
"kapan selesainya" Amora mengeluh kepada Ben yang ada disebelahnya. Ia memandang kearah panggung yang terdapat lima orang sedang diberikan penghargaan oleh MC nya itu. Amora tidak terlalu paham kenapa mereka diberi penghargaan hanya karena mereka menemukan semacam bug di komputer.
Amora terkekeh, padahal seseorang yang menemukan bug bisa juga memberikan virus yang lebih tidak terdeteksi di tempat yang sama. Dan palingan nantinya orang itu akan berpura-pura menemukan bug yang lain lagi.
Menegak sisa wine terakhirnya yang ada di gelas dan menghela nafas bosan sekali lagi. Rupanya Ben melihat helaan nafasnya dan menggelengkan kepalanya, ia sendiri sudah bosan saat ini, tetapi ia tidak bisa pergi begitu saja. "Sabar saja. Setelah acara ini selesai. Aku akan membawamu ke tempat yang seru" Ben berbisik balik.
"Mengapa aku tidak melihat Vincent dari tadi" Amora bertanya lagi. Dari awal sampai sekarang, ia sama sekali belum melihat manusia yang satu itu. Untuk menjawab pertanyaan itu, Ben hanya mengangkat bahunya. Ia tidak mungkin mengatakan alasan sebenarnya mengapa Vincent tidak muncul disini.
Albert memandangi mereka berdua yang sedang berbisik-bisik dengan sebal. Seharusnya ia menyuruh Ben saja yang tetap ada di markas dan bukan Vincent, tetapi sayangnya ia tidak bisa karena Ben adalah tokoh utamanya saat ini.
Entah berapa lama kemudian, pokoknya menurut Amora sekitar satu abad kemudian, acaranya pun selesai. Semua tamu mulai berpamitan, Amora melihat Albert yang sedang bertukar kata dengan banyak orang yang datang kepadanya dengan mata kesal. Ia masih tidak bisa memaafkan si muka dingin satu ini.
Mengapa sikap Albert terhadap dirinya sangat mengesalkan, sedangkan jika bersama yang lainnya tidak? Dan lagi, dengan yang lainnya Albert sangat sopan, tetapi jika dengan dirinya Albert selalu menyebutnya tikus kecilnya. Ia kan manusia dan bukan tikus.
__ADS_1
Sungguh Amora tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap Albert. Ia harus segera menjauh darinya setelah ini dan sebisa mungkin tidak berkontak dengannya di masa depan
"Apa yang sedang kamu pikirkan" Ben bertanya kepadanya. Amora tersentak dan menggelengkan kepalanya. "Mengapa kita tidak pergi?" Amora bertanya bingung, tamu lainnya sudah pada meninggalkan ruangan ini, hanya mereka dan beberapa orang lainnya yang masih tetap berada disini.
"Inilah bagian paling serunya" Ben berbisik kecil. Ia tidak akan hadir disini jika hanya untuk acara membosankan seperti pemberian penghargaan seperti tadi. Tetapi acara itu hanyalah kedok untuk acara sebenarnya.
Ben memandang orang tua yang terduduk di kursinya dengan senyuman arogan. Sekarang ia bisa mengajarkan ayahnya mengapa ia harus segera pensiun dari gelarnya saat ini dan menyerahkan kepada dirinya.
Sebenarnya, tiga tahun yang lalu, setelah acara resmi membagikan penghargaan dan yang lainnya selesai, semua orang tua yang jago membaca kode-kode komputer terbiasa berkumpul untuk menyempurnakan virus ciptaan mereka yang tidak bisa terkalahkan. Akan tetapi, pada dua tahun yang lalu, seseorang dari generasi muda mengkritik virus ciptaan mereka. Anak muda itu merasa virus itu masih banyak kelemahannya
Demi membuktikan mereka salah, ia berlatih lebih keras lagi dan berhasil masuk ke dalam organisasi topi abu-abu dan akhirnya menjadi pemimpin mereka, sering sekali ia menyemangati anggota yang lainnya untuk mengacaukan sistem para orang tua itu, tetapi sayangnya orang tua itu juga mempunyai kambing hitam diantara mereka, seseorang itulah yang menyebabkan Ben tidak berhasil sampai sekarang
"kali ini ada Amora" Ben berkata yakin, ia sendiri tidak tahu siapakah yang selalu menetralisir virus yang ia masukan untuk mengacaukan sistem milik orang tua itu, tetapi sebentar lagi ia juga akan tahu karena Amora. Ia hanya tahu inisial orang itu adalah X, hanya itu saja petunjuknya
__ADS_1
"Jadi apa yang harus aku lakukan" Amora memandang sekitarnya yang sepi dan hanya ada satu kelompok orang tua yang berkumpul berpisah di meja bundar dan beberapa orang sepantaran dirinya satu persatu datang mendekati mereka
"pemimpin" salah satu dari mereka menyapa Ben, Amora melihat kearahnya. Ia melihat orang itu ketika acara berlangsung, orang ini adalah salah satu dari lima orang yang naik ke atas panggung.
Ada sekitar lima orang yang mendekati mereka, semuanya tampak muda dan menjanjikan, tiga dari mereka adalah orang yang naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan, tetapi mengapa mereka tidak menyapa Ben tadi dan hanya melihatnya dari kejauhan?
Ben mengangguk, menjawab salam satu per satu dari kelima orang tersebut. Mereka adalah tangan kanannya dalam perusahaannya yang bertugas untuk menyempurnakan dan memantau anti virus yang mereka jual.
"Siapa dia?" Tanya salah satu orang menunjuk kearah Amora. Ben menepuk kepalanya, ia lupa memperkenalkan kedua pihak
"Amora, perkenalkan ini Adam, Lian, Odine, Tias, dan Robert. Mereka biasa disebut lima kesatria" Ben berkata sombong, Amora menaikkan satu alisnya, ia tidak mengerti apa maksud dari lima kesatria yang disebutkan oleh Albert
"Lima kesatria adalah nama julukan kami yang terkenal, dan orang yang menjadi pemimpin kami terkenal dengan julukan jenderal" Odine menjelaskan, ia satu-satunya perempuan disana kecuali Amora tentunya
__ADS_1
"Ooh, dan biar aku tebak, jenderal kalian adalah...." kata Amora, tangannya menunjuk kearah Ben yang tersenyum bangga sambil menaikkan dagunya
"tentu saja itu aku" Katanya puas