Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
11. Ayo berpura-pura!


__ADS_3

"oke, kami paham. Pertunangan ini akan kami batalkan" Tuan Oh mengambil kontrak pertunangan dan merobeknya


"Ayah!" Bernard berseru, "diamlah" Tuan Oh menatapnya dingin.


"Kami pamit mundur diri" Katanya, keluarga Bernard pun pergi dari kediaman Mora. Tuan Kenneth juga merasa tidak baik sehingga ia pamit mundur diri diikuti oleh Lisa dan Abigail.


Amora menghela nafas dan menarik Albert menuju ke kamarnya, di kamarnya ia mengambil flashdisk dan menyerahkannya kepada Albert.


"Terima kasih atas bantuannya Tuan Albert, kita berpisah disini" Amora memberikannya Flashdisk putih itu.


"Dan sebenarnya, aku tidak pernah menyimpan rahasia perusahaan mu, itu hanya Flashdisk yang berisi program untuk mengamankan data" Amora tersenyum lagi lalu mengantar Albert ke depan pintu yang mana Vincent sudah menunggunya.


"Kita bertemu lagi Nona Amora" Vincent keluar dari mobil dan tertawa. "halo tuan Vincent" Amora menyalaminya. Albert dan Vincent memasuki mobil bersiap untuk pergi. Amora melambaikan tangan kepada keduanya.


Kemudian mobil lain masuk dan berhenti di belakang mobil hitam milik Albert. "Amora!" Shizu memanggilnya.


"Shizu, lama tidak jumpa" Amora segera pergi menyambut Shizu, Albert yang ada didalam mobil merasa risih dengan kehadiran Shizu, ia sendiri tidak tahu mengapa.


"Bos, apakah kita harus pergi sekarang?" Vincent bertanya kepada tuannya yang terus menerus melihat kearah belakang menggunakan kaca spion.


"Panggilkan nona Amora kemari" Albert memerintahkan, Vincent hanya menghela nafas dan turun, sudah ia duga bosnya sedikit tertarik dengan Nona Muda Mora ini. Terlihat Vincent sedang berbincang dengan Amora yang menunjukkan muka bingung, Shizu disebelahnya juga merasa bingung mengapa kakaknya ingin berbicara dengan Amora

__ADS_1


"Aku akan kembali nanti Zu" Amora mengikuti Vincent, masuk ke kursi penumpang dimana Albert sudah duduk sambil melipat kaki.


"Apakah ada masalah?" Tanya Amora.


"Tidak. Hanya, sebagai tunangan ku kamu harus menemaniku ke pesta ulang tahun kakekmu nanti" Albert memerintahkan, ia menengok ke sampingnya dan melihat muka bingung Amora yang lucu, rasanya ia ingin tertawa.


"Hah?" Amora masih tidak mengerti. "Ayolah Tuan Albert, kita hanya bersandiwara tadi" Amora tertawa, mengira itu adalah lelucon garing muka dingin ini.


"Ya, dan kita akan bersandiwara di pesta ulang tahun kakek mu juga. Dan dihadapan semua pengusaha di dunia ini" Albert mengangguk, menyetujui kalau itu hanya untuk bersandiwara.


"Tidak, kenapa aku harus menyetujuinya" Amora menggeleng, menolak pemikiran aneh dari si muka dingin.


"Karena kamu, aku jadi tidak bisa menikahi gadis lain. Aku yakin pasti kabar tentang pertunangan kami sudah disebarkan oleh Tuan Oh. Jadi, kamu harus bertanggung jawab" Albert membuat alasan yang menurut Amora tidak masuk akal.


Amora menarik nafas, benar juga. "Baiklah Tuan Albert, mari kita bersandiwara" Amora mengangguk dan segera membuka pintu mobil.


"Tunggu" Albert mencegah. Amora terlihat bingung, "aku belum mempunyai nomor handphone mu" Katanya.


"Kamu bisa bertanya kepada Tuan Vincent" Amora menunjuk Vincent.


"Tidak bisa, ia baru saja mengganti hp nya jadi nomor disana hilang semua"

__ADS_1


Amora menarik nafas lagi, akhirnya ia mengalah, ia mengeluarkan hp nya dan menyebutkan nomornya.


"Oke, sampai jumpa Tuan Albert" Amora menutup pintu mobil dan berjalan kearah Shizu yang menatap Amora bingung.


"Bagaimana bisa kakakku ada disini" Shizu bertanya heran. "Kakak? Tidak ada nama Ouyang bukan dalam nama Albert?" Tanya Amora bingung.


"Keluarga kami hanya memberi nama Ouyang kepada penerus perusahaan" Shizu menjelaskan, Amora mengangguk tetapi tidak memberitahukan alasannya kepada orang di depannya ini, mengetahui bahwa Amora tidak ingin membicarakan hal ini, ia langsung mengalihkan pembicaraannya tentang rumah milik Amora yang akan dibangun.


_____


Pada malam harinya seperti biasa keluarga Mora menyantap makan malam bersama, "Jadi bagaimana Mora, apakah kamu akan kembali ke sekolah?" Tanya Tuan Kenneth, Amora memandangnya bingung, usia berapa tubuh ini sekarang?


"Tidak usah dipaksakan jika kamu tidak mau" Lucas membela adiknya itu


"Tidak bisa, apa kata orang lain jika Amora terus menerus membolos dari sekolahnya" Tuan Kenneth melarang Amora untuk membolos lagi, ia dapat membayangkan omongan buruk tentang keluarga Mora jika Amora bolos sekolah terus menerus.


"Sekolah? perguruan tinggi mana?" Amora bertanya lagi, menurut perkiraannya jika sudah bertunangan pasti dirinya sudah memasuki perguruan tinggi, ketika  yang lain mendengar perkataan Amora mereka langsung tertawa.


"Kamu belum sampai ke perguruan tinggi, masih berada di sekolah menengah" kata Lisa, ia mengira otak Amora rusak akibat tabrakan sehingga ia melupakan segalanya. Amora menghela nafas, ternyata ada ya orang yang bertunangan ketika masih berada di sekolah menengah.


"Tidak apa Amora, kakak bisa bilang kepada gurumu karena kamu habis tertabrak mobil" Lucas membela lagi, Amora kemudian menggeleng tidak setuju "Tidak usah ka, aku baik-baik saja dan senang sekali rasanya kembali ke sekolah" Amora tersenyum sambil melahap steak nya. 

__ADS_1


Setelah makan malam selesai Amora pergi ke kamarnya dan melihat We Chat miliknya dan menyadari bahwa dirinya yang dulu sama sekali tidak mempunyai teman sama sekali di sekolahnya, di dalam We Chat hanya ada grup kelasnya dan itupun ia tidak pernah di tag oleh yang lainnya.


"Ting" Notifikasi berbunyi, Amora melihatnya.


__ADS_2