
Karena karya ini akan tamat beberapa bab lagi, ijinkan author promosi karya, yaaa...
Ini karya aku yg udah tamat. Jadi siapkan tissue jika baca novel ini, yaaa...
Maaf judul sampulnya ga sesuai sm judul novelnya.
Ganti Judul dan telah di revisi!
Ran, anak yang di benci oleh keluarga kandungnya sendiri dan menjadi objek penelitian dari kakeknya bertemu dengan seorang pria yang memiliki penampilan nyaris serupa dengan dirinya yang ternyata menjadi pendonor DNA untuknya
Setelah berjuang sekian lama, Ran berhasil keluar dari rumah terkutuk itu dengan kematian palsu buatan sang paman lalu bertemu dengan salah satu konstelasi zodiak.
Mereka akhirnya tinggal di sebuah kota yang penuh dengan konflik. Bersama ayah angkat, kakak angkat dan pamannya yang menyembuhkan trauma pada gadis itu. Ternyata kota itu merupakan kota tanpa hukum dan mereka menghadapi berbagai perkelahian di kota tanpa hukum itu.
Lanjutan dari The Scard: Start!
Masih on proses. Harap bersabar dengan updatenya yg amburadul.
Novel ini bertemakan kota penuh konflik dan tawuran. Jadi untuk romansa hampir tidak ada yaa..
__ADS_1
Lanjutan The Scard: Start!
Setelah tinggal beberapa waktu di kota X, Kirania mencoba bertahan hidup dalam kota tanpa hukum yang semakin hari semakin berbahaya.
Dan di dukung ide gila sang ayah yang menyuruhnya bersekolah di sebuah sekolah khusus yang dipenuhi dengan berandalan membuat gadis itu berusaha menjadi yang terkuat di sekolah itu.
Warning! Banyak adegan kekerasan, pertarungan dan menguras emosi.
Cuplikan
Kota X, kota otonom tanpa hukum. Kota berbahaya yang memiliki enam distrik dan dipimpin oleh dua kubu berbeda sejak berakhirnya kerusuhan beberapa waktu lalu.
Kerusuhan saat pemilihan walikota dan kelompok sindikat perdagangan manusia meninggalkan banyak kerusakan. Beberapa distrik mengalami kerusakan yang cukup parah, salah satunya distrik B dan F.
Wilayah yang diabaikan oleh negara dan tanpa hukum ini menjadi wilayah otonom yang berbahaya, banyak penjarahan terjadi di kota ini, gencatan senjata antar kelompok membuat beberapa orang terpaksa mengungsi ke kawasan khusus.
Tragedi beberapa waktu lalu menyebabkan banyaknya korban jiwa. Di tengah-tengah kericuhan itu muncul sekelompok orang dengan kemampuan istimewa. Mereka memiliki sebuah simbol yang dapat memantulkan peluru dan mematahkan senjata tajam. Mereka adalah SCARD.
Keberadaan mereka tidak diketahui lagi sejak kejadian itu.
Keberadaan mereka menjadi incaran beberapa pihak untuk keuntungan sendiri, mengingat pemilik tatto itu kebal dengan senjata tajam dan peluru.
Tidak diketahui pasti siapa kelompok tersebut, karena kelompok itu berbaur dengan masyarakat umum.
__ADS_1
Distrik D, E dan F, tiga Distrik yang berada dibawah naungan Athena Grup. Distrik yang diabaikan pemerintah kota X karena termasuk kawasan kumuh dan tertinggal.
Di bawah naungan Athena Grup, tiga Distrik ini mengalami perubahan yang begitu pesat. Bahkan tiga distrik ini lebih maju dari tiga distrik yang menjadi distrik kesayangan pemerintah.
Meski demikian, beberapa wilayah di Distrik itu mengalami kerusakan yang parah. Selama tiga bulan pemimpin tiga distrik ini melakukan pembangunan dalam sektor bangunan maupun ekonomi.
Kini ketiga distrik itu menjadi wilayah B-ATED, dimana keberadaan SCARD terdeteksi di wilayah ini saat pertarungan dengan sekelompok orang dan mutan beberapa waktu lalu.
Dua bocah tanggung berkisaran dua belas atau lebih tampak tidur lelap beralaskan kasur tipis yang sudah robek di beberapa bagian yang hanya muat satu orang dewasa dalam sebuah kamar yang gelap, pengap dan berdebu.
Kedua bocah itu mengernyit tak nyaman dan menggeliat saat merasakan tubuhnya kaku dan pegal. Keduanya memutuskan membuka mata dan tak sengaja saling tatap. Seketika suara teriakan menggema di pagi buta yang sukses membuat burung-burung bernyanyi merdu terbang menjauh dari sana.
"HEEAAAAA!!!"
"WAAAAAA!!"
Keduanya saling tunjuk dan menatap horor, kaget dengan keberadaan seseorang yang berada di tempat yang sama dengan tubuh kurus kering, apalagi masih anak-anak. Bagaimana bisa dia berada di sana bersama orang asing yang masih bocah ini? Begitulah pikiran mereka saat ini.
"Siapa kau?" Tanya mereka bersamaan sambil jaga jarak. Keduanya membelalak horor saat mendengar suara cempreng yang keluar begitu saja, bukan seperti suara kebanggaan mereka yang bisa menghipnotis lawan bicara. Dengan kompak keduanya menunduk dan melotot horor saat melihat tangan yang tampak kecil serta kurus nan dekil meski terlihat samar-samar. Belum lagi kaki mereka yang kurus seperti lidi.
Keduanya tidak bisa berkata-kata dan seketika sebuah ingatan asing memasuki kepala mereka seperti putaran film secara mendadak. Keduanya meringis kesakitan lalu kembali tepar, tak sadarkan diri dengan saling menindih.
__ADS_1