Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
17. Fitting gaun II


__ADS_3

"Ambilkan dia beberapa gaun berwarna putih" Suara seorang laki-laki terdengar dari belakang, Amora menoleh, itu si muka dingin!


"Eh?" Tanya Amora bertanya bingung "Kenapa? lebih suka gaun norak ini?" Tanya Albert dengan nada dinginnya. Amora langsung menggeleng


Pelayan itu kembali dengan membawa beberapa gaun berwarna putih, kali ini gaun yang dibawanya lebih elegan,


"Yang ini gimana?" Tanya Amora ketika keluar dari ruang ganti, "lumayan" Amora tersenyum kecut, si muka dingin ini! mengapa ia hanya menjawab lumayan dari semua gaun yang ia coba


Amora mencoba gaun terakhirnya, ia merasa gaun ini yang paling cantik diantara yang lainnya ketika ia memakainya, ia keluar dan berputar-putar sehingga rok bawahnya mengembang. Albert memandang muka Amora yang sedang tertawa kesenangan dengan tatapan datarnya, ia merasa gadis di depannya ini seperti anak kecil


"Lucu kan aku, aku akan memilih yang ini" Setelah puas membayangkan dirinnya menjadi barbie, ia berhenti berputar dan langsung memilih gaun itu.


"Tapi aku lebih menyukai gaun sebelumnya" Suara Albert yang khas membuat Amora teralihkan pandangannya dari kaca. "Tapi kan ini gaun yang aku pilih, bukan kamu" Amora menaikkan satu alisnya.


"Tapi aku tunanganmu, suara ku juga penting. Kamu yang sekarang seperti bocah" Albert berkata dengan datar, seperti biasa.


"Kalau kamu suka gaun yang sebelumnya, beli saja buat dirimu sendiri" Amora berkata marah, kakinya menghentak sambil kembali ke ruang ganti untuk menukarnya lagi dengan seragam sekolahnya.


Amora  pergi meninggalkan toko ketika sudah membayar gaun pesanannya yang akan diambil besok, ia keluar toko dengan keadaan marah dan memanggil taksi.


Vincent yang bingung melihat keadaan Amora ingin bertanya kepada bos nya ketika Albert menaiki mobil, tetapi ia mengurungkan niatnya. Dari kaca spionnya, ia melihat Albert sedang tersenyum kecil sambil menenteng plastik berisi jas nya. Bosnya sedang tersenyum! dan itu membuatnya sedikit takut


Dengan pikirannya yang penuh dugaan, Vincent segera menjalankan mobilnya pergi.


____________

__ADS_1


Pada malam keesokan harinya, Amora dengan menggunakan gaun pilihannya pergi bersama kakak dan ibunya menuju ke rumah kakeknya, Tuan Kenneth dan yang lainnya pergi menggunakan mobil yang lainnya.


malam ini, Rumah Keluarga Guivera terlihat sangat meriah, penjaga gerbang sedang memeriksa undangan setiap orang yang disodorkan dari dalam mobil. Ketika melewati gerbang, para tamu dapat melihat keindahan lampu-lampu taman saat dinyalakan dan menjadikan malam disana menjadi terang.


Para tamu berjalan masuk melewati pintu masuk yang besar seperti yang dilakukan Amora saat ini, ia meyerahkan undangannya kepada penjaga pintu dan keluarga Mora memasuki ballroom keluarga Guivera dimana sudah ada beberapa orang berpakaian elegan sedang mengobrol


"Kakek selamat ulang tahun" Amora memeluk kakeknya ketika mereka mendatangi Tuan Xavier yang sedang mengobrol dengan beberapa tamu penting.


"hahaha, cucuku sudah datang" Xavier balas memeluknya, rekan kerja yang sedang mengobrol dengannya menatap gadis setengah baya itu dengan penasaran.


"Tuan-tuan perkenalkan, ini cucuku Aileen dan yang ini Lucas" Katanya sambil menarik Lucas, mereka berdua tersenyum dan menjabat tangan pihak lain. Abigail menatap dikejauhan dengan perasaan iri menguasai hatinya ketika melihat semakin banyak orang tinggi yang mengerubungi Amora


"Jadi Amora, apakah rumor tentang kamu memutuskan pertunangan dengan keluarga Abiyan benar?" Tanya salah seorang, yang lainnya menatap Amora dengan penasaran.


"Benar sekali tuan-tuan, tunangannya itu telah berselingkuh dengan sahabatnya dan sekarang Amora adalah tunanganku" Suara seorang laki-laki terdengar, yang lainnya menyingkir agar laki-laki itu dapat terlihat dengan jelas, itu Albert!


"Apa yang kamu katakan tuan Albert, bukankah kamu dan Amora yang bermain dibelakangku?" Suara seorang terdengar lagi, itu Bernard!


"Tentu saja tidak Tuan Bernard, banyak saksi mata yang mengatakan kamu dan Jaqueline pergi bersama ke hotel X beberapa hari yang lalu" Amora membalasnya, membela Albert yang kini jadi tunangannya.


Tunangan? Yah kira-kira seperti itu lah situasi saat ini.


"Amora" Jaqueline yang berada disebelah Albert mulai memainkan air matanya lagi, Amora menghela nafas untuk menenangkan dirinya, sejak ia tiba di dunia ini ia sering sekali menghela nafas!


"Sudahlah jangan menangis, ini adalah pesta untuk merayakan ulang tahun kakekku dan tidak ada yang meninggal disini" Amora mengeluarkan kata-kata tajamnya.

__ADS_1


"Katanya kalau ada yang menangis di pesta yang bahagia akan memunculkan nasib buruk bagi yang merayakan pesta" sebuah suara tiba-tiba menimbrung mereka.


"Noel" Amora berseru senang, ia melihat Noel datang dengan teman satu geng nya.


"Halo Amora, kita bertemu kembali" Rafael menyerobot salam yang ingin diucapkan oleh Noel, ia langsung saja maju sambil bersalaman dengan Amora.


"Mari tuan dan nyonya sekalian, kita lanjutkan pembicaraan di tempat lain" Xavier mulai mengambil alih, ia yakin Amora dan Lucas ingin berkumpul dengan teman sebayanya sehingga ia mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menjauh.


"Kamu terlambat datang" Amora berkata dengan kesal kearah Noel, "tapi seenggaknya aku datang bukan?" Noel menggodanya. Menatap Bernard dan Jaqueline yang berjalan menjauh dari gerombolan


"Iya, untunglah kamu datang" Amora mengangguk dengan semangat. Mereka berempat melanjutkan obrolan mereka sementara Lucas dan Albert berbincang dengan rekan kerja mereka yang lainnya.


"Hidupmu sangat rumit ya Amora, aku heran mengapa ayahmu itu lebih memilih selirnya daripada ibumu" Noel menatap kearah Aria yang sedang bersama dengan keluarga Guivera yang lain, Tuan Kenneth terlihat sedang berbincang dengan Lisa dan orang yang tidak ia kenal


"Tidak tahu lah, biarkan saja" Amora merasa tenang, setelah ia menyempurnakan softwarenya, ia pasti akan bisa hidup tenang tanpa mengandalkan tuan Kenneth yang mengaku sebagai ayahnya itu


____________


Hai kalian, aku tidak tahu apakah tulisan ini akan dibaca karena same as you guys i itu kadang males baca tulisan author hehehe.


Jadi aku cuman mau ngucapin terima kasih bagi yang udah ngerelain poin buat Vote, aku terharu. Soalnya aku sadar karyaku itu belum ada apa2 nya dibandingkan yang lain jadi heran aja kenapa ada yang baca.


tapi aku sangat berterima kasih, aku akan latihan menulis dan semoga saja perlahan semakin banyak bab semakin baik pemilihan kosakatanya dan lainnya.


Dadah, suka aja gitu nulis curhatan, tapi gabisa bikin novelnya sori, soalnya aku tuh lebih suka nyembunyiin gitu.

__ADS_1


yaudah, ini chapter terima kasih untuk kalian semua


__ADS_2