
Leona berdiri di atas air di pinggir sebuah danau, punggung gadis itu mengeluarkan lima rantai chakra yang meliuk kesana kemari dengan liar. Hanya dua dari lima rantai yang berhasil di kontrolnya, sementara tiga lagi masih meliuk secara bebas.
"Ah, mereka sangat liar. Sangat susah mengendalikan mereka bersamaan sekaligus." Gumamnya sambil menarik rantai chakranya.
Lalu Leona membuat beberapa jurus dengan menggunakan beberapa segel tangan.
'Elemen api: jurus naga api!'
Lalu muncul naga api yang berukuran cukup besar. Naga itu segera melesat menghantam sebuah pepohonan hingga hancur dan terbakar.
'Elemen es: shuriken es!'
Muncul banyak shuriken es. Leona mencoba mengendalikan shuriken itu lalu mengarahkan pada pepohonan yang berada tak jauh dari sana.
'Syuut'
'Stab' 'stab'
'Elemen air: pusaran air'
Muncul pusaran air di bawah kaki Leona dengan arus yang sangat kuat.
Setelah dirasa cukup, Leona juga mencoba beberapa jurus yang baru-baru ini dikembangkannya. Salah satunya merubah tubuh menjadi kelopak bunga.
'Teknik rahasia: hujan bom bunga!'
Muncul beraneka ragam kelopak bunga dengan hiasan janji yang bertuliskan meledak. Leona merentangkan tangannya lalu mengarahkan ke arah tengah danau. Lalu sedetik kemudian.
'DUAARR' BLAAARRR'
Tercipta ledakan di tengah danau membuat sebuah gelombang yang cukup besar. Leona sendiri duduk di atas air karena kelelahan.
"Leona-sama!" Panggil Kaze, Ken dan Kei bersamaan. Mereka mendapati Leona terduduk di atas air dengan nafas terengah-engah.
"Aku masih belum bisa mengontrol chakra ku. Kalian jangan khawatir." Ucap Leona sambil nyengir kuda.
"Anda diminta datang ke ruang kepala akademi." Ucap Ken.
"Ah, baiklah. Kalau begitu kita segera ke sana." Leona segera beranjak dari sana dan berjalan menghampiri ketiga silumannya yang menatap gadis itu dengan terpana.
Meskipun sering melihat Leona berjalan di atas air, namun tetap saja sore ini gadis itu terlihat mempesona. Rambut hitam yang di gerai dengan model emo, mata merah indah bak batu ruby, wajah yang terlihat semakin cantik meskipun memiliki sikap bobrok yang membuat laki-laki manapun terpesona.
Di bawah langit hingga kemerahan, gadis itu terlihat seperti lukisan. Dan anehnya, tidak ada satupun surat lamaran yang menghampiri gadis itu membuat majikan mereka bernafas lega, begitupun dengan rekan pelayan dan siluman lainnya.
"Baik!"
Mereka bertiga kembali berubah menjadi sosok hewan. Kaze segera berubah menjadi seekor tupai dan langsung melompat dan bertengger manis di pundak Leona.
__ADS_1
Ken dan Kei berubah kembali ke wujudnya masing-masing dan berjalan berdampingan bersama Leona. Mereka segera pergi menuju ruang kepala akademi.
💠💠💠ðŸ’
"Kaisar meminta kalian menjadi pengawal saat menghadiri pesta pertunangan putra mahkota Seanthuria." Ucap Margaretha sambil menyodorkan sebuah surat kepada Carl.
Carl menerima surat itu lalu membacanya. Semakin lama dahi pria itu semakin berkerut, lalu memasang ekspresi jijik.
"Apakah itu surat cinta?" Bisik Leona yang penasaran.
"Entahlah. Mungkin surat lamaran pernikahan." Balas Eura sambil berbisik yang justru membuat Carl semakin berkedut kesal.
Tanpa basa basi pria berambut ungu yang di kuncir itu menyodorkan surat yang di terimanya kepada keempat muridnya. Segera mereka yang penasaran berkerumun membaca surat itu. Seketika ekspresi jijik dan aneh terpatri di wajah mereka.
Bagaimana tidak, surat itu merupakan surat resmi dari Kaisar Ein, namun tidak dengan isi dan penutupnya.
Isi surat itu seperti sebuah rayuan gombal yang mengatakan, 'Aku tidak akan sanggup bertahan hidup jika bukan dari tim Carl yang mengawalku. Bahkan aku memikirkan kalian sehingga tidurku akhir-akhir ini tidak nyenyak. Sepertinya aku merindukan kalian karena jantungku berdebar tak karuan.'
Lalu penutup surat itu membuat mereka ingin menghancurkan istana Kekaisaran detik ini juga. Bagaimana tidak, isi suratnya lebih absurd dari surat gombal tikus got sekalipun. 'Aku sangat mengharapkan kalian yang ku cintai menjadi pengawalku. Jangan lupa datang ke istanaku untuk menjemput ku, ya. Jika tidak, maka aku akan mengurung kalian di istanaku sepenuh hati.'
Tidak lupa dengan stempel resmi Kekaisaran Kamitsuki serta sebuah stempel bibir dengan lipstik merah merona.
Mereka berempat saling tatap sebelum merinding dan memeluk diri mereka sendiri.
"Apa-apaan surat ini! Hyiii!" Pekik Eura dengan ekspresi jijik yang kentara.
"Surat ini membuat salah paham. Jika perempuan pasti akan memekik kegirangan." Timpal Leona sambil mengibaskan surat itu, tidak lupa ekspresi jijik terpampang di wajahnya.
"Ini seperti surat cinta yang berkedok surat permohonan." Wei Tak angkat suara.
"Aku jadi berdebar, tapi bukan jatuh cinta." Celetuk Leona.
Rumor yang mengatakan jika Kaisar Ein merupakan Kaisar tampan gila memang benar, terbukti dari surat yang mereka baca yang bahkan bisa mengaduk isi perut mereka.
Lalu mereka menatap Carl dengan pandangan yang sedikit... Aneh? Apakah Kaisar dan guru mereka memiliki sebuah hubungan rahasia?
Carl yang mendapat tatapan seperti itu menggelengkan kepala lalu melirik Leona. Ketiga pemuda itu melihat tatapan yang di tujukan kepada Leona serentak menatap gadis itu. Kesalahpahaman mulai terjadi.
Jangan-jangan Kaisar ingin bertemu dengan Leona dan mengungkapkan perasaannya? Sepertinya tidak mungkin. Mengingat bagaimana tingkah gadis itu yang tidak ada anggun-anggunnya dan merupakan satu-satunya penerus dari Calisius, belum lagi tatapan haus darah dari para siluman, pekerja maupun pemimpin desa saat melihat gadis itu di dekati oleh pria lain.
Mungkin saja bisa terjadi, mulai mereka harus melindungi Leona dari para pemuda lain, meskipun itu bangsawan tinggi sekaligus.
Bagi Carl, Leona sudah seperti putrinya sendiri. Dan bagi ketiga pemuda itu, Leona adalah pelita di gelapnya kehidupan mereka. Sebuah rencana tersusun rapi di kepala keempat laki-laki itu.
Leona mereka terlalu polos untuk urusan asmara sekaligus terlalu berharga untuk sakit hati!
💠💠💠ðŸ’
__ADS_1
"Selamat datang di istana, tim Devil." Kaisar Ein menyambut mereka dengan tatapan berbinar yang membuat mereka merinding. Kaisar tampan dengan dua piercing di telinga kanannya itu terlihat seperti pedofil liar tanpa memandang gender.
Bahkan Ken dan Kei yang berwujud hewan sampai mendirikan seluruh bulunya. Dia segera berjalan mengelilingi Leona seakan berusaha melindungi gadis itu.
"Hentikan tatapanmu itu, Baginda. Anda terlihat seperti seorang gadis yang kasmaran, padahal anda itu laki-laki." Tegur Carl tegas.
"Jangan begitu, Carl. Aku sangat menantikan kedatangan kalian." Ucapnya riang menyilaukan.
'Apakah dia benar-benar Kaisar? Dia terlihat tidak memiliki wibawa.' Batin keempatnya sweatdrop.
"Silahkan nikmati jamuannya." Ucap Kaisar saat melihat beberapa pelayan membawa hidangan dan menatanya di meja yang terdapat di dalam ruang kerjanya.
Terdapat berbagai cemilan dan dessert serta enam gelas minuman bewarna merah.
"Ini adalah jus anggur khas wilayah Kamitsuki. Hanya di produksi di ibu kota Welbiton, ibu kota kekaisaran. Harganya sangat murah, seratus keping emas per botolnya dan persediaan nya terbatas." Jelas Kaisar dengan bangganya.
'Jederr!'
Keempatnya memasang wajah kaget bak tersambar petir siang bolong. Seratus keping emas per botolnya di bilang murah?
'Se-seratus keping emas per botol di bilang murah?' Batin mereka kompak.
'Gaji pekerja di desa Bloom Mist saja rata-rata lima juta seuro per bulannya atau setara dengan lima koin emas. Sedangkan seratus koin emas setara dengan seratus juta seuro dan dia bilang itu murah? Benar-benar tipikal sultan.' Batin Leona.
"Wah~wah~ Sudah lama aku tidak melihat pemimpin klan harimau dan panther hitam. Jadi mereka berdua selamat, ya~" Ucap Kaisar Ein saat melihat harimau dan panther hitam milik Leona duduk di dekat kaki gadis berambut hitam itu. Sontak Kei dan Ken menatap Kaisar itu dengan marah.
'GRRRR...'
Leona tersentak kaget dan menatap Kaisar dengan curiga. Dia khawatir jika Kaisar akan membunuh kedua siluman miliknya.
"Jangan menatapku dengan curiga begitu. Aku senang jika kerabatku selamat bersama siluman lainnya. Klan Tigries dengan mata merah merupakan panglima tempur yang hebat pada jamannya." Terang Kaisar sambil menatap Leona.
"A-apa maksud Anda, Baginda?" Tanya Leona to the point. Meskipun dia khawatir jika identitasnya terbongkar sebagai klan Tigries, dia lebih khawatir jika kedua silumannya dalam bahaya.
Sementara yang lainnya menatap Leona dan Kaisar bergantian dengan penasaran. Klan Tigries memang telah musnah puluhan tahun lalu bersama bangsa siluman. Namun mereka masih kebingungan. Apakah Leona termasuk dalam Klan Tigries mengingat dia memiliki mata yang berbeda dan bersama siluman? Atau ada hal lain yang di belum mereka ketahui?
"Yah~ Perkenalkan, aku adalah Ein Fedelluis Tigries Kamitsuki, atau bisa di bilang aku ini masih memiliki hubungan darah denganmu." Ucapnya sambil menatap Leona penuh harap.
Leona mengerjapkan matanya sejenak. Apakah Kaisar merupakan orang dari klan Tigries yang telah menghilang itu?
"Sepertinya Miria tidak menceritakan apapun denganmu, ya? Wajar, sih mengingat bagaimana permaisuri sampah itu cemburu buta berlebihan dengan wanita kalangan atas. Padahal dia itu orang lemah yang suka menangis. Oh, dia juga ingin menjadikan duke Castallio sebagai haremnya sampai sekarang. Untungnya kau telah di usir dari sana sehingga permaisuri itu tidak menargetkanmu lagi." Ucap Kaisar Ein santai.
'Jedeerr!'
Lagi-lagi perkataan Kaisar membuat mereka semua kaget dan menatap Leona dengan khawatir. Sementara Leona sendiri tidak tau bereaksi apa. Jadi permaisuri ingin membunuhnya, begitu?
"Apa yang Anda bicarakan, Baginda?"
__ADS_1