Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke

Jiwa Pengganti Sampah Keluarga Duke
Bab 56


__ADS_3

'Brakk!'


"Aku tidak menduga jika Leona di perlakuan begitu buruk oleh si sialan itu." Geram kaisar Ein setelah mendengar penuturan dari ke empat tawanan Leona yang merupakan prajurit dari Castallio.


"Hiks... Hiks... Ternyata Nona Leona mengalami kehidupan yang menyedihkan di rumahnya sendiri, hiks..." Timpal Noah sambil menahan tangis.


"Berhentilah menangis. Kau itu cengeng sekali." Ejek salah satu rekannya.


"Hanya karena tidak memiliki mana, Leona di asingkan dan diabaikan di rumahnya sendiri. Pengasingan dan pengabaian lebih buruk daripada tidak memiliki orang tua." Ucap Jim sambil menerawang kejadian beberapa waktu silam.


Iven yang mendengar cerita tentang Leona dari keempat prajurit itu hanya bisa terdiam. Meskipun dia hanyalah anak dari seorang selir, namun dia masih memiliki ibu dan keluarga pihak ibu yang menyayanginya.


"Aku rasa, pemilik sihir cahaya itu sangat lemah. Dia sepertinya terlalu bangga dan tidak memiliki niat untuk melatih sihir yang hebat itu." Imbuh salah satu prajurit milik kaisar.


"Kalau tidak salah, namanya Iris ya."


"Benar, Baginda." Jawab Ribbert sambil menunduk bersama ketiga rekannya.


"Nona Iris tidak pernah berlatih sihir di kediaman. Begitu juga di Akademi. Rumor mengatakan beliau selalu bersama putra mahkota dan beberapa putra bangsawan berpengaruh." Jelas Ben.


"Untunglah beban sepertinya tidak menjadi tim kami." Celetuk Iven tajam.


"Pemilik sihir cahaya yang berbangga dengan sihirnya tanpa di latih. Masih lebih baik Leona daripada dia."


"Mengingat Leona yang tidak memiliki mana, namun dia sangat hebat dalam hal lainnya. Dia bahkan menggunakan berbagai cara untuk mencari kelemahan musuhnya." Imbuh Carl dengan bangga.


Bagi Carl, meskipun anak didiknya tidak memiliki mana maupun bakat, selama dia mau berlatih dan berjuang dia akan tetap menjadi orang hebat. Begitupun dengan ketiga rekannya. Selama Leona tidak berlindung di punggung mereka, mereka tidak akan keberatan satu tim dengan orang yang tidak memiliki mana.


"Jadi apakah kalian mau berbagi informasi dengan kami?" Tanya Jim dengan nada dingin. Ini adalah wilayahnya, jadi siapapun tidak boleh ikut campur dalam urusannya.


Keempatnya saling tatap lalu mengangguk.


"Kami mendengar jika nona Iris akan bertunangan dengan putra mahkota kerajaan Seanthuria bertepatan dengan rencana raja untuk menjodohkan putrinya dengan kaisar Kamitsuki. Bahkan raja dan permaisuri ingin mengundang nona Leona di pertunangan itu untuk menjadi selir putra mahkota."


Seketika hawa mencekam memenuhi ruangan itu. Mereka menatap kaisar Ein, Jim, Carl, Iven, Eura dan Wei Tao yang memasang wajah haus darah. Belum lagi beberapa pelayan dan penjaga yang berada di ruangan itu menatapnya dengan tatapan ala psychopath.


"Leona-sama/Leona tidak boleh menjadi seorang selir maupun istri dari bangsawan manapun."


'Glek'

__ADS_1


"A-akhir-akhir ini tersebar rumor tentang nona Leona yang berhasil membaik pemberontak tersebar di kerajaan Seanthuria, meskipun dulu nona Leona di gosipkan kawin lari dengan pelayan pribadinya. Mereka ingin mempermalukan nona Leona di acara itu." Ucap Ben dengan nada bergetar saat menatap ekspresi menyeramkan dari keenam pria yang berada di sana. Belum lagi hawa membunuh dari pelayan kediaman ini.


"Bedebah sialan itu..." Geram Kaisar tak terima. Dia tidak ingin sepupunya menikah dengan putra mahkota lemah yang sombong itu, apalagi sampai di permalukan.


"Iven, Wei Tao, Eura, gunakan cara apapun agar Leona tidak bertemu dengan putra mahkota. Aku tidak ingin anak didikku yang manis menjadi selir sampah itu maupun menjadi incaran putra bangsawan, bahkan sampai di permalukan."


"Dilaksanakan, Guru."


"Apa kita harus memberitahukan nya?"


"Terserah kalian."


Ketiga pemuda itu segera pergi dari sana.


"Aku dijodohkan dengan anak manja yang suka merengek itu? Kekaisaran ku pasti akan hancur olehnya." Gerutu Kaisar Ein dengan ekspresi tak terima sambil memijit pelipisnya yang mendadak terasa sakit.


"Aku tidak ingin menikah."


💠💠💠💠


"Apa?! Menjadi selir putra mahkota?" Beo Leona sambil memasang ekspresi bodoh saat mendengar laporan dari ketiga pemuda di hadapannya. Seketika fikirannya terasa kosong.


Sisa hidupnya akan di habiskan dalam sangkar emas tanpa cinta seperti novel pernikahan angst yang dulu pernah di bacanya. Atau dia akan bertemu dengan salah satu pangeran atau putra bangsawan lalu memanfaatkan nya karena hanya tertarik pada kemampuan dan kepribadiannya seperti manhwa roman fantasy yang selalu di bacanya.


"AKU TIDAK INGIN MENIKAAHHH!!! Jerit Leona membuat beberapa pelayan dan butler menutup telinga mereka, bahkan para burung pun berterbangan berhamburan.


Ketiga pemuda itu mengusap-usap telinga masing-masing karena berdengung. Jeritan Leona membuat telinga mereka nyaris pecah.


"Bukankah rumor buruk tentangmu sudah menyebar seantero kerajaan? Bahkan kau dulu dirumorkan hamil dan kawin lari dengan pelayan pribadimu." Celetuk Wei Tao.


"Lalu mereka akan mempermalukan ku di depan umum? YANG BENAR SAJA!!" Raung Leona tak terima.


"Mungkin saja jika kau berpasangan dengan kami, kau akan aman." Usul Eura.


"Dan kepala kalian akan menjadi hiasan pintu masuk istana. Tidak terimakasih." Balas Leona sambil membenamkan kepalanya.


"Bagaimana dengan silumanmu itu? Mungkin mereka bisa membantu." Kali ini Iven memberikan saran.


"Dan mereka berakhir di pelelangan. Tidak, tidak." Tolak Leona mentah-mentah. Gadis itu tampak berfikir sejenak dan sebuah ide terbit begitu saja saat melihat kuas make up di meja riasnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus cosplay menjadi laki-laki cantik daripada menggunakan sebuah gaun yang menjijikkan. Bukankah kita nanti akan menjadi pengawal kaisar?" Celetuk Leona sambil menyeringai.


"Tapi Leona-sama, Anda seorang nona bangsawan. Seharusnya Anda lebih mengutamakan penampilan dan reputasi untuk menarik bangsawan kalangan atas." Celetuk Arelle.


"Tidak, Arelle. Aku tidak sudi di kejar-kejar orang gila bahkan sampai bernasib tragis. Lebih baik aku hidup tenang dan nyaman bersama paman di pedesaan yang indah ini tanpa memikirkan lamaran dari para bangsawan. Status mereka kadang membuat mereka sombong dan lupa jika kaki mereka masih menapak tanah." Balas Leona kesal.


Arelle hanya mampu menghembuskan nafas kesal. Jika sudah urusan percintaan, Leona sama sekali tidak tertarik. Gadis itu lebih tertarik membahas percintaan sesama jenis saat tidak sengaja membahas soal percintaan, bahkan seorang pelayan membaca sebuah novel bergenre romansa malah berakhir menangis karena novel itu bergenre yaoi dan lesbian karena Leona menukar bukunya.


Sementara sang pelaku hanya terkekeh-kekeh sambil tersenyum dengan hidung meneteskan darah saat membaca novel laknat itu. Sontak saja para pelayan enggan membahas percintaan di depan Leona.


"Yah, mengingat kita pergi mengawal kaisar saat akhir musim semi nanti, tidak ada salahnya guru Carl mempersiapkan segalanya tentang kita." Ucap Eura.


"Ku harap aku tidak pergi ke pesta sialan itu. Pasti bangsawan sialan itu merencanakan sesuatu. Kita harus mempersiapkan diri." Ucap Leona memperingati.


"Apa mereka akan mengejek kita dengan ajang penampilan bakat? Itu melelahkan." Gerutu Eura.


"Maka kita harus membuat kehebohan dengan dance." Ucap Leona sambil melakukan beberapa gerakan dance. Sontak mereka terpukau dengan gerakan Leona.


"Kita latihan dengan dance saja."


💠💠💠💠


"Leona Arathena Castallio yang diabaikan duke Castallio? Apa kau yakin?" Tanya seorang pria dengan rambut biru pudar mendekati putih saat membaca sebuah dokumen yang di sodorkan oleh asistennya.


"Menurut berita yang beredar, dia berhasil memberantas pemberontakan dalam waktu semalam, Yang Mulia."


"Rumor buruk yang beredar tentangnya cukup banyak. Bagaimana nanti citra ku sebagai calon raja jika memiliki permaisuri seperti dia? Lagipula Iris lebih baik dari pada dia." Tukasnya tak terima sambil melemparkan berkas yang di bawanya.


"Tapi ini kehendak Yang Mulia Raja, Yang Mulia." Ucap sang asisten sopan.


"Memang apa bagusnya dia selain sampah dari Castallio? Lagipula dia tidak memiliki sihir dan telah di usir dari keluarganya sendiri. Apalagi dia telah menikah dengan pelayan pribadinya. Meskipun dia berhasil memberantas para pemberontak, sampah tetaplah sampah." Sinis putra mahkota dengan penuh mencemooh.


Asistennya memilih diam. Lagipula memang banyak rumor buruk beredar tentang gadis itu. Meski di akui gadis itu memiliki mata indah memikat yang langka, namun tidak ada yang melirik gadis itu sedikitpun.


Selain banyak rumor buruk yang menyebar, dia juga tidak pernah debut pergaulan bangsawan. Dipastikan gadis itu tidak memiliki relasi kuat di kelas bangsawan.


Sementara putra mahkota menghela nafas frustasi. Gadis aneh yang membuat kekacauan saat debutante para siswa akademi Moon Shadow yang terkenal sebagai tempat sampah kerajaan. Meski diakui wajahnya cukup cantik, gadis itu sangat aneh.


Berdansa dengan seekor tupai, terkenal sebagai pembuat onar, bar-bar dan tidak memiliki etiket kebangsawanan serta tidak anggun. Lagi pula dia terlihat lemah.

__ADS_1


"Siapa juga yang tertarik dengan orang bar-bar sepertinya. Aku hanya ingin Iris yang menjadi tunanganku karena dia pemilik sihir cahaya yang langka." Putus putra mahkota mutlak.


__ADS_2