Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke

Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke
Bab 74


__ADS_3

"Undangan dari kerajaan Seanthuria?" Kaisar Ein membeo sambil menerima sebuah surat undangan yang berisi tanda kerajaan itu.


"Benar, Baginda." Sahut asistennya, Markian.


"Dasar tidak tau malu. Setelah membunuh sepupuku dia masih mengirim surat undangan pesta kedewasaan putri Cosette?" Desisnya sinis.


"Tapi nona Leona masih hidup, kan? Jadi bukan masalah besar. Anda tinggal hadir saja lalu pulang." Sahut sang asisten tanpa dosa.


"Heh. Meskipun begitu. Sepertinya memanggil Khalix dan tim Devil lebih cocok. Mereka berlima memiliki dendam pada keluarga raja itu."


"Baik, Baginda." Markian segera pergi dari ruang kaisar.


Pria berambut merah itu hanya bisa menghela nafas lelah. Kerajaan Seanthuria akhir-akhir ini mengalami kekacauan. Menurut laporan dari mata-mata yang ditaruh di kerajaan itu, banyak pemberontakan yang terjadi di sana. Bahkan raja Seanthuria ingin mengambil sebuah desa kecil yang terletak di wilayah nya dengan cara halus, yaitu melalui perjodohan dengan putri Cosette.


Kaisar Ein geram. Raja itu telah menghancurkan klannya, lalu mempermalukan sepupunya saat acara pertunangan putra mahkota, belum lagi raja itu menginginkan sebagian tanah miliknya melalui perjodohan.


Sebuah mahar yang sangat mahal untuk ukuran putri kerajaan yang terkenal arogan itu. Jika dia menolak, maka peperangan tidak bisa di hentikan.


"Aha! Membuat kekacauan di kerajaan itu pasti menyenangkan." Ucapnya sambil tersenyum miring dan dia segera pergi menuju suatu tempat.


💠💠💠💠


"Kau ingin meracuni keluarga kerajaan? Jangan gila! Bagaimana jika banyak bangsawan tak bersalah terbunuh?!" Seru Khalix saat mendengar perkataan Leona.


Suasana tegang terasa di gazebo istana kekaisaran Kamitsuki yang dipenuhi beraneka tanaman dan bunga cantik bewarna warni. Di sana terlihat Khalix, Leona, Iven, Wei Tao dan Eura tengah sibuk membahas sesuatu dengan serius.


"Ck. Dengar dulu perkataanku sampai akhir, bodoh!" Kesal Leona jengkel. Ingin sekali dia melempar pria tampan mantan pangeran itu ke sarang monster. Namun terlalu sayang karena memerlukan Khalix untuk menjalankan rencana mereka.


"Lalu apa rencanamu?" Tanya Wei Tao penasaran. Begitupun dengan tiga pria lainnya.


"Kita menaruh racun ini di makanan ratu Lydia, lalu membuat raja kehilangan pendukungnya satu persatu tanpa perlu mengotori tangan kita dengan darah." Ucap Leona sambil tersenyum miring.


"Ide yang bagus." Ucap Kaisar Ein yang langsung membuat kelima setan itu berjengit kaget. Dengan gerakan patah-patah mereka menoleh ke arah kaisar yang telah berdiri tak jauh dari sana.


Dengan kaki mereka berdiri dan memberi salam kepada Kaisar Ein yang kini berjalan mendekat ke arah mereka. Dalam hati jantung mereka dag dig dug serr karena mengira sang kaisar mendengar rencana mereka.


"Salam Baginda."


"Aduh, gawat." Batin mereka bersamaan, dengan keringat dingin membanjiri tubuh mereka.

__ADS_1


"Duduklah." Ujar kaisar Ein dan ikut duduk di gazebo bersama mereka. Pria dengan piercing itu mendengar semua rencana yang di lontarkan oleh Leona dkk dan membuatnya penasaran. Rencana yang sempurna tanpa perlu membuat pertumpahan darah.


"Aku mendengar pembicaraan kalian. Maaf, bukannya bermaksud menguping. Tapi aku menyetujui rencana kalian untuk menghancurkan kerajaan itu." Jelas kaisar Ein dengan serius.


Kelimanya menatap kaisar Ein dengan kebingungan.


"Klan Tigries telah di hancurkan karena masalah pribadi, bangsa siluman juga telah musnah, serta dia membuat banyak masalah lainnya yang tidak diketahui publik." Kaisar Ein membeberkan beberapa fakta yang membuat mereka tercengang.


"Jadi si Grambiel bodoh itu menghancurkan sebuah klan? Pengecut sekalii." Cibir Khalix dengan nada meremehkan.


"Bagaimana pun juga, dia itu ayahmu. Jangan jadi anak durhaka begitu dengan menyebut namanya." Tegur Wei Tao.


"Aku memang anak bejad yang durhaka. Kalian tidak tau bagaimana raut wajahnya yang panik ketakutan saat aku mengirim pembunuh bayaran ke istananya? Benar-benar hiburan yang menyenangkan." Ucap Khalix sambil tergelak.


Khalix dulunya sering di datangi pembunuh bayaran atas sewaan raja Grambiel dan permaisuri Lydia. Bahkan raja Grambiel terang-terangan memberikan makanan yang mengandung racun pada Khalix kecil, sehingga tubuh pria itu terbiasa dengan racun. Raja Grambiel khawatir jika dirinya merebut posisi putra mahkota dari Casian maupun dirinya.


"Aku tidak takut di sebut anak durhaka. Lagipula aku tidak peduli." Ucap Iven dan anggukan dari Leona.


Iven dan Leona yang tidak pernah mendapatkan perhatian sang ayah, lebih memilih tidak peduli dan tidak mau tau. Lagipula mereka tidak memiliki kenangan apapun tentang ayah mereka selain kata-kata kasar dan makian.


Wei Tao paham jika mereka bertiga memiliki pengalaman buruk tentang orang yang di sebut ayah. Pria itu hanya bisa meminta maaf karena tidak sengaja membuka luka lama mereka.


Suasana mendadak terasa canggung. Eura yang peka langsung mengubah suasana menjadi cair.


"Bagaimana jika kita mengamati pergerakan mereka dulu? Siapa tau kita bisa memanfaatkan celah untuk menyerang mereka." Eura memberi saran yang langsung di setujui oleh orang yang berada di sana.


💠💠💠💠


"Aku butuh kekuatan untuk mengontrol duke-duke itu. Aku merasa akhir-akhir ini mereka sulit di atur." Ucap raja Grambiel sambil mengelus kalung dengan empat permata yang berkilauan di lehernya.


"Jangan khawatir, Yang Mulia. Kepala menara sihir akan segera datang memberikan kekuatan pada kalung Anda." Ucap salah satu orang kepercayaan raja Grambiel, Count Shao Cyrus.


"Benar. Aku membutuhkan kekuatan besar untuk mengontrol mereka. Ditambah dengan pengguna sihir cahaya, maka aku akan mendapatkan kekuatan yang besar yang bahkan sanggup menggulingkan kekaisaran, hahaha!"


'Tok' 'Tok'


"Maaf, Yang Mulia. Ada tamu dari kerajaan Orgny datang berkunjung." Lapor salah satu prajurit istana dari balik pintu.


"Persilahkan dia masuk!" Serunya sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Tak berapa lama, pintu terbuka dan datang empat orang pria yang memiliki penampilan aneh, ada yang menyerupai buaya, manusia setengah ular dan manusia berkepala serigala dan manusia yang memiliki telinga runcing dengan tubuh bewarna hijau dengan pakaian mewah ala bangsawan tinggi. Sepertinya dia merupakan pemimpin kelompok itu.


"Saya undur diri, Yang Mulia." Pamit Shao Cyrus dan segera pergi keluar. Dia juga membungkuk hormat pada tamu raja Grambiel sebelum menghilang di balik pintu.


Mereka adalah bangsa Orch yang menjalin kerja sama dengan kerajaan Seanthuria baru-baru ini.


"Selamat datang di kerajaan Seanthuria, putra mahkota kerajaan Orgny." Sapa raja Grambiel sambil tersenyum miring.


"Terimakasih sambutannya, Yang Mulia." Balas pria itu dengan suara serak seperti terhambat dahak.


Mereka berbasa basi sejenak sebelum membahas topik utama mereka.


"Bagaimana dengan surat kerja sama kita?" Tanya raja Grambiel sambil tersenyum ramah.


"Aku menerimanya jika menguntungkan. Tapi kalau kau melanggar, maka aku tidak segan menghancurkan mu dan juga kerajaan mu." Ucap putra mahkota Orgny dengan nada mengancam.


Bangsa Orch terkenal dengan tempramen yang buruk. Mereka tidak segan membunuh dan memusnahkan sebuah kerajaan jika kesepakatan yang diajukan di langgar atau tidak memberikannya keuntungan yang telah di janjikan.


"Baik-baik. Karena setelah perang ini berakhir, maka kau mendapatkan keuntungan yang telah kita sepakati." Ucap raja Grambiel sambil menyeringai.


Raja Grambiel melakukan kerjasama dengan bangsa Orch untuk menaklukkan Kekaisaran Kamitsuki. Mengingat sang kaisar yang tak lain kaisar Ein, tidak pernah membalas surat tentang perjodohan maupun surat lamaran yang ditujukan padanya.


Jika perang terjadi, sudah di pastikan kekuatan militernya kalah, mengingat beberapa keluarga bangsawan mengurangi jumlah prajurit nya, termasuk prajurit milik ke empat duke yang dikendalikan oleh nya, bahkan ada yang pergi melakukan pembasmian monster.


Apalagi rumor mengatakan jika kaisar Ein memiliki seratus prajurit yang sangat kuat, belum lagi prajurit di Kekaisaran itu sangat banyak jumlahnya, baik dari pihak bangsawan maupun rakyat biasa. Karena di Kekaisaran itu mengadakan wajib militer untuk rakyatnya.


Belum lagi desas desus tentang sebuah desa kecil yang terbentuk empat tahun lalu. Sebuah desa kuat yang membuatnya terancam. Desa itu merupakan desa buangan yang berada di wilayah Calisius. Lalu empat desa miskin bergabung dengan desa itu tiga tahun lalu dan menjadi desa yang makmur.


Desa yang berada di dekat perbatasan wilayah tengah, yang terletak di luar wilayah Castallio. Lokasi yang dekat dengan zona berbahaya. Tidak diketahui pasti letak desa itu karena medan yang sangat sulit dan lokasinya cukup terpencil.


Menurut kabar yang beredar, pemimpin desa itu memiliki hubungan baik dengan kaisar Kamitsuki. Desa yang kaya raya yang menyaingi kekayaan kerajaan Seanthuria, bahkan melebihi kekaisaran.


Ketamakan mulai meguasainya. Dia ingin menguasai desa kecil itu. Raja Grambiel tidak ingin desa itu menjadi sebuah kerajaan. Maka dia harus bertindak lebih cepat.


"Aku mendengar sebuah desa kuat yang berada di dekat hutan wilayah tengah. Bagaimana jika kita melakukan invasi kepada desa baru itu?” Ucap raja Grambiel tiba-tiba yang membuat ke empat tamunya saling melempar tatapan bertanya.


Mereka juga mendengar kabar tentang keberadaan desa itu. Desa itu tidak pernah mengusik desa lainnya maupun melakukan penyerangan ke wilayah tengah. Mereka berempat menatap raja Grambiel dengan penasaran.


"Kenapa desa itu, Yang Mulia?" Tanya salah satu tamu penasaran.

__ADS_1


"Karena kita bisa mendapatkan banyak budak perang dari sana." Ucap raja Grambiel sambil tersenyum miring.


__ADS_2