Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
56. Larangan


__ADS_3

setelah semuanya selesai di tandatangani, Vincent keluar dari kamar membawa setumpuk dokumen itu dan meninggalkan Amora untuk beristirahat.


Ia menghela nafas ketika menutup pintu dan ekspresinya berubah menjadi kaget ketika melihat bosnya berdiri di depan pintu.


Apakah bosnya menguping atau apa sebenarnya? Vincent ingin bertanya tetapi Albert sudah terlebih dahulu menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya yang menjadi pertanda bahwa ia disuruh untuk diam.


Albert yang sudah membuka mulutnya untuk bertanya akhirnya mengurungkan niatnya dan langsung masuk ke dalam kamar, mengagetkan Amora yang sedang membaca novel dengan tenang. Amora memutar matanya, ia yakin Albert datang menemuinya untuk mengajaknya ribut kembali


"ada apa?" tanyanya datar. Albert tidak menggubris pertanyaannya dan hanya memandangnya dengan tatapan datar. Lama-kelamaan Amora menjadi risih ketika di tatap seperti itu, tetapi ketika ia ingin menanyakan apa maunya, Albert membuka mulutnya dan bertanya


"mengapa kamu bisa pingsan" Amora melihatnya dengan tatapan tidak percaya. Apakah ia harus menjelaskan kepadanya 1001 cara mengapa orang bisa pingsan? Itu sangat membuang waktunya, seharusnya ia mencarinya saja di google atau tidak ia bisa menanyakan pertanyaan itu ke weibo milik Albert. Yah, palingan Albert hanya akan dikatakan bodoh saja oleh yang lain.


"Karena aku lelah, sudah kan? silahkan pergi" Amora mengusirnya, ia tadi sudah berbaik hati menimpali pertanyaan aneh yang ditanyakannya. Tetapi bukannya pergi, Albert malah menatapnya dengan lebih dingin.


"kalau begitu besok kamu tidak boleh lari pagi lagi" Amora membelakan matanya, ia memutar mata karena larangan Albert yang terlalu aneh, ayolah.. sejak kapan lari pagi bisa menyebabkan pingsan. Ia kan kemarin pingsan karena memakai kekuatannya

__ADS_1


"kamu tidak bisa melarangku" Amora tersenyum kecil, ia tidak menghiraukan Albert lagi melainkan fokus pada bukunya.


"Aku bisa.." Ucap Albert.


"dan kita mulai lagi" Amora mengeluh dalam hatinya mendengar jawaban Albert. Amora mulai merasa kesal, pasti hal yang dibahas dengan si muka dingin selalu sama. Ia sudah tidak tahu lagi harus berkata apa saat ini. Amora hanya mendengarkan ceramahan dari Albert dengan muka datar, berharap Albert akan segera pergi meninggalkannya


".. Karena itu aku melarangmu untuk keluar dari hotel ini" ALbert mengakhiri pidatonya yang panjang dengan kesimpulan yang berulang kali ia tekankan di awal. Albert sudah merasa dirinya baik hati karena hanya melarang Amora keluar dari hotel dan bukan kamar. Jika ia ingin berolahraga, bukannya ia bisa berenang?


"nyenyenye" Amora meledek di dalam hatinya di setiap perkataan Albert, ia sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan cowok itu kepadanya dan hanya mendengar kalimat terakhirnya saja.


"Apakah kamu mengerti?" Tanya Albert, ia yakin gadis di depannya ini tidak terlalu memperhatikan omongannya jika dilihat dari mimik mukanya, bahkan ada kemungkinan gadis ini sedang meledeknya di dalam hatinya.


"jika kamu mau, aku bisa membuatkanmu kartu keanggotaan gym.." Albert menyarankan, ia merasa sedikit bersalah sudah melarang Amora untuk keluar, tetapi ia takut jika kejadian sama terulang kembali. Bagaimana jika Amora pingsan di jalanan dan kemudian musuhnya menculiknya. Menggunakan tikus kecil itu untuk mengancamnya, ia merasa itu sangat merepotkan nantinya.


"pergi saja sana, jangan berpura-pura baik" Amora kembali membaca bukunya, tidak mempedulikan Albert yang masih berdiri sambil memperhatikannya.

__ADS_1


Albert melihat si tikus kecil dengan pikiran yang bertanya-tanya, mengapa ia disebut pura-pura baik? ia sudah dengan baik hati menawarkannya sesuatu, tetapi mengapa tikus kecil itu menolak kebaikan hatinya?


"Ck" sambil mendecakkan lidahnya, Albert berjalan keluar dengan langkah lebar, setelah Albert menutup pintu, Amora menghela nafas, ia berharap segera kembali ke kota X karena ia harus segera menjalankan bisnisnya.


Memandang keluar jendela dan menghela nafas, ia juga masih harus balas dendam dengan Bernard dan sahabatnya Jaqueline, masih ada banyak hal yang harus ia lakukan saat ini rupanya.


Tetapi saat ini ia hanya akan membaca buku fiksi yang bisa membuatnya melupakan dunia yang kejam ini.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2