Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
24. 41


__ADS_3

"mari kita bermain kartu" Vincent mengambil setumpuk kartu dan membagikan 4 kartu ke setiap orang, Amora mengambil kartu, ia tidak pernah bermain kartu di zaman ini. Kartu di masa depan sangatlah berbeda dan tidak berbentuk kotak seperti yang sedang ia pegang.


"permainan ini disebut 41, apakah nona Amora sudah pernah mendengarnya?" Tanya Vincent ketika selesai membagikan. Amora menatap kartu dengan bingung, simbol yang sama dengan yang pernah ia mainkan tetapi ia tidak tahu apa itu 41 yang dimaksud, apakah kita harus mengumpulkan 41 kartu?


"As bernilai 11. King, Queen, dan Jack bernilai 10, sisanya sama seperti yang tertera. Intinya kumpulkan sebesar mungkin jumlah kartu dalam empat kartu yang akan dibagikan. Setiap orang akan bergiliran mengambil cangkulan dari sisa kartu yang dibagikan, orang itu dapat membuang atau menyimpan kartu itu tetapi tidak boleh mengambil kartu yang sudah dibuang. Jika cangkulan sudah habis, maka permainan selesai dan jumlah kartu akan dihitung" Albert langsung menjelaskan begitu ia melihat muka Amora yang kebingungan.


"oh satu lagi, jenis kartu harus sama jika tidak akan dikurangkan. Misalnya kamu mendapatkan 10 sekop, K sekop, 3 Sekop, dan As hati. Maka jumlah kartu sekop itu akan dijumlah dan dikurang dengan jumlah kartu hati" Albert menjelaskannya lagi


Amora sedang mumet di dalam kepalanya, otak Amora yang sekarang saja bodoh bagaimana bisa diajak berpikir, ia juga tidak pernah bermain kartu jenis ini di kehidupannya sebagai Alisha jadi ia tidak dapat mengandalkan ingatannya, ia merasa tidak berdaya


"Intinya Ambil jumlah kartu terbanyak, yang terbanyak menang" Ben menjelaskannya lagi dengan cara yang lebih sederhana. Melihat muka Amora yang lebih cerah, Ben tertawa dalam hatinya. Dulu, waktu pertama kali ia diajarkan bermain kartu ini Vincent lah yang mengatakan apa yang dikatakan Albert, dan percayalah penjelasan Vincent lebih buruk daripada Albert!


(mohon maaf karena authornya juga bukan anak tongkrongan, ini pernah diajarin sama temen aja waktu jam kosong tapi selalu dikatain karena sering kalah)


Albert memandang Amora yang tersenyum penuh terima kasih kepada Ben dengan tatapan tidak suka, penjelasannya sudah jelas dan masuk akal bukan? mengapa Amora tidak berterima kasih kepadanya


"Mari kita mulai permainannya" Amora tersenyum dan melihat kartunya. Ia memiliki 8 sekop, As keriting, 6 keriting, dan K wajik. Sangat tidak beruntung, ia yakin akan kalah saat ini.


Tapi tunggu, mengapa ada lembaran kartu bersinar di cangkulan itu. Apakah ini mata saktinya lagi?! Amora terkekeh, rupanya ia harus mengambil lembaran kartu itu, ia mempertaruhkan kemenangannya seperti pertaruhannya yang pertama.

__ADS_1


Amora menghitung kartu itu, tetapi tidak semua kartu yang bersinar sesuai dengan urutannya, bagaimana ini? Amora panik di dalam hatinya.


Pertama Albert mengambil kartu, lalu dilanjutkan dengan Ben, Amora dan Vincent. Amora sudah membuang K wajiknya karena ia mendapat satu kartu yang bersinar berlambang keriting. 10 keriting!! ia mengambil ucapannya tadi, ia sangat beruntung kali ini!!


Ia tinggal menyingkirkan 8 sekop menyebalkan ini sementara menatap cemas kearah lawanya. Sekarang Gilirannya, ia membuka cangkulan dan hampir saja berteriak senang, ia mendapatkan 3 keriting saat ini! memang yang bersinar selalu membawa keuntungan baginya.


Ia akhirnya membuang 8 sekopnya dan meyimpan tiga keriting itu, siapa tau akan ada angka yang lebih besar nanti. Permainan pun berlanjut dan Amora terus saja membuang kartu yang ia dapat membuat ketiganya heran.


Amora kemudian melihat kartu yang bersinar lagi ketika gilirannya, ia menjadi bersemangat. Ia membukanya dan mendapati 5 keriting tertulis di kartu itu, Amora langsung saja membuang 3 keritingnya dan menyimpan angka lima itu.


Cangkulan semakin lama semakin sedikit, tidak ada lagi kartu yang bersinar, ia dengan tenang menunggu cangkulan benar-benar kosong.


"Mari buka bersama-sama" usul Ben yang disetujui oleh semuanya


1..


2..


3..

__ADS_1


Buka!


Amora memandang kartu yang lainnya. Ben mendapatkan 9 hati, J hati, 10 hati, dan 3 keriting. Vincent mendapatkan As Wajik, 7 wajik, 4 wajik, dan 2 wajik. Sementara Albert mendapatkan As sekop, J sekop, K sekop, dan 2 sekop. 


Amora memandang Albert dengan tatapan tidak percaya, angka yang ia dapatkan sangat besar, orang itu sangat beruntung!. Amor saja hanya mendapat 32 tetapi Albert mendapatkan lebih tinggi darinya!, sungguh Amora kagum karena kepandaiannya bermain kartu


Sementara Amora memandang kartu Albert dengan takjub, ketiganya juga memandang kartu Amora dengan mata terbelak, bukankah gadis ini sepuluh menit yang lalu tidak mengerti cara bermain 41? mengapa ia bisa menjadi juara dua, aneh sekali.


Ben berdehem yang membuat Amora menatapnya. "Apakah Nona Amora sering bermain kartu di waktu senggang nya?" Tanyanya, Amora langsung menggeleng "tidak, ini kali pertamaku" 


Semua orang menahan nafas, Ben sudah merasa putus asa, ia mengira jika Amora datang dan bergabung dengan mereka, maka ia akan menang setidaknya juara ketiga dan tidak akan membayar makan siang mereka kali ini, tetapi rupanya dugaan tidak seindah realita (Sabar ya Ben, aku mendukungmu disini)


"Sip, sudah diputuskan Ben yang akan membayar makanan kita kali ini" Vincent tersenyum berseri-seri ketika melihat Ben yang terlihat kuyu di tempatnya, Amora berpura-pura tidak melihat mukanya yang memelas dan membuka tirai yang menutupi jendela.


"Eh, hujan ya?" Tanya Amora bingung, rupanya hujan turun dengan derasnya sementara mereka sedang bermain kartu. Ruangan ini kedap suara rupanya, baguslah.


"kalau begitu nanti kami akan mengantar Nona Amora pulang" Vincent menawarkan ketika melihat pandangan mata dingin dari Albert.


"Tidak usah terima kasih, aku membawa mobilku sendiri" Amora menolak mereka dengan sopan. Albert mengkerutkan dahinya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan untuk meninggalkan rumah teh itu untuk pulang. Amora meyerahkan guci keramiknya kepada Vincent dan sekali lagi mengucapkan terima kasihnya.


__ADS_2