
Amora dengan santai menaiki tangga dan memasuki kamarnya, ia memicingkan mata saat melihat kamarnya, "Kenapa kamar Amora penuh dengan barang mewah tidak berguna ini" Amora menghela nafas, hiasan emas yang tidak berguna disana, guci besar disini, sangat tidak pantas.
Ia masuk dan membersihkan dirinya sendiri, lalu membuka lemarinya dan langsung saja ia ingin merobek Amora yang terdahulu, pakaian ini sangatlah norak. Akhirnya ia mengambil satu-satunya pakaian berwarna putih yang tersimpan paling pojok dan mengikat rambutnya.
Memandangi dirinya di kaca dengan puas, dan tersenyum senang. Sebetulnya penampilan Amora tidaklah jelek, hanya penampilannya terbayangi oleh make up yang tidak seharusnya dan pakaian yang jelek.
Ia membuka pintu kamarnya dan segera menuju dapur, Lisa dan Abigail terbelak ketika melihat Amora yang kelihatan sangat cantik dalam balutan baju putih sederhana yang dipakainya.
"kak, aku cantik kan" Amora mendatangi kakaknya yang sedang memasak sambil tersenyum, kakaknya menoleh dan terdiam.
"iya, lebih cantik dari yang lalu" Amora mengetahui maksud kakaknya dan tersenyum senang, ia bergabung di meja makan dengan anggota keluarga yang lainnya.
Makanan sudah siap dan mereka mulai makan. Amora fokus untuk makan dan cara makan dirinya yang asli di tahun 2100 sangatlah elegan, jadi mungkin terbawa sampai kesini. Anggota keluarga yang lain sampai mengucek mata berulang kali.
__ADS_1
"Sepertinya kakak mempelajari aturan makan mati-matian ya di rumah sakit" Abigail dengan muka polosnya berkata dengan sarkastik, Amora menyelesaikan kunyahannya terlebih dahulu, ia lalu meminum segelas air putih dan menatap Abigail.
"Bukankah seperti itu lebih baik? Seharusnya kamu juga mempelajarinya. Lhatlah, kamu mirip dengan ayam sekarang" Amora mengatakan kata-kata sarkas di zamannya yang dulu, ia tidak tahu apakah ada kata-kata sarkas seperti itu atau tidak saat ini.
Rupanya ada, dan Lucas tertawa kecil menyemburkan air yang sedang diminumnya sedikit dan muka Abigail terasa merah padam. Cara makan Abigail sebenarnya tidak berantakan seperti ayam, tetapi dibandingkan dengan Amora itu sudah masuk seperti ayam.
"hati-hati tersedak ka Lucas" Amora tersenyum jenaka sambil mengangkat gelas, seolah merayakan kemenangannya, Lucas juga tersenyum, rupanya adiknya ini mempunyai sisi seperti ini.
Nyonya Lisa meminta bantuan kepada suaminya melalui pandangan matanya tetapi Kenneth merasa tidak bisa melakukan apapun degan Lucas disini.
"Terima kasih ka" Amora segera mengambil piring dan memakannya sedikit demi sedikit, dessert orang lain hanya dibuat oleh koki keluarga mereka, hanya Amora lah yang spesial.
"Amora, bukankah seharusnya kamu membagi kue itu kepada yang lainnya" Seperti biasa Lisa, sang selir merasa itu tidak adil.
__ADS_1
"Mengapa?" Amora bertanya terlebih dahulu sebelum Lucas dapat membalas, "tidak baik untuk menjadi serakah" cibir Lisa, ia sendiri ingin mencoba kue buatan Lucas yang terkenal enak itu, tetapi sayang ia selalu kehabisan untuk membeli kue limited edition itu.
"Ya, aku sangat serakah, jadi diam sajalah. Bukankah bibi juga serakah dalam mengatur keuangan, bukankah bibi beralasan memotong uang saku bulananku untuk keperluan darurat" Amora dengan tenang memakan kuenya, ia hanya asal bicara saja mengingat kelakuan selir ayahnya yang sikapnya serakah.
"Kamu!" Lisa ingin menyanggah tetapi tidak tahu harus berucap apa. Ucapan Amora benar, bahkan sangat benar. Lisa selalu menyembunyikan uang hadiah dari Lucas yang dititipkan untuknya dan beragam uang lain yang seharusnya menjadi milik Amora.
mimik wajah Lucas berubah, ia memandangi dingin Nyonya Lisa, sangat dingin. "Amora, apa yang kamu katakan. Bukankah Lisa selalu memberikan uang saku mu selama ini" Kenneth membela Lisa, ia merasakan aura kemarahan dari Lucas.
"Oh, aku hanya mendapatkan dua juta per bulan, aku rasa jatahku seharusnya adalah dua puluh juta perbulan, bukankah begitu?" Tanya Amora polos, dan itu tepat sasaran.
"Kamu masih kecil, seharusnya lebih menghargai uang" Nyonya Lisa beralasan lagi, Amora tersenyum sinis kepadanya dan melanjutkan.
"Bukankah Abigail dan Odine yang lebih muda dariku mendapatkan 25 juta perbulan? bahkan mereka dapat meminta lagi kepadamu" kata Amora sambil memakan kuenya dengan senang, karena kue ini sebentar lagi ia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.
__ADS_1
"Nyonya Lisa, cepat jelaskan" Lucas membanting meja dan berteriak kearah Lisa, "Bukan nyonya ka, dia selir ayah" Amora menjulurkan lidahnya kecil. "Kurang ajar" Lisa ikutan menggebrak meja, langsung saja dipelototi oleh Lucas yang membuatnya menunduk.