
Suasana Rumah malam itu suram, Ben dan Vincent merasakan atmosfer berat saat ini. Mungkin hanya Amora yang tidak menyadarinya, gadis itu hanya sibuk memakan kue yang ia bawa tadi.
"Albert beneran alergi buah persik?" Tanya Amora penasaran, perasaan waktu itu ketika ia memberikan Albert buah yang sama, yang terakhir memakannya dengan hati senang.
Vincent memandang Ben, dan kebetulan Ben melakukan hal yang sama. Dengan hampir serentak mereka mengangkat bahunya, lebih baik mereka berpura-pura tidak tahu apapun.
Melihat respon keduanya, Amora mengambil kue kering yang ada di kantongnya dan memberanikan diri berjalan ke kamar Albert.
Kue kering itu Amora beli dalam perjalanan pulang di toko roti.
"Tok.. Tok.. " Amora mengetuk pintu, tidak ada jawaban. Ia langsung membuka pintunya dan masuk, betapa terkejutnya ia ketika mendapati Albert sedang memakai bajunya.
"Maaf maaf, anggap saja tidak melihat apapun" Katanya panik sambil menutup matanya. Tangannya mencoba membuka pintu tetapi entah mengapa pintunya tidak mau terbuka. "Hotel sialan, pintu begini aja rusak" Amora mendecih.
Dibelakangnya Albert terkekeh pelan, mukanya tersenyum lebar, tetapi tidak sampai tiga detik ia kembali mengubah wajahnya.
"Ada apa?" Katanya dingin. Tetapi Amora mematung karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Kamu bisa berbalik" Kata Albert
"Tentu saja aku tidak bisa!!" Amora berteriak kencang. Kedua orang yang berada di luar menjadi penasaran, mereka saling pandang untuk kedua kalinya dan memutuskan untuk pergi ke markas saja. Lebih mudah menghadapi para penjahat daripada bosnya yang sedang gengsian ini.
"Berbalik saja" Kata Albert tidak peduli, ia duduk di tempat tidurnya dan menyalakan TV.
__ADS_1
Mendengar suara TV, Amora ingin berbalik, tetapi kemudian ia mengurungkan tindakan itu.
"Berapa lama lagi kamu mau berdiri di sana" Albert berseru dingin. Walaupun suaranya terdengar dingin, ia sudah ingin tertawa melihatnya, tetapi ia bisa menahannya.
"Oke oke berbalik" Kata Amora Sambil berbalik, ia menghela nafas lega begitu melihat Albert.
Amora berjalan kearah Albert dan menyerahkan kue kering yang tadi ia bawa, dan dengan sekejap dirinya sudah berbalik untuk meninggalkan tempat ini.
"Tahan sebentar"
Mendengar suara itu Amora langsung berhenti bergerak, ia mematung di tempat.
"Siapa dia" Tanya Albert dengan dingin
"Orang yang makan bersamamu tadi" Albert masih mengingat kejadian itu dengan jelas. Ia merasa kesal di dalam hatinya.
"Oooh, dia itu cuman teman bisnis" Amora berusaha meyakinkannya.
"Beneran?" Tanya Albert lagi
"Iya beneran" Amora mengangguk, kali ini ia berbalik dan menatao Albert langsung ke matanya, membuktikan bahwa ia tidak berbohong.
"Baiklah, kamu bisa pergi" Kata Albert pada akhirnya. Senyum muncul di sudut bibirnya ketika Amora meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
Albert melihat kearah kue kering yang ada di tempat tidurnya, dahinya mengerut ketika melihat ada surat yang tertempel di sana. Surat itu berbunyi
"Ini bukan rasa coklat dan tidak mengandung buah persik, cocok untuk orang pemilih sepertimu!!!"
Diakhiri dengan tanda seru yang banyak sekali dan emot senyum diakhir.
Albert menaikkan alisnya dan tertawa. Ia mengambil surat itu lalu menaruhnya di dalam lipatan buku agar besok bisa ia laminating atau semacamnya agar surat itu tidak rusak.
Jika Amora mengetahui ini, ia akan tertawa terbahak-bahak. Alasannya hanya satu, ia menulis surat itu untuk meledek sekaligus menyinggung Albert, namun entah mengapa sewaktu Albert yang baca isinya menjadi seperti bentuk perhatian.
Albert memakan kue kering itu sambil tersenyum, kuenya enak juga rupanya. Ia melihat bungkus kue dan menelpon Vincent yang ada di markas
Vincent yang menerima telepon menjadi waspada, siapa tahu ada hal buruk terjadi lagi.
"Pergi ke pabrik kue kering yang ada di foto dan larang ia menjual kue itu lagi" Perintah Albert.
Vincent yang mendengarnya melongo, ia sangat tidak paham dengan pola pikir Albert. Bukankah seharusnya jika bosnya menyukai kue itu, ia akan membeli sahamnya atau sesuatu seperti itu.
"Lakukan" Albert kembali berbicara.
"Baik bos" Katanya langsung, tanpa menunda ia melihat email dan menelusuri siapa si pembuat kue kering yang sangat kasihan ini.
_______
__ADS_1
annyeong gais seru banget abis rehat kurleb satu bulan!!!!!