
Mereka berdua berhenti di depan sebuah lubang yang lumayan besar di depan mereka, seperti lorong yang tersusun atas batu-batu berwarna kelabu. "Tuan ini.." Salah satu bodyguard yang mengikuti Tuan Gu mencoba menghentikannya
"Sudahlah, mau masuk?" Tanya Tuan Gu. Amora terlihat berpikir, apakah akan berbahaya di dalam sana? Mengapa para arkeolog belum meneliti tempat ini? Apakah mereka ketinggalan berita?
"Tentu saja aku yang pertama kali menemukan tempat ini sehingga aku mengklaim ini menjadi milikku, lagipula ini berada diatas lahan milikku" Tuan Gu berkata bangga, Amora tercengang, ia merasa belum menanyakan apapun pada Kakek di depan ini, tetapi mengapa jawaban kakek itu seolah menjawab pertanyaannya?
"Aku hanya mempelajari sedikit seni pembaca pikiran" Katanya dengan tertawa, Kakek itu merasa sedikit bersalah ketika berbohong.
Amora membelakkan matanya, berarti Albert sialan itu bisa membaca pikirannya selama ini
"Mau masuk?" Tanya Tuan Gu, ia tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan gadis di depannya itu sehingga ekspresinya sangat serius seperti itu. "apakah aman?" Tanya Amora ragu
"Aku rasa begitu, aku sudah lima kali mengirim orang ke dalam dan mereka tetap kembali" Kakek Gu menjelaskan. "lalu untuk apa kakek berniat untuk masuk?" Amora bertanya heran
__ADS_1
"Mereka semua selalu berkata bahwa makam ini kosong, jadi aku ingin membuktikannya" Tuan Gu menjelaskan, Hanya dia dan tuhan yang tahu betapa menyebalkan ekspresi para arkeolog yang ia kirim ketika mereka semua menyatakan bahwa makam itu kosong
"Lalu, bagaimana jika nanti aku menemukan barang antik?" Akhirnya Amora bertanya inti pertanyaan yang dari tadi ia ingin tanyakan. Kakek Gu tertawa, ia mengelap air matanya yang keluar karena kebanyakan tertawa "gadis muda ambisius, tentu saja barang itu untukmu. Siapapun yang melihat terlebih dahulu bisa memilikinya"
"Baiklah, aku akan menemani kakek untuk masuk ke dalam" Amora tersenyum senang. Vincent ingin mencegahnya, tetapi ia malah mendapatkan tatapan peringatan dari Amora yang membuatnya tidak bisa berkutik
"Anak muda yang penuh semangat, aku akan memimpin" Tuan Besar mulai melangkah kedalam lorong batu, Amora pun mengikuti di belakangnya. Tentu saja bodyguard beserta Vincent juga ikut masuk ke dalam.
Semakin mereka masuk ke dalam, suasana pun semakin gelap dan mencekam. Tuan Gu menggesekkan korek api nya dan menyalakan obor yang ada di dinding.
"Tidak, ini tidak kosong" Amora melihat salah satu sisi dinding batu. Intuisinya mengatakan ia harus menghancurkan tembok itu, dugaannya diperkuat ketika ia melihat cahaya samar dari dinding
"Hancurkan dinding ini" Perintah Amora
__ADS_1
"Ehh" Vincent berkata heran. "nanti tempat ini akan rubuh Nona" Vincent menolak perintah Amora. Amora terlihat berpikir, ia juga takut jika tempat ini akan roboh jika ia melakukannya.
"Mungkinkah ada tombol yang dapat di tekan?" Amora tiba-tiba merasa tercerahkan, ia mendekat kearah dinding dan meraba-raba tembok untuk mencari batu yang sedikit menonjol.
Amora tiba-tiba melihat kesatu titik di bawah dimana terdapat batu kecil yang bercahaya, Amora menyeringai di dalam hatinya. Ia menekan batu itu.
"dddrrr" Tembok itu menggeser ke samping, Amora tersenyum. Sekarang ia mempunyai banyak harta. Tuan Gu dan yang lainnya tidak menyangka akan ada ruangan tersembunyi dari makam ini. Tuan Gu kini merasa putus asa ketika ia teringat akan janjinya kepada Nona muda yang sedang tersenyum itu.
Ketika pintu sudah terbuka penuh, Amora masuk terlebih dahulu dan membelakkan matanya. "siapapun yang dikubur disini pasti sangat kaya" Gumamnya. Ia tersenyum ketika melihat segala macam lukisan yang ada, berbagai macam bentuk patung emas, dan ada banyak lagi
"terima kasih kakek karena telah memperbolehkanku mengambil ini semua" Amora berbalik dan tersenyum
"hee, tidak masalah" Tuan Gu berusaha tersenyum, ia menatap dengan kesedihan melihat banyaknya harta yang ada di dalam ruangan. ia bertekad untuk mencari makam orang lain lagi dan merebutnya. Tentu saja aparat keamanan tidak akan berani menangkapnya, palingan mereka hanya dapat menutup mata mereka.
__ADS_1
"tenang saja kek, aku akan membagimu 1/4 dari harta ini jika kamu bisa menyimpannya untukku selama dua minggu saja" Amora mengusulkan sebuah ide, Tuan Gu langsung saja menyetujuinya
Amora tertawa getir di dalam hatinya, jika bukan karena Albert yang menghambatnya membuka toko barang antik, mengapa ia harus menjadi repot menyembunyikan harta ini terlebih dahulu