
Selamat hari raya idul fitri kalian semua, selamat juga makan ketupat ya hari ini, yah walaupun aku makan nasi sih bukan ketupat karena ketupat itu gaterlalu enak, salah deh aku yg penggemar nasi.
Tahun ini gadapet angpao karena psbb jadi ga ke rumah nenek TTnTT tapi gapapa, kita masih bisa maaf-maafan sama yg lain. Oke mohon maaf lahir dan batin ya semuanya ~
Selamat membaca
.
.
.
.
.
XXX \= Selamat malam Nona Amora, ini adalah nomor handphone milikku, harap disimpan.
Amora melihat pesan dari nomor yang tidak dikenalnya, Amora sudah curiga itu adalah nomor penipuan yang ingin menculiknya, siapa yang menyewa seseorang untuk menculiknya? Apakah ia harus meminta bantuan dari badan intelijen untuk menyelidikinya?
XXX \= Ini Albert.
__ADS_1
Amora menghela nafas, ia pikir itu adalah penculik, konyol sekali dirinya ini. Di sebrang sana Albert memandang handphone nya dengan bingung, apakah hp nya sudah ketinggalan zaman, haruskah ia membeli hp keluaran terbaru. Mungkin hp ini rusak karena tidak ada juga balasan dari orang yang ia kirimi pesan
Ai.Amora \= Oke
Amora hanya membalas tiga huruf saja karena ia sangat malas mengetik, kemudian ia menyimpan kontak Albert di HP nya dan memberinya nama "Si muka dingin" Kemudian ia mengisi daya handphone nya dan berencana untuk membuat sistem firewall untuk perusahaannya nanti.
Tidak seperti Amora, lawan bicaranya yag lain yaitu Albert sendiri merasa tidak percaya, apa ini? Hanya tiga kata, apakah ia harus membelikan hp baru kepada makhluk kecil itu, apakah keyboard makhluk kecil itu hanya ada huruf O, K, dan E? Ia harus menuntut perusahaan HP yang membuatnya.
Melihat Tuan mudanya memandang HP dengan tatapan bingung, Vincent menjadi penasaran. Biasanya tuan mudanya tidak pernah menatap handphone nya dengan pandangan selain datar.
Vincent ditatap dengan penuh tanya oleh temannya yang lain. Ya, mereka sedang bermain di salah satu club milik Albert untuk bersenang-senang malam ini sekaligus untuk merayakan kemenangan mereka yang sudah menjatuhkan perusahaan saingan mereka.
"Hayo ada apa, mengapa kamu terlihat ragu untuk mengetik sesuatu?" Ben tertawa sambil berjalan dan mengambil duduk di sebelah Albert, ia tertawa lebih keras begitu melihat Albert sedang ragu untuk mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang.
Wendy melihat kearah Albert dengan was-was, sekarang suasana menjadi hening. Ketiga orang yang ada disana menatap kearah Albert sambil geregetan, pasalnya Albert masih saja mengetik ulang dan menghapus pesan tanpa mengirimnya.
"Sialan kamu Albert, kirim saja lah" Ben mengambil handphone nye dan memencet kirim, ia langsung dibanting oleh Albert ke sofa yang menyebabkannya mengaduh, Albert sendiri melihat cemas dengan pesan yang ia kirimi.
"Siapa itu Al?" Tanya Wendy yang dihadiahkan tatapan tajam oleh Albert, Wendy terkejut melihatnya, biasanya jika ia menanyakan sesuatu apapun itu Albert pasti menjawabnya.
Wendy masih mengingat pertemuan pertamanya dengan Albert, ia dulu dikejar-kejar oleh penagih hutang dan diselamatkan oleh Tuan Muda didepannya ini dan ia dirubahnya menjadi salah satu artis terkenal, berbagai macam tawaran iklan, film, dan yang tawaran lainnya mengantri untuk dipilihnya. Sejak saat itulah Wendy menjadi salah satu dari tiga bawahan Albert yang dipercayai oleh Albert
__ADS_1
Dua orang lainnya adalah Vincent dan Ben. Vincent adalah rekannya dalam berbisnis, bisa dibilang dalam pengaruh bisnis Albert, Vincent lah yang mengatur setengahnya sehingga bisa menjadi raksasa.
Sedangkan Ben adalah seorang peretas bertopi abu-abu. Ia yang membuat program pelindng perusahaan milik Albert dan juga yang mengatur segala hal online perusahaan itu, sifat buruknya adalah terkadang ia suka usil dan suka menaruh virus ke komputer di perusahaan lain jika ia sedang bosan, ia suka mengeluh bahwa tidak ada yang pantas melawannya untuk berperang virus di komputer
"apakah itu perempuan yang masukin virus konyol itu ke komputermu?" Tanya Ben lagi, ia memandang Albert yang sedang memikirkan akan beralasan apa sudah mengirim pesan yang tidak seharusnya kepada Amora. Albert berpaling kearah Ben dan mengangguk, Ben juga ikut penasaran karena hanya virus Amora yang bisa menembus keamanan buatannya, apalagi di laptop Albert yang ia buat keamanan berlapis-lapis
"Hmmm" Ben duduk sambil berpikir, ia harus berkenalan secara resmi dengan nona muda itu secepatnya. Mungkin masa-masa membosankannya akan berlalu karenanya.
_____
Di sisi lain Amora tercengang begitu melihat pesan konyol dari Albert, pesan itu berbunyi "Apakah handphone mu hanya ada tiga huruf?" Amora sungguh tidak tahu harus menjawab apa, ia bahkan berpikir itu adalah salah kirim.
tiga puluh menit kemudian Amora masih saja berpikir tentang balasan yang tepat untuk diberikan kepada Albert, ia menggunakan kekuatan 99% otaknya dan baru mengingat otaknya yang sekarang sangat jelek untuk dipakai berpikir. Amora menghela nafas panjang dan mengetik "Apakah kamu bodoh?" Kemudian ia menyesal, bagaimana jika muka dingin itu marah kepadanya. Perjanjian mereka bisa berantakan dan ia harus bertunangan lagi dengan si mantannya itu
Ia kemudian mengetik lagi "Kepanjangan bodoh itu adalah Berbicara Omong kosong Dengan Orang tHampan" Ia tidak tahu alasannya bisa diterima atau tidak dan langsung mengirimnya.
Amora kembali melihat layar komputernya lagi, layar itu berubah menjadi warna hijau tua dan ada gambar badut ditengahnya yang memegang balon dengan tulisan "salam kenal" Amora terkekeh, rupanya ada yang menantangnya saat ini.
Amora mengetikkan suatu kode dengan kecepatan tangan yang tinggi dan tersenyum puas.
Di tempat Albert berada, Vincent memandang kedua orang yang sedang sibuk dengan layar di depan mereka dengan menggelengkan kepalanya, Wendy sudah pulang duluan karena sebagai artis ia harus menjaga nama baik dirinya juga. Vincent terus saja meminum anggurnya sendirian sambil melihat kedua temannya yang sibuk tanpa memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Albert menyinggungkan senyumnya, Makhluk kecil itu menyebutnya bodoh dan masih berani berdalih dengan menyebut bodoh sebagai singkatan yang terkesan memaksa. Ia meminum anggurnya sebanyak satu tegukan dan mulai berpikir lagi akan membalas apa kepadanya.
Jari-jari Ben dengan lancar melayang diatas keyboard laptopnya, inilah yang ia maksudkan dari perkenalan resmi dari dirinya dan nona yang menjadi lawannya ini tidak mengecewakan dirinya, baguslah ia tidak usah mengeluarkan virus mematikan yang bisa membuat komputer lawan mati total karena itu merepotkan.