
"Calvian, aku sangat senang putraku di jodohkan dengan putri kesayangan mu. Meskipun dia hanya anak angkat, tetapi dengan sihir cahayanya , mereka akan menjadi raja dan ratu yang hebat di masa depan." Ucap raja Grambiel dengan sombong, tidak lupa seringai licik tercetak di wajahnya.
"Tentu, Yang Mulia." Calvian hanya bisa menjawab dengan singkat meski dalam hati enggan untuk menjawab. Dia tidak ingin memihak anggota kerajaan yang menurutnya terlalu mengekang.
Dia hanya mampu mendesah kecewa. Niat ingin menghindari keluarga kerajaan malah berakhir menjadi besan raja. Jika para bangsawan berlomba-lomba ingin menjalin keluarga dengan pihak kerajaan untuk keuntungan pribadi, Calvian justru ingin menghindari keluarga kerajaan.
"Mungkin ini karma untukku. Setidaknya bukan Leona yang menjadi tunangan putra mahkota. Aku tidak peduli dengan Iris setelah ini." Batin Calvian.
"Aku mendengar jika putri buanganmu berhasil memberantas pasukan pemberontak bersama kalian. Bagaimana jika kita merayakan pesta untuk kembalinya para prajurit bersamaan dengan pertunangan putra mahkota? Sekalian menjadikannya selir." Usul raja Grambiel dengan tak tau malu.
Calvian tersentak mendengar permintaan raja. Dia tidak ingin Leona berada di dalam sangkar emas yang berbahaya. Meskipun dia akui Leona lebih kuat tanpa menggunakan sihir, namun dia tidak rela jika putrinya yang sengaja dia abaikan berada di istana.
Hanya ada satu cara agar raja tidak menaruh minat pada Leona, membunuhnya atau membuat gadis itu seakan tidak memiliki citra baik. Namun keduanya merupakan pilihan yang sangat berat untuk Calvian. Citra Leona sudah sangat buruk di kerajaan Seanthuria, namun tidak ada pilihan lain.
"Yang Mulia, bukankah Leona sudah kawin lari dengan pelayan pribadinya? Bagaimana tanggapan rakyat tentang ini?" Tanya Calvian hati-hati sambil membeberkan rumor yang sempat redup.
"Lagipula dia akan menjadi beban karena tidak memiliki mana dan sekarang statusnya tidak lebih dari rakyat jelata." Lanjut Calvian cepat.
Raja Grambiel menyeringai. Apa yang di katakan oleh Calvian memang ada benarnya juga. Sampah kerajaan akan menjadi sampah meskipun berstatus selir rendahan sekalipun.
Sementara di istana permaisuri...
"Kenapa kau menolak Leona, Casian? Bukankah dia bisa dimanfaatkan untuk tujuanmu?" Tanya permaisuri Lydia pada putra satu-satunya.
Casian Alleto Seanthuria, adalah seorang putra mahkota sekaligus putra kesayangan raja dan permaisuri. Rambut biru pudar mendekati putih adalah ciri khas dari keluarga kerajaan Seanthuria.
"Aku hanya ingin Iris, Ibunda. Lagipula Leona itu hanyalah rakyat jelata yang sudah mempunyai suami. Dia tidak bisa di bandingkan dengan Iris dari segi apapun. Banyak rumor yang beredar tentangnya, bagaimana nasibku nanti?" Rengek Casian.
"Kalau begitu biar Ibunda yang berbicara dengan ayahmu, ya." Bujuk permaisuri Lydia.
"Terimakasih, Ibunda. Kalau begitu saya permisi dulu."
💠💠💠ðŸ’
Suasana di meja makan duke Castallio terasa hening. Terlihat tiga orang duduk menikmati makan malam dengan suasana yang terasa berat.
"Selamat atas pertunangan mu dengan putra mahkota." Ucap Calvian datar.
"Terimakasih, Ayah." Sahut Iris malu-malu.
__ADS_1
Emillio hanya melirik Iris sekilas, sepintas terlihat senyum penuh kemenangan di wajah gadis itu.
"Selamat atas pertunangan mu." Ucap Emillio dengan nada malas.
Iris tersentak kaget saat mendengar ucapan Emillio. Sudah cukup lama dia tidak mau berbicara dengannya, bahkan di akademi sekalipun.
"Terimakasih, Kak." Sahut Iris sambil tersenyum tulus. Dia merasa Calvian dan Emillio masih peduli dengannya.
"Aku sudah selesai. Aku duluan." Emillio segera meninggalkan meja makan meninggalkan Iris dan Calvian di sana.
Iris menatap kepergian Emillio dengan sedih. Calvian hanya bisa menghela nafas berat dan menatap Iris dengan sorot kecewa. Nafsu makannya mulai menguap entah kemana.
"Aku sudah selesai. Pekerjaan ku masih banyak." Calvian segera menyeka mulutnya dan beranjak dari sana meninggalkan Iris seorang diri.
Iris menunduk. Dia tak percaya di abaikan begitu saja oleh Calvian dan Emillio. Akhir-akhir ini mereka mulai mengabaikan nya dengan terang-terangan semenjak Leona dan timnya datang ke kediaman ini.
Awalnya hanya Emillio yang mengabaikannya. Namun lama kelamaan Calvian juga ikut mengabaikannya yang membuat Iris tak terima.
Para pekerja yang melihat hal itu hanya bisa menatap Iris dengan prihatin, ada pula yang menatapnya dengan sinis mengingat bagaimana dulu menfitnah nona asli kediaman Castallio dengan begitu kejam.
Jika dulu ruangan ini di penuhi canda tawa dari mereka bertiga, bahkan caci maki jika ada Leona dengan pengaduan Iris yang penuh kebohongan. Kini hanya keheningan dengan suasana berat yang membuat siapapun sesak dan enggan berada di sana.
💠💠💠ðŸ’
Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa akhir musim semi telah tiba yang berarti pesta pertunangan sekaligus perayaan kemenangan pembasmian pemberontak. Leona hanya bisa menghela nafas lelah.
"Aku tidak ingin hadir." Keluh Leona sebal.
"Anda harus hadir, Nona. Ini adalah acara yang di nanti oleh semua bangsawan." Ucap Deria, salah satu pelayan pribadi Leona di kediaman Granduke yang merupakan kediaman Carl. Dia merupakan blasteran manusia dengan siluman.
"Aku ngga tertarik, tuh." Ketus Leona.
Kaze yang berwujud tupai mencicit dan segera berubah menjadi manusia. Gadis cantik itu hanya bisa menatap sang majikan dengan kesal.
"Leona-sama, Anda harus hadir atau orang-orang membicarakan kita nanti. Kita di sana hadir sebagai siswa akademi sekaligus prajurit, bukan bangsawan." Kesal Kaze.
"Benar, Leona-sama. Anda tidak perlu khawatir bertemu dengan putra mahkota bodoh yang lemah itu." Bujuk Kei yang kini telah berubah menjadi seorang pemuda tampan. Mereka menampilkan tatapan memohon yang terlihat menggemaskan di mata Leona.
"Baiklah, baiklah. Aku akan hadir sebagai siswa akademi." Balas Leona pada akhirnya. Melihat tatapan memelas kedua siluman nya membuat Leona luluh begitu saja.
__ADS_1
Di Kekaisaran Kamitsuki, para siluman dan manusia hidup berdampingan. Sebagian besar mereka menjadi prajurit, bahkan ada juga yang bekerja sebagai pelayan.
"Leona, bagaimana jika kau mencoba pakaian yang baru saja aku belikan?" Tanya Carl yang muncul tiba-tiba.
Leona berjengit kaget dan menatap gurunya dengan tajam. Pria itu suka sekali muncul tiba-tiba yang membuatnya jengkel. Bagaimana jika dia sedang berganti pakaian dan dia muncul tiba-tiba begitu?
💠💠💠ðŸ’
Hari yang di tunggu telah tiba. Leona dan ketiga rekannya mulai memasuki gerbang istana kerajaan Seanthuria.
Pemandangan istana Seanthuria terlihat sangat indah dan berkilauan. Terdapat sebuah air mancur besar di tengah taman dengan sebuah patung wanita cantik yang dilapisi emas dan perak. Mata patung itu berhiaskan sebuah batu permata bewarna biru yang indah dan langka serta beberapa bagian tubuh patung itu di hiasi permata dan kristal langka.
Terdapat berbagai macam bunga yang indah dan bewarna warni yang di dominasi mawar putih dan merah. Sisanya merupakan bunga-bunga yang cukup langka dan sulit di dapatkan.
Tim Devil memutuskan berkeliaran sebentar sebelum acara di mulai. Lagipula mereka hanya menggunakan seragam akademi.
Leona menggunakan celana panjang bewarna hitam, ankle booti dengan hak setinggi lima sentimeter, kemeja merah hitam dengan dua kancing yang sengaja di lepas yang di balut dengan jubah akademi bewarna hitam dengan sulur rumit bewarna biru gelap selutut.
Di hiasi dengan sebuah bross bunga berbahan kristal bewarna merah darah yang berumbai dengan hiasan mutiara di ujungnya. Rambutnya di cepol setengah dengan hiasan tusuk konde kristal bewarna merah yang elegan. Dia hanya mengenakan aksesoris berupa sebuah anting tusuk simpel bewarna merah dan liontin merah, bahkan rambutnya di hiasi sebuah jepit rambut kristal merah yang polos dan dua babypin berbahan batu amethyst asli yang di buat menyilang.
Sementara ketiga rekannya mengenakan celana hitam panjang. Eura mengenakan kemeja merah gelap, Iven dengan kemeja hijau gelap dan Wei Tao mengenakan kemeja biru gelap dengan vest hitam. Tidak lupa dengan sebuah bross rumbai rantai berbahan kristal menjadi pemanisnya dan menggunakan jubah akademi bewarna hitam dengan sulur rumit berwarna biru gelap selutut.
Jubah akademi sendiri bukan jubah pada umumnya, namun sebuah coat panjang bewarna hitam dengan sulur rumit bewarna biru. Jika diperhatikan dengan detail, sulur itu membentuk bayangan bulan yang tertutup awan.
Sementara Kaze dan Kei tengah bersama kaisar Ein dan Carl, mengingat hanya di Kekaisaran Kamitsuki saja para siluman hidup layaknya manusia. Meskipun mereka berdua enggan berpisah dengan Leona.
Ken sendiri memiliki tidur di dalam kereta kuda. Pemuda itu enggan berbaur dengan kerumunan mengingat dirinya pernah berada di pelelangan beberapa kali dan masih meninggalkan trauma di diri pemuda itu.
Mereka menghampiri para ksatria yang sedang berkumpul menanti panggilan dari raja Seanthuria. Entah mengapa Leona merasa ada kejanggalan di acara ini.
"Kalian merasakan sesuatu?" Bisik Leona.
"Hmm... Sepertinya terdapat beberapa penyihir hitam." Sahut Iven.
"Kalian bertingkahlah seperti tidak mengetahui apa-apa agar tidak menimbulkan kekacauan." Tegur Wei Tao.
"Baiklah." Jawab ketiganya malas. Mereka segera menyapa para prajurit yang sempat ikut memberantas pemberontak beberapa waktu lalu. Mereka terlihat asik mengobrol sebelum suara penjaga memanggil mereka.
"Kepada siswa akademi Moon Shadow dan prajurit yang berpartisipasi dalam memberantas pemberontak di harapkan memasuki aula!"
__ADS_1