Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke

Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke
Bab 88


__ADS_3

Leona, Kei dan Ken segera mencari tempat yang cocok untuk memasang jebakan dengan kaisar Ein sebagai umpannya. Setelah dirasa menemukan tempat yang cocok, mereka segera mengerjakan tugas masing-masing dengan cepat.


Leona tengah menggambar beberapa fuinjutsu, sementara kedua pria siluman itu merancang dekorasi untuk menyamarkan beberapa jebakan di sana.


Setelah dirasa cukup, Eura, Iven dan Wei Tao menyeret kaisar Ein yang kini tengah mengamuk. Bayangkan saja, pria mana yang mau bertunangan dengan sesama pria? Kecuali mereka mengidap gay.


"Dasar bangsad kalian! Aku masih normal, sialan!" Raung kaisar Ein sambil mencoba berontak.


"Baginda harus tenang. Jika Anda mau menyegel raja kegelapan, Anda harus berkorban dan ikut berkontribusi dalam hal ini." Bujuk Kiara yang kini menyiapkan beberapa hidangan untuk acara PDKT mereka berdua di bantu oleh Kaze dan Carl.


Pria tampan berambut merah itu hanya bisa menatap mereka dengan tajam penuh aura intimidasi, namun bukannya takut, mereka justru tersenyum manis yang membuat pria itu kembali mencak-mencak.


"Ayolah, Baginda~" Rengek mereka sambil melayangkan jurus mematikan, puppy eye no jutsu secara berjamaah yang membuat pria itu frustasi.


"Jika Anda berhasil mengetahui banyak hal tentang raja kegelapan, maka tidak ada pertumpahan darah yang tidak di perlukan." Bujuk Leona sambil memelas, diikuti oleh Kei dan Ken yang menatapnya dengan tatapan khas miliknya, tidak lupa dengan telinga hewan mereka yang telah menyembul keluar seakan mendukung penuh keadaan.


"Baiklah, baiklah. Aku akan berkorban untuk ini. Tunggu pembalasan dariku, pengikut sialan!" Kaisar Ein akhirnya menyerah.


"Yay!" Seru mereka kompak.


"Baginda harus melakukan ini sebagai uke yang baik agar rencana kita berjalan dengan lancar." Lalu Leona membisikkan sesuatu pada pria itu yang sukses membuatnya melotot. Kaisar Ein menatap Leona dengan tatapan membunuh.


Leona hanya nyengir. "Jika tidak, maka kita tidak bisa mengalahkan raja kegelapan. Tolonglah Baginda mau menerima ide saya."


"Pergi sana!" Usir Kaisar Ein yang merasa harga dirinya tercoreng. Jika saja raja kegelapan bukan laki-laki, dia sudah pasti mau-mau saja. Tapi dia normal, oke!


⚛️⚛️⚛️⚛️


Beberapa kepala menyembul dari balik semak-semak, mengawasi jalan masuknya jebakan untuk raja kegelapan. Di sana terlihat Kaisar Ein duduk sambil menyesap teh dengan wajah yang ditekuk. Berbagai rencana tersusun epik di kepalanya untuk membalas dendam pada bawahannya yang lucknut itu. Namun dia urungkan mengingat sebentar lagi raja kegelapan akan tiba dari acara belanjanya.


"Dia datang." Bisik seseorang di sana dan mereka segera bersembunyi.


Carl mengiring raja kegelapan menuju sebuah taman, lalu raja kegelapan itu berseru senang yang membuat Kaisar Ein menahan mual.


"Tunanganku~!!" Serunya sembari menghampiri kaisar yang menahan mual.

__ADS_1


'Jika kau bangsa manusia, mungkin aku membunuhmu dengan senang hati.' Batinnya dalam hati.


Raja kegelapan segera duduk di hadapan kaisar Ein dan menatapnya dengan tatapan berbinar. Kaisar Ein menahan mual melihat hal itu, namun berhasil di tutupi dengan wajah datarnya.


"Aku bukan tunanganmu." Sentak Kaisar Ein. Dia membayangkan menyayat nadi dan mengelupas kulit pria di hadapan nya ini sambil tertawa terbahak-bahak dalam kepalanya.


"Tapi sebentar lagi kau menjadi tunanganku." Rengek pria itu tak terima.


Beberapa orang yang mengintip interaksi mereka hanya bisa menahan tawa melihat hal itu, sementara para bangsawan Seanthuria hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Para bawahan menistakan Kaisar mereka? Hell!! Sepertinya mereka akan mati berjamaah dan malaikat maut akan kewalahan mengantarkan roh-roh mereka.


Kiara menyembul dari balik semak bersama Eura dengan memamerkan sebuah papan putih yang berisi tulisan. Mereka berdua melambai memberi isyarat pada Kaisar Ein untuk membaca tulisan itu . Pria itu menyadari kehadiran bawahannya dan menatap mereka dengan jengkel.


'Kenapa kau begitu menginginkanku sebagai tunanganmu? Katakan itu dengan lembut dan malu-malu.' Begitulah isi tulisan itu saat mata pria itu tak sengaja menatap kearah tulisan itu.


'Kalian bawahan lucknut.' Geram pria itu menahan amarah.


"Kenapa kau menginginkanku sebagai tunanganmu? Bukankah ada wanita lain yang lebih menarik dan lebih cantik? Aku ini pria normal." Cecar Kaisar Ein jengkel yang sukses membuat beberapa bawahannya yang mengintip menatap Kaisar mereka dengan jengkel.


"Karena kau tampan dan gagah. Aku juga menyukai perempuan tetapi tidak ada yang menarik minatku. Bahkan kebanyakan dari perempuan hanya ingin harta dan tampang saja. Aku benar-benar muak." Ucapnya sambil memasang ekspresi sedih.


Sontak Leona dan Kiara yang mendengar hal itu ingin mengamuk, namun berhasil di tahan oleh para pria yang berada di sana. Meskipun apa yang dikatakan oleh Raja kegelapan itu hampir semuanya benar, namun mereka tetap saja memerlukan harta untuk bertahan hidup. Masa iya mereka tidak memiliki sandang, papan dan pangan?


Sementara beberapa wanita maupun gadis bangsawan yang mendengar hal itu merasa tertampar. Mereka yang tak sengaja melihat Kaisar Ein memasuki istana, belum lagi kemunculan raja kegelapan dengan pakaian mewahnya membuat mereka penasaran dan memutuskan mengikuti dan mengintip mereka. Sayangnya perkataan raja kegelapan membuat mereka tertampar.


"Anjing! Raja set–hmmph!" Leona yang ingin mengeluarkan sumpah serapah langsung di bekap oleh Jim. Tubuhnya di kunci oleh Kei dan Kazuma membuat gadis itu meronta.


"Ssstt!! Diam, Nona! Kita akan ketahuan! Bisik salah satu prajurit kaisar yang ikut bersembunyi di sana. Seketika alis Leona menukik tajam dengan kedutan muncul di pelipis gadis itu.


"Kiara, tenanglah. Kita bisa ketahuan!" Bisik Eura saat gadis berambut pink itu mengambil ancang-ancang untuk melayangkan sepatunya. Dibantu oleh dua orang prajurit, mereka berhasil menenangkan Kiara yang tengah mengamuk.


"Sia-hmmpphh!!" Buru-buru Eura menyumpalkan saputangan miliknya ke dalam mulut gadis itu tanpa rasa bersalah. Kiara terdiam sebentar dan menatap Eura dengan tatapan membunuh.


💠💠💠💠💠


Kaisar Ein melihat dua semak yang berada tak jauh darinya bergerak-gerak sesaat. Pasti mereka tengah mengintip acara minum teh hari ini. Pria itu khawatir jika raja kegelapan mengetahui keberadaan mereka dan menghabisi nya.

__ADS_1


"Salam, Baginda." Sapa seorang gadis cantik yang di ketahui bernama Iris. Entah apa yang dipikirkan gadis itu sehingga nekat mendekati dua pria berbahaya itu. Yang pasti Leona dan Jim menyeringai dalam hati.


Raja kegelapan menatap Iris jengkel. Acara kencannya terganggu dengan kedatangan gadis itu.


"Ya? Silahkan duduk." Ucap raja kegelapan.


"Terimakasih, Tuan." Iris segera duduk di sana dan menatap kedua pria tampan itu dengan tatapan berbinar.


Kaisar melirik sekilas kearah Iris dan kembali fokus menatap ke sekitar sebelum Wei Tao bergelantungan dengan sebuah papan yang berisi tulisan besar dengan berbunyi, 'Aku tidak mengenalmu sebelumnya. Bisakah kau memperkenalkan dirimu terlebih dahulu agar pembicaraan kita nyaman? Jangan lupa dengan nada centil.' Setelah dipastikan Kaisar membaca tulisannya, Wei Tao langsung bersembunyi di rimbunnya dedauan yang berada di pohon peach dekat taman.


'Aku mual! Awas saja kalian para bawahan lucknut!' Geramnya dalam hati.


"Ada apa Nona menghampiri kami?" Tanya raja kegelapan dengan malas dan ketua, membuat Iris menelan ludahnya gugup.


"Sa-saya hanya kebetulan lewat sini dan tak sengaja melihat kalian mengobrol di salah satu taman istana. Jadi saya memutuskan menghampiri kalian." Ucapnya malu-malu. Sukses kedua pria itu hanya mendengus sebagai jawaban.


Iris yang berstatus calon putri mahkota merasa memiliki kewajiban untuk ikut mengurus pemerintahan, jadi dia memanfaatkan statusnya untuk berdekatan dengan dua pria yang memiliki status lebih tinggi darinya.


"Hn."


"Aku tidak mengenalmu sebelumnya, apakah kau mau memperkenalkan dirimu?" Tanya Kaisar Ein dengan wajah datar, dalam hati pria itu membayangkan muntah dan menguliti wajah pria di hadapannya.


"Ah~ Aku lupa memperkenalkan diri." Ucapnya penuh semangat. Dia menepuk tangannya dan meletakkannya di samping kepalanya.


"Aku ini adalah raja kegelapan. Namaku Lux Davirria Axstone. Kau bisa memanggilku Lux, sayang ataupun cinta." Lux mulai memperkenalkan dirinya sambil mengedip genit, tidak lupa dengan nada ceria yang membuat kaisar Ein ingin muntah darah.


'Anjing! Telingaku copot.' Makinya dalam hati.


"Salam kenal, Yang Mulia. Saya Iris Castallio, tunangan putra mahkota Casian Aletto Seanthuria sekaligus calon putri mahkota di Kerajaan ini." Iris memperkenalkan diri.


Seketika cahaya gelap menerjang gadis itu hingga terpental beberapa meter dan memuntahkan seteguk darah.


"Dasar hama." Rutuk Lux kesal dengan aura membunuh pekat yang keluar dari tubuh pria itu.


"Sial!" Batin beberapa orang yang melihat adegan itu.

__ADS_1


__ADS_2