
Perang penaklukan desa Bloom Mist masih berlanjut. Di hari kedua, Leona sendiri memutuskan mengacau di medan perang. Kali ini dia mengeluarkan kemampuan aslinya yang telah dia latih selama ini.
Di hadapan sana terlihat pasukan bangsa Orch berdiri beberapa puluh meter dari gerbang desa. Senyum miring Leona terbit di wajah cantik yang tertutup masker dengan hiasan rantai. Gadis itu berjalan pelan sebelum mempercepat langkahnya dan berlari mendekati tempat para musuh berdiri.
"SERAANNGG!!"
Pasukan musuh segera berlari mendekati Leona dengan tersulut emosi. Lihatlah tampilan wajah mengejek milik gadis yang wajahnya tertutup masker itu yang berlari ke arah mereka.
Leona melompat tinggi-tinggi dan mengeluarkan rantai chakranya untuk menghalau hujan panah yang mengarah ke arahnya.
Gadis itu mendarat di tengah-tengah musuh dan membantai habis mereka. Mengandalkan beberapa teknik bela diri serta kendali rantai chakra, Leona berhasil membuat pasukan musuh kalang kabut dan dilanda teror.
Mata merah yang bersinar dingin memberi kesan horor bagi pasukan musuh. Mengabaikan banyak kawan mereka tumbang akibat serangan dari gadis itu.
Sebuah serangan sihir mengarah ke arahnya. Dengan cepat dia melompat menghindari serangan itu lalu merapalkan beberapa segel tangan.
Suhu yang mendadak turun drastis membuat mereka spontan menatap Leona. Tiba-tiba hujan es disertai hujan bunga turun menghujani daerah itu.
'Jleb' 'Jleb' 'Jleb'
'Duarr' 'Duarr' 'Duar'
Pemimpin pasukan musuh geram melihat bagaimana gadis bermasker itu menghabisi pasukannya, yang sukses membuat sang pemimpin tersulut emosi.
"Beraninya kau!!"
Tanpa basa basi dia langsung memacu kudanya mendekati Leona yang sibuk membantai banyak pasukan miliknya.
Leona menyadari keberadaan pria itu dan menyambutnya dengan tombak kristal. Mereka akhirnya bertemu dan beradu pedang dengan sengit.
💠💠💠ðŸ’
Jim yang melihat keponakannya menghancurkan formasi musuh hanya bisa menatap khawatir. Meskipun dia yakin keponakan setan kesayangannya itu cukup kuat.
Dia memperhatikan gerakan musuh yang semakin lama terlihat semakin lelah. Rupanya kejadian semalam berhasil.
"Baiklah, kita sambut mereka!" Seru Jim mengambil ancang-ancang dan mengeluarkan sihirnya.
Sihir Jim adalah magic marker atau terkenal dengan sebutan sihir pembuat senjata yang diremehkan oleh banyak orang. Namun tanpa mereka ketahui, orang yang memiliki sihir ini bisa membuat senjata apapun dan pastinya senjata ini sangat kuat.
Sebuah portal muncul di bawah bangsa Orch yang sibuk berlari kearah pasukan miliknya, lalu keluar banyak senjata yang langsung menusuk bagian bawah tubuh mereka hingga menembus jantung.
Tak ketinggalan mereka juga membantu Leona dengan menyerang musuh yang sedang berlari kearah mereka. Hari kedua ini mereka bertarung sampai ke titik darah penghabisan.
Karena efek racun yang mereka tuangkan ke dalam persediaan makanan dan minuman para musuh, perlahan tubuh mereka mulai melemah dan memudahkan pasukan Leona membabat habis pasukan musuh.
Sementara Leona terlihat sibuk adu pedang dengan pemimpin musuh yang juga merupakan panglima perang dari bangsa Orch. Kemampuan pria itu sangat hebat, namun berhasil diimbangi dengan mudah oleh Leona.
__ADS_1
Leona di kepung sebanyak tiga puluh orang musuh. Senyum manis di balik masker berantai itu tidak pudar, tetapi justru bertambah lebar. Dengan cepat dia memutar rantai chakra dan menusuk beberapa orang di belakangnya sambil bertarung dengan pemimpin penyerangan.
Suara dentingan yang terdengar cukup sengit terdengar di area pertarungan mereka, seakan hal itu merupakan sebuah kontes musik. Sesekali terdengar suara ledakan yang membuat pasukan musuh yang mengepungnya tumbang.
Leona keluar dari lingkaran musuh yang mengepungnya. Segera gadis itu merapalkan beberapa segel tangan lalu keluar tombak kristal yang cukup banyak. Tombak-tombak itu menancap di tubuh bangsa Orch hingga mereka tewas.
Sang pemimpin merasa sangat marah. Keadaan ini di manfaatkan oleh Leona karena mendapatkan celah untuk menyerang.
'Sraatt' 'Jleb'
'Brukh'
Pria itu akhirnya tewas dengan tubuh tertusuk. Leona juga mencari beberapa petinggi penting milik musuh untuk di kalahkan.
Pertarungan mereka cukup sengit. Untuk mempersingkat waktu, Leona mengeluarkan beberapa bola kecil di belakang tubuhnya
'Trang'
Pedang beradu dengan salah satu pria yang lengkap dengan zirah besinya. Segera Leona mengontrol bola uap itu menuju tubuh pria itu.
'Sshhhsss'
Tubuh pria itu mendadak berubah kurus kering dengan kulit gelap. Pria itu terjatuh dari kudanya dan tewas dengan tubuh gosong.
"Komandan!!" Seru anak buah mereka panik.
"PEMIMPIN PENYERANGAN CHAO CYRUS TELAH MATI!! PEMIMPIN PENYERANGAN CHAO CYRUS TELAH MATI!!!"
Mendengar teriakan itu, semua pasukan Jim yang merupakan gabungan siluman, penyihir dan prajurit dan bawahan Leona yang merupakan penduduk desa Bloom Mist segera melancarkan serangan besar-besaran. Leona juga mengeluarkan sebuah tulisan kanji serta jurus hujan bunga.
Jika di perhatikan dengan seksama, terdapat tulisan meledak di kelopak bunga yang berjatuhan itu.
Seketika terdengar ledakan yang cukup besar di tempat itu.
'DUAAARRR' 'BLAAARRR'
Ledakan itu terdengar hingga radius lima puluh kilometer, membuat di sekitar sana bergetar seperti di guncang gempa bumi. Beruntung pasukan Leona telah mundur sehingga mereka berhasil selamat.
Tempat itu seketika hancur lebur bersama pasukan musuh yang juga ikut gugur di sana.
Karena gelombang kejut yang di hasilkan oleh ledakan dahsyat itu, beberapa orang terhempas ke belakang saking kencangnya angin hasil ledakan itu. Setelah menunggu asap dan debu berkurang, terlihat banyak mayat bergelimpangan di sana.
Sorak sorai kemenangan untuk pihak desa Bloom Mist. Mereka segera mengerubungi Leona dan melemparkan tubuh gadis itu dengan suka cita.
"Hidup Nona Leona! Hidup Nona Leona!"
💠💠💠ðŸ’
__ADS_1
Penyerangan Kekaisaran Kamitsuki di pimpin oleh putra mahkota Casian terjadi bertepatan dengan serangan kedua di desa Bloom Mist. Mereka dengan percaya diri berfikir bahwa desa itu mudah di taklukan.
Dan saat perang terjadi, mereka harus menerima kekalahan yang cukup memalukan. Prajurit Kekaisaran itu rupanya sangat mengerikan. Satu orang bisa menghabisi tiga prajurit, belum lagi beberapa penyihir yang ikut andil dalam pertarungan ini.
Putra mahkota merasa geram tak terima, belum lagi bala bantuan yang merupakan bangsa Orch dan pasukan dari Chao Cyrus tidak menampakkan diri. Apakah mereka berkhianat?
Namun saat melihat sebuah asap membumbung tinggi di sertai suara ledakan yang bergemuruh membuat mereka menatap ke asal ledakan itu. Tidak mungkin pasukannya telah mati di sana.
Putra mahkota Casian menunggu sinyal kemenangan dari pasukan Orch, sayangnya sinyal itu tidak datang.
"Wah, wah~ Pamanku rupanya melakukan tugasnya dengan baik." Ucap kaisar Ein sambil menyerang Casian. Dua pria berpangkat tinggi itu kembali berduel pedang.
"Sialan, kau!" Geram Casian emosi.
Casian menyerang kaisar Ein dengan membabi buta. Sementara pria berambut merah itu dengan santuy menghindar dan menangkis serangan dari putra mahkota di hadapannya, membuat pria keturunan raja Seanthuria itu tersulut emosi.
"Bodoh." Ejek kaisar Ein dengan tampang yang minta di hajar. Bosan bermain-main dengan Casian, pria itu menebas tubuh putra mahkota hingga terjatuh dati kudanya.
Casian mencoba menggerakkan diri, sayangnya tubuh pria itu terasa sangat kaku.
"Pedang milikku sudah di lumuri racun mematikan. Korbannya akan menderita selama lima hari sebelum meninggal apabila terkena racun itu. Meskipun dapat di netralisir dengan sihir suci, racun itu dapat menyebabkan si korban sakit-sakitan." Jelas kaisar sambil tersenyum bahagia dengan wajah tengil.
"Ahh~ Aku lega sekali telah membalaskan dendam keluarga ku padamu. Tapi aku belum puas jika tidak menghancurkan kerajaanmu." Ucap kaisar dan berbalik meninggalkan putra mahkota yang tergeletak tak berdaya sambil meringis kesakitan. Rupanya racun itu telah menyebar dengan sangat cepat di tubuhnya.
"PUTRA MAHKOTA SEANTHURIA TELAH DI KALAHKAN!!" Teriak kaisar Ein sambil menunggangi kuda menuju ke arah pasukan miliknya. Tidak lupa pria itu bersiul-siul senang sambil melayangkan kiss bye kearah pasukan yang menatap ke arahnya.
"KITA MUNDUR!!"
"PASUKAN SEANTHURIA MUNDUR!!" Teriak salah satu prajurit dan mereka semua mundur dari medan pertempuran.
💠💠💠ðŸ’
Iris kini tinggal di dalam penjara bawah tanah istana yang gelap, lembap dan dingin disertai aroma amis darah. Gadis itu menatap jeruji besi dengan putus asa. Penampilannya yang elegan dan mewah kini berubah menjadi acak-acakan dan tak terawat.
Rambutnya yang indah dan tertata rapi dengan berbagai hiasan kini tergerai awut-awutan, kusut tak terawat. Wajah cantiknya yang dulu selalu menjadi pujaan orang kini berubah kotor dan kusam tak terurus. Pakaiannya juga compang camping dan di penuhi dengan debu yang menempel.
Selama Iris berada di sana, tak sekalipun Calvian maupun Emillio datang berkunjung. Dia berharap keduanya mau memaafkan dirinya karena telah membuat mereka nyaris di ambang kehancuran.
Samar-samar Iris mendengar percakapan dari seseorang yang berada di sana, salah satunya adalah suara sang raja. Iris memutuskan mendengarkan percakapan itu dan matanya membelalak kaget. Meskipun samar-samar, namun dia mendengarnya dengan jelas.
Keluarga kerajaan menginginkan sihir cahaya untuk mengontrol keempat duke agar posisi pria itu tidak terancam.
Mereka ingi menguasai wilayah selatan dan menggulingkan kekaisaran Kamitsuki, kekaisaran terbesar di wilayah selatan.
Dan dia memerlukan tumbal dari seseorang yang memiliki darah siluman serta darah Tigries.
Satu hal yang Iris ketahui sekarang, keluarga kerajaan benar-benar gila.
__ADS_1