
Carl keluar dari ruangan kepala akademi dengan senyum sumringah dan menatap keempat anak didiknya dengan ekspresi bahagia.
"Kita mendapat libur misi selama seminggu. Jadi segera kemasi barang kalian dan kita pergi liburan~" Ujar Carl dengan mata berbinar membuat keempat muridnya serta bersorak gembira dan seekor panther hitam ikut menggoyangkan ekornya.
Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu sambil membicarakan tentang tujuan liburan mereka.
"Jadi kita liburan ke Bloom Mist, Guru?" Tanya Eura memastikan.
"Iyap. Aku ingin membeli beberapa pakaian terbaik yang berasal dari sana. Aku dengar tempat itu juga sangat indah."
"Apa Guru tau dimana lokasinya?" Tanya Iven.
Hening sejenak. Mereka bahkan tidak mengetahui letak desa itu, yang pasti desa itu dulunya merupakan desa yang sangat miskin dan di buang oleh kerajaan serta kekaisaran, namun masih berada di wilayah Castallio.
"Aku tidak tau." Jawab Carl murung.
"Aku tau tempatnya. Aku berasal dari sana." Ucap Leona yang langsung mendapatkan tatapan penuh haru dari keempat pria itu.
"Sungguh?" Tanya mereka kompak dan tidak percaya.
"Sungguh." Sahut Leona tegas.
"Beneran?"
"Benar."
"Leona~! Kau memang penyelamat~!" Seru mereka dengan berkaca-kaca yang membuat Leona dan Kei menatapnya jijik.
"Hentikan tatapan menjijikkan itu." Sungut Leona jengkel.
💠💠💠ðŸ’
"Wah~ Keren~!" Seru ke empat pria itu begitu mereka tiba di gerbang desa Bloom Mist. Mereka langsung di suguhi pemandangan yang menakjubkan, dimana terdapat lorong bunga yang berasal dari cabang dan ranting pohon. Belum lagi pemandangan desa yang terlihat apik dan mengagumkan, dimana rumah-rumah tersusun rapi. Bahkan di kejauhan terlihat sebuah menara jam dan sebuah bangunan bergaya Jepang dengan lima lantai yang terletak di ujung desa.
"Ini seperti negeri dongeng." Ucap Eura kagum.
"Mari kita mencari penginapan dulu lalu kita berkeliling." Seru Carl semangat lalu menatap Leona. "Bagaimana denganmu, Leona?"
"Aku tinggal bersama pamanku di kediaman Calisius. Kalian mau mampir?" Tawar Leona yang langsung disambut antusias oleh mereka.
Sepanjang perjalanan, keempat pria itu tak hentinya berdecak kagum. Pemandangan indah yang memukau serta gaya rumah-rumah yang belum pernah mereka lihat. Meskipun terlihat sederhana dan hampir mirip, namun sangat unik dan terdapat beberapa perbedaan di setiap rumah.
Tak terasa mereka kini tiba di kediaman Calisius. Mereka menatap kagum bangunan bergaya Jepang berlantai lima yang berdiri kokoh. Kei dan Kaze segera berubah menjadi manusia dan bergabung dengan pelayan di kediaman Calisius.
"Selamat datang di kediaman Calisius." Sapa para pelayan ramah dan Leona mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
"Ayo masuk."
Mereka segera memasuki kediaman Calisius dengan berdecak kagum. Bangunan kayu yang kokoh dengan furniture mewah dan elegan, serta beberapa pajangan yang terbuat dari kristal, begitu pula dengan lampu gantung yang berisi beberapa light stone yang langka.
Light stone adalah batu langka yang mengeluarkan cahaya terang saat malam dan harganya sangat mahal. Setara dengan secuil baru berlian sollan untuk hiasan cincin pernikahan. Hanya bangsawan kaya dan keluarga kerajaan serta kekaisaran yang mampu memilikinya.
Sementara di desa ini? Semua penduduk memiliki light stone lebih dari satu, bahkan menjadi alat penerangan jalanan desa dan sudah menjadi hal umum di desa ini.
"Akhirnya kau pulang, Leona." Sapa Jim menatap Leona dengan khawatir.
"Aku pulang, Paman. Oh, ya mereka ini rekan setimku. Apa boleh mereka menginap disini?" Leona mencoba meminta ijin pada Jim yang saat ini menjadi walinya.
"Tentu saja. Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar mereka." Sahut Jim.
💠💠ðŸ’
Mereka kini makan malam bersama di kediaman Calisius dengan hening. Carl mengakui, suasana ini membuatnya merasa nyaman berada di sini. Berbeda dengan kediaman Castallio yang memiliki aura suran dan terasa dingin saat berada di ruang makan.
"Leona, mulai besok ajak mereka berkeliling di desa. Aku tidak bisa ikut serta karena harus mempersiapkan acara untuk musim semi nanti." Ucap Jim menyesal setelah mereka selesai makan malam.
"Baik, Paman." Sahut Leona.
"Apakah ada festival?" Tanya Eura dengan mata berbinar yang langsung saja mendapat cubitan kasih sayang dari Wei Tao.
"Tidak sopan berbicara seperti itu, bodoh." Bisik Wei Tao dengan geram pada Eura. Pemuda itu hanya bisa tertawa canggung dan berkata maaf pada Jim.
"Hmm~ Itu ide bagus. Tapi aku bingung dengan festival yang cocok untuk musim semi." Tukas Jim.
"Bagaimana dengan menikmati mekarnya bunga. Kita bisa berkumpul bersama di bawah pohon bunga sambil membawa bekal, berperahu di kanal sambil menikmati indahnya bunga atau pesta kembang api?" Usul Arelle.
Seketika Leona teringat dengan beberapa festival musim semi saat kehidupannya yang dulu. Ide Arelle bagus juga.
"Sepertinya itu ide yang cocok." Sahut Leona.
Sementara keempat tamu hanya mendengarkan pembicaraan mereka. Untuk pertama kalinya Carl melihat kedekatan antara pelayan dan majikan, bahkan tak tanggung-tanggung mereka berani memberikan pendapat mereka kepada tuannya.
Biasanya tidak pernah seorang pelayan berani memberikan sebuah usulan, kecuali jika memang di minta.
Belum lagi dia melihat beberapa siluman, baik herbivora, karnivora serta burung yang berbaur menjadi satu dengan pelayan lainnya dan tampak akrab.
"Leona, dimana panther hitam kurang ajarmu itu?" Tanya Carl saat menyadari Kei si panther hitam tidak terlihat sama sekali. Sontak semua pelayan menatap kearah Kei yang kini terbatuk kecil.
Seketika Carl paham. Pantas saja panther hitam itu selalu mengerti apa yang mereka katakan. Ternyata dia siluman.
Tunggu, siluman?
__ADS_1
Carl menatap horor Kei yang kini mengeluarkan telinga panther nya, tidak lupa dengan ekor yang bergoyang serta memamerkan gigi taringnya.
"Anda mencari saya, Guru Carl? Apa Anda perlu sesuatu?"
"Ah, tidak." Sahut Carl dan langsung terdiam begitu saja.
💠💠ðŸ’
"Wah~ Pemandian air panasnya sangat indah~" Seru Eura dengan tatapan berbinar menatap pemandangan alam yang menyejukkan. Dimana di hadapan nya kini terdapat sebuah pegunungan biru dengan berselimut kabut tipis yang memanjakan mata.
Di bawahnya terdapat ladang penduduk yang berbatasan langsung dengan sebuah ngarai yang indah.
Hari pertama mereka di desa ini adalah mengunjungi pemandian air panas atas usul Leona yang langsung saja disambut dengan bahagia oleh yang lainnya.
Keempat pria itu tengah berendam air panas sambil menatap pemandangan indah di hadapannya. Untuk pertama kalinya mereka melihat pemandangan seindah ini selama mereka hidup.
"Yah~ Pilihan yang tepat untuk liburan misi yang melelahkan." Sahut Carl sambil merelaksasi kan tubuhnya.
"Tapi aku tidak menyangka jika di kediaman Calisius terdapat beberapa siluman. Bahkan mereka tampak akrab." Ucap Wei Tao serius saat pertama kali memasuki kediaman Calisius dan berkeliling bersama Leona dan pelayan.
Carl hanya diam mendengarkan pembicaraan ketiga pemuda yang menjadi muridnya. Kediaman Calisius sangat berbeda dengan kediaman lainnya selama dia menjadi bangsawan. Para pelayan tidak berani mengeluarkan pendapat sembarangan kecuali di tanya.
Apalagi tentang Leona. Dia terlihat berbeda dengan bangsawan pada umumnya. Saat dia melihat interaksi gadis itu dengan Jim yang sebagai wali gadis itu, Carl berani bertaruh jika Leona tidak memiliki sikap anggun layaknya wanita bangsawan di lihat dari gerak geriknya.
Carl akui Leona tidak bisa di tebak, bahkan dia sendiri tidak mengetahui pasti kemampuan gadis itu selain membuat onar bersama teman-temannya.
"Kalian ingin berkeliling lagi? Masih ada waktu sebelum sore datang." Seru Leona dari pemandian sebelah yang di batasi oleh bebatuan yang disusun sedemikian rupa.
"Baiklah, kita sudahi berendam nya. Ayo kita berkeliling." Sahut Carl dan segera bangkit dari acara berendamnya diikui oleh ketiga pemuda itu.
Selama perjalanan, mereka tak henti-hentinya berdecak kagum dengan keindahan desa ini.
"Aku heran kenapa desa seindah ini dihapus dari peta kerajaan dan kekaisaran." Celetuk Iven tiba-tiba.
"Ada beberapa desa yang sengaja di hapus dari peta semenjak raja yang sekarang memimpin wilayah ini." Ujar Carl tiba-tiba serius yang membuat keempatnya menoleh penasaran.
"Kenapa?" Tanya Eura mewakili ketiga rekannya.
"Desa ini sengaja di hapus keberadaannya dari peta kerajaan dan Kekaisaran karena desa ini dulunya milik klan Tigries yang telah hilang." Jelas Carl serius.
"Raja sekarang mengendalikan para Duke kerajaan Seanthuria dengan sebuah artefak kuno. Mereka tidak bisa melawan raja, jika mereka melawan maka artefak itu akan menyiksa mereka. Permaisuri yang sekarang hanya sibuk dengan keinginan pribadinya, jadi keberadaan beberapa desa sengaja di hapuskan oleh Kaisar untuk mencegah suatu hal. Apalagi beberapa desa yang dihapus itu memiliki perdana penting dalam sejarah Kekaisaran." Carl membocorkan beberapa informasi penting Kekaisaran kepada mereka yang sukses membuat mereka terbelalak kaget.
Leona terdiam. Jadi selama ini karena ulah sang raja? Dalam ingatan pemilik tubuh ini, Leona kecil pernah mencium bau amis darah yang berasal dari tubuh Calvian.
"Jadi para Duke menjadi anjing kerajaan untuk melawan kaisar, begitu?" Celetuk Leona tajam yang membuat Carl nyaris menggigit lidahnya sendiri, sementara ketiga rekannya langsung terbatuk ria.
__ADS_1
"Tebakanmu benar. Sudahlah, jangan bahas hal itu. Sebaiknya kita nikmati waktu yang tersisa." Carl mengalihkan perhatian keempatnya anak didik nya. Dia tidak ingin setan-setan asuhannya membuat ulah untuk saat ini.