Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
29. Rancangan


__ADS_3

"dia aneh, tetapi bos lebih aneh lagi kalo berhadapan dengannya" ucap Vincent di dalam hatinya, ia masih tidak setuju untuk menunda rencana mereka yang begitu penting hanya demi gadis yang baru dikenalnya itu


Memang Amora sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah ia temui, tetapi ia tidak tepat untuk dilibatkan dalam hal-hal tersembunyi yang mereka lakukan sejak dulu.


Vincent menghela nafas dan melihat kearah Bos nya, muka Albert yang datar menatap keluar jendela dengan pikiran yang tidak bisa Vincent tebak, apakah bos nya ini hanya bermain-main karena telah menemukan hal yang membuatnya tertarik?


Vincent harap tidak


__________


"Kamu tidak bisa datang?" suara itu terdengar kecewa, tadinya ia pikir ada hal penting untuk dibicarakan karena Amora menelfonnya larut malam seperti ini.


"Ya, maafkan aku kakek. Bagaimana jika diundur dua minggu lagi?" Amora juga mengeluh saat ini, ia merasa dirugikan oleh Albert sialan itu, mengapa juga Vincent harus menuruti perkataan orang menyebalkan itu


Kakek Fang tidak merespon, Amora menghela nafasnya sekali lagi, "baiklah aku akan membawakan mu sesuatu yang bagus nanti" kata Amora pada akhirnya


di seberang sana mata Kakek Fang bersinar, Tuan Yu yang sedang bersamanya mengernyit heran, tadinya ia kemari untuk berdiskusi tentang peta antik yang ia beli, tetapi saat ini sepertinya Fang lebih tertarik dengan hal lain!


"Anak muda, kamu jangan berbohong oke" kakek Fang memastikan, ia takut jika akan dikecewakan dua kali. "Janji" Sahut Amora dan kemudian ia menutup sambungan teleponnya

__ADS_1


Tuan Fang terus saja tersenyum sambil memegang handphonenya walaupun sambungannya sudah dimatikan, Tuan Yu menjadi bingung, "ada masalah Fang?" Tanyanya


Tuan fang langsung tersadar, dengan masih tersenyum ia menggelengkan kepalanya dengan semangat yang semakin membuat Yu yakin ada masalah di dalam otaknya yang tua itu.


"Tetapi mungkin koleksi barang antik milikku akan bertambah lagi" Kata Fang, senyumnya bertambah lebar. "hah?" Saat ini Tuan Yu menatap Fang ragu sambil memegang handphonenya, ia akan menelpon ambulan saat Tuan Fang menendangnya dari ruang kerjanya


"Dasar orang tua, aku tidak sakit" Gerutu Fang sambil menghentakkan kaki menuju ke kamarnya untuk tidur.


Malam semakin larut, semua orang sudah berada di tempat tidurnya kecuali satu orang. Ya, itu Amora yang jari-jari tangannya sedang menari indah diatas keyboard, sesekali ia meminum kopi dingin yang ada di sebelahnya


Ia harus memajukan rencananya untuk membuat program antivirus nya, Amora harus sesegera mungkin menyempurnakan ciptaannya itu karena siapa tau Albert akan menghancurkan rencana bisnis nya lagi.


"Hoamm" Amora menguap, ia tidak kuat lagi dan pergi ke tempat tidur untuk beristirahat, ia akan melanjutkannya nanti.


"Amora" Lucas mengetuk pintu kamarnya, semakin lama semakin kencang karena tidak ada jawaban dari adiknya itu


Merasa terganggu dengan suara ketukan, Amora dengan mata setengah terbuka berjalan kearah pintu dan membukanya. "Ada apa Ka" Katanya diselingi suara menguap


"Itu, tuan Shizu menunggu kehadiranmu saat ini" kata Lucas, mengatakan alasan mengapa ia membangunkan adiknya di siang hari ini.

__ADS_1


"Ada urusan apa tuan muda dari keluarga Ouyang dengan gadis sepertiku di pagi hati buta ini" Gumam Amora kesal, lagi-lagi ia menguap.


Lucas melihat adiknya dengan aneh, "pagi? Ini sudah siang Amora" Katanya membetulkan ucapan Amora


"Baru jam 11 ya masih pagi" Sanggah Amora lagi. Lalu dalam keadaan menguap ia menutup pintu kamarnya dan segera bersiap, mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi.


"Ayo Ka" Amora berkata kepada kakaknya ketika ia membuka pintu kamarnya. Mereka berdua berjalan ke ruang tamu dimana Shizu telah menunggu mereka


"Tuan Shizu" Amora menjabat tangannya. "Panggil Shizu saja, jangan sungkan" Pinta Shizu, umur mereka juga tidak berbeda jauh ini


"Baiklah Shizu, ada perlu apa kamu kemari hari ini" Tanya Amora.


Dari tadi Shizu menunggu pertanyaan seperti ini keluar dari mulut Amora, ia mengeluarkan cetak biru dari tas nya dan memberikannya kepada Amora, menunggu cemas karena takut Amora tidak akan menyukainya.


Lima menit pun berlalu dengan keheningan, Amora sedang memperhatikan desain yang Shizu buat dengan mata penuh semangat.


"Ini bagus sekali, bagaimana bisa kamu menyelesaikannya secepat ini" Amora menengok kearah Shizu, di masanya yang lampau sudah ada sejenis mesin cetak untuk mencetak bentuk bangunan.


"Itu tidak secepat yang kamu bilang" Shizu berkata dengan muka malu. Untunglah Amora menyukainya, ia memakai waktu tidurnya selama kurang lebih satu minggu penuh untuk membuat gambar itu.

__ADS_1


Sebenarnya sudah ada beberapa yang ia buat, tetapi karena merasa tidak puas akhirnya ia membuangnya ke tong sampah sehingga tong sampah di kamarnya saat ini penuh dengan kertas berwarna biru.


__ADS_2