah cintanya sangat rumit.


Dia mencintai putra mahkota dan menyerahkan semuanya, namun sayang, semuanya sia-sia. Putra mahkota tidak pernah mau peduli dengannya sejak dua tahun lalu dan itu membuatnya sedih.


'Putra mahkota hanya memanfaatkan dirimu yang memiliki sihir cahaya.'Batinnya dalam hati. Dia sudah lelah mengejar cinta putra mahkota yang selalu menyakitinya.


"Aku benar-benar bodoh, ya..." Liriknya sambil menangis.


💠💠💠💠


Leona memutuskan kembali ke desa Bloom Mist dan mengumpulkan para bawahannya yang tersebar di penjuru desa. Dia ingin mereka mempersiapkan diri sebelum penyerangan di mulai.


"Aku membawa kabar dari Istana Kekaisaran. Bangsa Orch bersama beberapa pasukan istana kerajaan Seanthuria akan menyerang desa kita dan menjadikan kita budak perang."


Suara gemuruh dan umpatan pecah seketika.


"Aku ingin kalian mempersiapkan diri mulai sekarang. Kita tidak tau kapan mereka akan menyerang desa kita."


"Baik, Nona."


Mereka mulai merencanakan beberapa rute untuk memasang jebakan dan perangkap. Leona juga memberikan ide agar korban jiwa yang berasal dari pihaknya tidak banyak, bila perlu tidak ada.


Jim yang juga ikut rapat bersama mereka hanya bisa bangga dengan keponakannya itu. Meskipun dia gadis yang tidak peka dengan mulut pedas dan tajamnya, namun ide-idenya sangat membantu dalam pekerjaan nya.


Sementara itu Khalix menyusup ke istana tempat raja bekerja setelah seharian mengintai raja Grambiel dari jauh. Setelah raja itu pergi, Khalix segera memasuki tempat itu dan mulai membuka berbagai laci tempat penyimpanan yang berada di sana. Khalix mencari sebuah stempel kerajaan untuk memecah dua kubu pendukung milik raja dan ratu. Jika mereka bersitegang, akan sangat mudah mereka melakukan pemberontakan.


Setelah di dapat apa yang dia cari, Khalix segera mengeluarkan sebuah surat palsu dan memberi cap stempel kerajaan itu. Dia kembali menyimpan stempel itu seperti semula dan segera pergi dari sana.


Setelah cukup berada cukup jauh dari istana dan merasa aman, Khalix segera memanggil seekor burung merpati pos kerajaan. Muncul seekor burung merpati putih dan segera terbang merendah ke hadapan Khalix.


Khalix mengikat sebuah surat di kaki burung itu dan menatapnya tajam.


"Pergi dan antarkan surat ini ke duke Mizugami. Surat ini harus sampai kepada tuan duke, bukan penerusnya. Jika gagal, maka kau akan ku panggang." Ancam Khalix dan menatap tajam burung malang itu. Aura intimidasi plus aura membunuhnya keluar cukup pekat membuat burung itu gemetar ketakutan. Tidak lupa Khalix memasang wajah bengis yang membuat burung itu ingin mati detik ini juga.


Burung itu seakan mengerti apa yang dikatakan menganggukkan kepalanya dengan cepat. Jika saja burung itu bisa berbicara, mungkin dia sudah mengumpat dan menangis darah karena memiliki majikan yang kejam bak iblis.


Khalix melemparkan burung itu ke udara dan menatap kepergian burung itu penuh harap. Duke Mizugami merupakan pendukung raja yang paling loyal, sementara duke lainnya merupakan pendukung mendiang ratu Errena. Kecuali duke Castallio yang merupakan bangsawan netral.

__ADS_1


Karena seminggu lagi akan terjadi penyerangan di desa milik Leona, dan Khalix harus membuat kubu-kubu pendukung istana harus berantakan dan membuat raja Grambiel pusing tujuh keliling.


__ADS_2