
Lucas memandang adiknya dan tersenyum lembut, "Benar katamu, dia hanyalah seorang selir. Kalau begitu keuangan akan aku berikan kepada ibuku untuk mengaturnya mulai sekarang" Lucas memutuskan, awalnya ia memberikan keuangan kepada Lisa karena ibunya yang menolak.
"Kamu tidak bisa" Abigail berdiri, bagaimana ia akan meminta uang tambahan jika dipindah tangan kan seperti ini.
"tentu saja kakakku bisa, jika kamu keberatan silahkan cari uang sendiri" Lisa memandang Abigail yang habis berteriak sambil menunjuk Lucas, "Dan tolong perhatikan etiket mu saat di meja makan" Kata Amora lagi.
Abigail terdiam, yang lainnya juga terdiam mendengarkan kata-kata tajam Amora, "tetapi Aria tidak terbiasa mengatur keuangan sebesar seperti itu, serahkan saja kepada bibi Lisa, ia mengambil jurusan akuntansi saat sekolah" Kenneth berusaha tawar menawar, dan Lucas terlihat berpikir ulang yang membuat Lisa diam-diam tersenyum.
"aku saja yang akan mengaturnya" Amora akhirnya menawarkan, yang lainnya terdiam. "Oke, aku akan menyerahkan kepada Amora mulai saat ini, selir ayah tolong bawa buku akun rumah ini" Lucas tidak berpikir ulang dan langsung menyetujuinya.
"Dia tidak bisa" Lisa langsung berseru, "Diamlah selir ayah, bawakan kemari buku akun dan kita akan lihat siapa yang tidak bisa" Amora tersenyum licik.
"Amora, jaga sikap" Tuan Kenneth berteriak. "Ayah, diamlah. Aku yang memperoleh duit ini, aku yang berhak untuk mengatur juga. Selir ayah, cepat ambilkan buku itu" Lucas memerintah.
dengan hati yang gondok Lisa pergi ke kamarnya untuk mengambil buku akun dan menyerahkannya kepada Amora. "aku akan pergi keluar" Lisa menahan amarahnya dan berjalan ke kamarnya untuk bersiap.
"Sebentar, bukankah seharusnya aku mengeceknya ulang? Benarkan Ka?" Amora bertanya kepada kakaknya dan kakaknya mengangguk, "Sebelum selesai pengecekan ulang semua anggota keluarga berkumpul di ruang makan" Lucas memerintah, nadanya seperti kepala keluarga yang berwibawa.
__ADS_1
"kamu tidak bisa" Seru Nyonya Lisa menggeleng, "Mengapa tidak, selir ayah?" Amora tertawa sambil membuka buku akun yang tebal.
"memeriksa ulang akan membutuhkan waktu berminggu-minggu" Lisa berkata lagi, Amora tertawa pelan. "Aku dapat memeriksanya dalam lima jam. Jadi tunggulah" Amora lalu naik ke kamarnya sambil membawa buku itu.
Amora sudah biasa memperhatikan kode yang sangat banyak di komputer sehingga tangannya dengan lancar menulis ulang pengeluaran dari lima tahun yang lalu.
Lima jam kemudian Amora keluar sambil membawa buku dan kertas lainnya, semua orang memandangnya yang berdiri sambil melambaikan kertas catatan.
"Dengarkan ini, aku memeriksa akun dari mulai lima tahun yang lalu dan menemukan uang sejumlah 10 miliyar hilang tanpa kejelasan" Amora membuka pidatonya.
"Lalu aku menelfon bank dan menanyakan perihal ini, bank itu kemudian mengirimkan catatan pengeluaran ke email milikku, dan coba tebak" Amora tersenyum senang. "Ada apa Amora?" Lucas bertanya penasaran.
"Uang 10 miliyar sedikit demi sedikit di transfer oleh selir ayah untuk disimpan ke rekening pribadinya" Amora tersenyum culas, mereka licik, ia sendiri punya kemampuan lebih.
"Jangan asal tuduh" Abigail berseru, Amora hanya tersenyum kecil dan mengeluarkan handphone nya.
"Halo tuan direktur, coba kamu ulangi perkataan yang tadi" rupanya Amora menelfon direktur bank tempat mereka menyimpan uangnya.
__ADS_1
"Oh halo lagi nona Amora" Pemilik bank itu berkata dengan sopan. Kenneth kaget mengapa seorang direktur bank besar sangat sopan kepada Amora, padahal ia sendiri saja diberi bahu yang dingin.
Sebenarnya Amora melakukan satu dua hal dengan kode nya di handphone untuk memperkuat keamanan bank dan segera memberitahukannya kepada pihak sana bahwa uang 30 miliyar sudah hilang sedikit demi sedikit dicuri oleh peretas lainnya, sebagai gantinya Amora meminta uang 10 miliyar dari rekening milik selir ayahnya dipindahkan ke akun keluarganya, tentu saja dengan berkata uang itu juga milik keluarga jadi tidak ada masalah dan langsung d setujui.
"Benar, pada tanggal xx..." Kemudian direktur itu melisan satu persatu jumlah uang, semakin banyak disebutkan semakin dingin Lucas menjadi dan Lucas langsung memelototi selir ayahnya.
"Oke terima kasih Tuan Vian" Amora menutup telepon. "sama-sama nona Amora, bagaimana jika aku mengundang kamu makan malam bersama" dari ujung sana Tuan Vian berusaha merekrut Amora ke sisinya.
"Itu akan hebat tuan, silahkan hubungi aku lagi" Kemudian Amora menutup teleponnya.
"Itu baru lima tahun yang lalu, sisanya pasti sudah digunakan untuk membeli keperluan yang lain, dan juga aku bertanya kepada pegawai dan kata mereka gaji mereka dipotong oleh selir ayah. Jangan lupa tentang penambahan uang jajan anak-anak dari selir ayah yang aku hitung sekitar 1 miliyar dari lima tahun yang lalu" Amora menutup pidatonya.
"Ka, jangan marah. Aku sudah menyuruh pihak bank untuk memblokir kartu selir ayah, Tian, Abigail serta Odine. Aku juga merasa untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan sebaiknya uang mereka berempat dipotong, dan hanya memberikan kepada mereka 500.000 per bulannya" Amora menenangkan Lucas yang sudah hampir marah, ia tidak sudi melihat kakaknya marah hanya karena selir ayah yang menyebalkan ini.
"Kamu tidak bisa, 500.000 tidak cukup" Abgail berdiri, ia menolak. Bagaimana caranya ia dapat menyombongkan dirinya kepada teman-teman jika seperti ini.
"Lihatlah orang dibawahmu, 500.000 cukup untuk sebulan ditambah kamu tidak harus bekerja untuk membayar cicilan!" Amora berseru.
__ADS_1