
Keesokan harinya Amora terbangun di pagi hari, ia lebih dahulu bangun daripada siapapun dan berniat untuk kabur keluar, ia tidak akan mendengarkan apa yang ALbert suruh. Ini hidupnya, ia akan melakukan apapun yang ia inginkan.
Amora mengendap-endap layaknya seorang mata-mata, tadinya ia berkhayal jika dihidupkan kembali ia akan menjadi mata-mata, tetapi ternyata bukan.
Dengan langkah kaki ringan ia berhasil sampai ke depan pintu tanpa menimbulkan suara, ia membuka pintu dan memencet tombol lift agar ia bisa pergi ke lantai dasar.
"dasar, melarang tapi kamu juga masih tidur" Amora mencibir Albert yang lampu kamarnya masih padam yang menjadi tanda bahwa cowok itu masih tertidur saat ini. Ia memakai kacamata hitamnya dan memasang topi yang ada di jaketnya (author gatau lah namanya apa, lupa gtu)
Berjalan biasa melalui lobi, ia memerhatikan ke kanan dan ke kiri karena siapa tahu aja ada seseorang penjaga yang akan menghentikannya. Rupanya memang ada! Amora bisa melihat itu dari gelagat dua orang pria yang langsung mendekat kearahnya.
"Ck" Amora mendecakkan lidahnya tidak senang, ia melangkah lebih cepat lagi untuk menghindar, tetapi semakin dekat ia ke pintu keluar maka semakin banyak orang yang keluar untuk menangkapnya saat ini.
Tidak ada pilihan lain, Amora kali ini harus kabur. Demi prinsipnya yaitu "Tidak akan patuh pada apapun" Ia harus berlari dikejar oleh para gangster milik ALbert yang berjumlah paling tidak ada lima orang. Ia harus membuktikan kepada muka dingin itu bahwa ia tidak sudi untuk diatur.
Lari Amora sangat kencang. Dari pengalaman hidupnya yang lalu, ia mengingat teknik berlari cepat, dengan dibantu oleh gelangnya, ia bisa meninggalkan para gangster jauh di depan.
Amora tidak berhenti berlari, lalu setelah dirasa cukup aman, ia menoleh kebelakang dan mendapati kelima gangster yang memakai jas itu tidak terlihat, ia akhirnya bisa beristirahat dan langsung menjatuhkan dirinya untuk duduk diatas tempat duduk, meminum air putih yang dibawanya dan mulai berjalan menuju taman.
__ADS_1
"dewi" Seseorang memanggilnya, Amora terkejut dengan nama panggilan itu, awalnya ia tidak tahu jika seseorang memanggilnya dan tetap berlari ringan. "pluk" Sebuah tangan jatuh ke pundaknya, Amora langsung memegang tangan itu dan melempar siapapun yang itu ke depan.
"Aduh." Orang itu mengaduh, untung saja ia terjatuh di sekitar semak, jadi tidak terlalu sakit. Amora menatap orang itu dan kemudian mengenali bocah rambut putih itu. Ia adalah Sean, anak yang ia temui kemarin saat berlari pagi juga
"mengapa kamu memanggilku dengan nama itu?" Tanya Amora dengan tatapan bingung, ia tidak tahu apakah arti dari Dewi itu baik atau buruk di zamannya sekarang, tetapi di zamannya ketika menjadi Alisha, arti dari dewi itu adalah perempuan cantik pencabut nyawa.
"karena kamu dewi penolongku" Anak itu berdiri sambil nyengir, ia mengusap pantatnya yang menyentuh tangan sambil membersihkan kotoran yang ada di bajunya
"Aku bukan perempuan cantik pencabut nyawa" Kata Amora dingin, ia menatap Sean dengan tidak suka sedangkan orang itu menatap Amora dengan bingung
"Bukankah dewi artinya perempuan cantik pencabut nyawa?" Tanya Amora balik. Cowo itu memperhatikan AMora dengan humor di matanya, tiga detik kemudian ia tertawa. Tawanya membuat Amora jengkel dan sedikit malu.
"Sudah aku duga kamu adalah dokter super dari masa depan" Katanya setelah selesai tertawa, Amora menatapnya penuh waspada, apa yang harus ia jawab saat ini?
"jangan konyol, tidak ada hal seperti itu di dunia ini" Amora mencoba tenang, ia menatap Sean tetapi sayangnya bibirnya bergetar seolah ketakutan.
"Jadi, ceritakan kepadaku bagaimana masa depan itu" Seolah tidak peduli dengan perkataan Amora, Sean mendesaknya untuk menceritakan apa yang terjadi di zaman Amora dulu.
__ADS_1
Ia adalah seorang pembaca cerita, sangat menggemari cerita tentang reinkarnasi dan semacamnya itu, ia pernah mencoba untuk membunuh dirinya sendiri, siapa tahu jika ia akan bereinkarnasi ke zaman dinasti ming, tetapi sayangnya ayahnya datang dan menyelamatkannya.
Tetapi untungnya diselamatkan. Soalnya ia mendengar suara samar bahwa ia tidak akan bisa reinkarnasi bagaimana pun juga. Akhirnya setelah itu ia menyerah dengan impiannya untuk bereinkarnasi dan berharap itu beneran ada
"Tenang lah, aku tidak akan memberitahu siapapun" Sean tersenyum kepada Amora. Gadis itu terlihat ragu, tetapi dengan tidak ada pilihan ia menceritakan tentang masanya yang lalu, kebetulan juga ia membutuhkan teman untuk dimintai tolong untuk membantunya menjaga rahasia. Kali ini ia mengandalkan instingnya daripada pertaruhan seperti yang lalu
________
PS:
Oke gaiseu. Karena tanggal 27 tinggal 7 hari lagi :) Aku pamit mundur satu minggu buat belajar utbk. Doain aja lolos (aamiin) supaya ga ikut mandiri, kalo mandiri izin hiatus lebih lama ya :)
Terima kasih atas kesabarannya -Rere
__ADS_1