
Lucas dan Amora pulang ketika larut malam, mereka sangat capai dan ingin segera tidur. "Amora, kemari" Tuan Kenneth memanggilnya, terlihat anggota keluarga yang lainnya juga menunjukkan ekspresi serius.
Amora berjalan mendekat, Lucas juga mengikutinya. "Ada apa?" Tanya Amora.
"Besok Bernard dan keluarganya akan kemari untuk mendiskusikan tanggal pernikahan kalian" Kenneth mengumumkan, Amora melupakan hal ini, mengapa otaknya sekarang suka sekali melupakan sesuatu?
"Aku tidak akan mau, aku akan mengusir mereka" Amora menolak, ia sudah mempunyai sebuah ide bagaimana besok ia akan menggagalkan rencana itu.
"Tidak bisa, pertunangan ini tidak bisa dibatalkan Ka Amora" Abigail kali ini menimpali, menahan rasa irinya karena seharusnya dialah yang dinikahi oleh Bernard, jika saja ia bukan putri seorang istri kedua.
"Keluarga Bernard adalah salah satu dari keluarga kelas atas, hanya segelintir orang yang bisa menyamainya apalagi melawannya. Kali ini kamu tidak bisa mengelak dan harus menerima" Tuan Kenneth memutuskan dengan suara bulat.
"Tapi ayah" Lucas ingin membantah, "Lucas, jika Amora membatalkan pertunangan yang ia sendiri ajukan, dimana kamu akan menaruh mukamu itu" Kali ini Lisa yang berbicara.
"Kecuali jika ia menggunakan wajah cantiknya untuk menggoda pria yang lebih kaya daripada Bernard" Tian tertawa jahat, itu tidak mungkin.
__ADS_1
"baiklah, selamat malam Tuan Kenneth dan selirnya, aku akan kembali tidur lebih dahulu" Kemudian ia beranjak ke kamar, mengunci pintu dan menyalakan Komputernya.
Ia mencoba menghubungi Shizu tetapi mungkin ia sudah tertidur sehingga ia tidak menjawab telepon darinya. Ia memutuskan untuk mencari informasi yang ada di internet tentang keluarga Bernard.
Keluarga Bernard, salah satu keluarga yang kuat di negara tempat tinggalnya, hanya keluarga Ouyang, Hou, dan satu lagi kekuatan yang muncul tiba-tiba dua tahun yang lalu, tidak tahu siapa dalang dibaliknya, tetapi kekuatan itu bahkan lebih kuat daripada gabungan antara kedua keluarga.
"berpikir Ra, harus berpikir. Bagaimana kamu akan mengatasi hal ini" Ia memutar seisi kamarnya, ia sendiri tidak ingin keluarga Ouyang jatuh karenanya. Ia menghela nafas kasar berkali-kali.
Kemudian ia mengingat tentang sesuatu, ia merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama, di cerita reinkarnasi bukankah seseorang yang bermuka dingin biasanya sangat kuat? Ia akan bertaruh kali ini.
dengan nomor telepon di bawahnya, ia kemudian meloncat tinggi dan kembali bekerja di depan komputernya. Setelah dirasa cukup, ia menelpon nomor yang tertera dan ternyata pihak lain mengangkatnya.
"Halo dengan manajer Vincent disini" seseorang menjawab telepon, Amora mengingat suara ini, ia adalah laki-laki berkacamata kemarin. "Bisakah saya berbicara dengan bos kamu, yang kemarin memakai jas hitam dan tampaknya sangat dingin" Amora merasa bahwa ia harus mendeskripsikan pria ber jas hitam itu dengan detail agar tidak salah orang.
"Oh, Nona Amora. Apa kabar" Manajer Vincent tertawa ketika melihat kilatan rasa membunuh di mata tuan mudanya yang sekarang sedang berada disebelahnya, "kabar aku baik, tetapi aku rasa aku harus berbicara dengan bos yang ada disebelahmu itu" Vincent terpana, ia sangat kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Halo tuan Vincent?" Amora memanggilnya lagi karena tidak ada jawaban. "Apa yang kamu mau" Suara dingin terdengar di telepon.
"Tuan muda dingin ini pastilah bos dari Lazhao Co. Aku ingin menawarkan sesuatu kepada tuan muda tampan sepertimu" Amora berusaha menyanjung, tetapi ia tidak mengetahui bahwa suara handphone tuan Vincent selalu di speaker oleh lawan bicara sehingga Albert dapat mendengarnya.
"Tidak tertarik" Albert mengatakan singkat, Amora terdiam dahulu. "Jangan terburu-buru, aku mempunyai rahasia perusahaan kalian ditanganku" Amora mengganti rencananya ke plan B, ia tertawa kecil sambil memutar Flashdisk di tangannya.
"Apa yang kamu mau?" Tanyanya dengan nada dingin yang sama, "Besok, datanglah ke kediaman keluarga Mora pada siang hari, jangan lupa~" Amora segera mematikan handphonenya.
"sangat mengerikan, bagaimana bisa seseorang berbicara dingin seperti itu" Amora meletakkan handphonenya dan meloncat keatas tempat tidur dan membenamkan dirinya di balik selimut.
"Tuan? Apakah kamu baik-baik saja?" Vincent kini mengkhawatirkan tuan mudanya, Albert tidak pernah diancam sejak kecil, ancaman besar tidak berpengaruh apalagi ancaman kecil seperti gadis muda tadi, jika itu tuan yang biasanya, tuannya sudah memerintahkannya untuk menggerakkan tentara untuk membunuh orang yang mengancamnya.
Albert sendiri heran mengapa tetapi ia dengan cepat menyesuaikan diri, "Aku baik, tolong kosongkan jadwal untuk besok, aku akan pergi ke kediaman Mora" Albert lalu diam dan kembali bekerja, Vincent terpaksa sibuk mengatur ulang jadwal tuannya yang sangat padat.
_______________
__ADS_1
_______