Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
58. Sarapan


__ADS_3

Sean mendengarkannya dengan cermat dan sangat kagum ketika mendengar kisah tentang masa Amora yang lalu. Sayangnya Amora tidak bisa menceritakan tentang permasalahan negara karena menurut Amora itu rahasia yang tidak bisa diceritakan kepada siapapun, tetapi Sean merasa puas dengan hanya mendengar kisah yang lain


"seru sekali" Sean menatap Amora dengan mata berbinar, ia sedikit iri saat ini. Hidupnya sangat mebosankan, harus memimpin perusahaan karena ayahnya yang memaksanya demikian. Untung saja kali ini ia menemukan sesuatu yang dapat membuatnya mengatasi kebosanannya.


Tentu saja Amora juga tidak menceritakan tentang gelang atau kemampuannya di depan komputer. Tolong dong, orang waras mana yang akan menceritakan tentang hal yang sangat rahasia itu.


Amora menatap keatas langit sambil membayangkan muka kakaknya yang terdahulu, apa yang sedang dilakukannya sekarang ya? apakah kakaknya masih mengingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya? Tanpa disadari senyuman terbentuk di mulut Amora.


"itu dia, tangkap!" suara seruan mengagetkannya, ia menjadi waspada karena siapa tahu itu adalah gangster milik Albert yang berhasil menemukan dia, ia bersiap-siap untuk kabur lagi saat mendengar Sean mendecakkan lidahnya tanda tidak suka. "lagi?" Kata cowok itu dengan nada suara bosan


Rupanya dugaannya salah, bocah putih ini ternyata mengenal para gangster itu. "Dewi, aku meminta kamu untuk membantuku mengatasi mereka" Nada suaranya terdengar tidak bersemangat seperti biasa ketika ia dihadapkan dalam kondisi seperti ini.


Sejujurnya Sean sangat bosan terhadap situasi ini, tetapi selalu saja semua preman, gangster, tukang palak, dan orang seperti itu mengincarnya. Alasannya cuman satu, ayahnya lah yang memasukkan namanya ke dalam sebuah web. Ia juga tidak terlalu mengerti web apa, karena ia hanya jago mengurus masalah perusahaan.

__ADS_1


"barang siapa yang bisa membuatnya masuk rumah sakit, akan diberi penghargaan sebanyak 50.000 dolar" Pengumuman itu berbunyi demikian. Sudah beberapa kali Sean meminta temannya untuk membantu menghapus tetapi pengumuman itu selalu ada dan ada lagi, seolah tulisannya menjadi abadi


Karena hal itu, Sean sudah menyerah untuk berusaha menghapusnya, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah ketika kedatangan orang yang bertujuan untuk memenuhi pengumuman itu, alasan ayahnya menulis pengumuman itu bahkan lebih tidak logis lagi.


Waktu itu Sean hanya tidak sengaja menghapus file game dari komputer di rumahnya, ia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba saja ia langsung menghapus, mungkin karena ia mengira itu jebakan yang dibuat oleh ayahnya lagi seperti yang lalu,


dan ternyata file yang ia hapus adalah milik orang tua itu yang hampir sempurna. Langsung saja orang tua itu marah dan menaruh namanya di web.


"siapa mereka?" tanya Amora di sela-sela pertarungan. "nanti akan aku jelaskan" katanya, Sean dengan tenang menangkis pukulan yang datang kearahnya dan membalas tinju dengan cepat.


"Hatchi" Seseorang bersin dengan keras dan langsung mengutuk anaknya yang pasti sedang mengutuknya saat ini, setelah ia mengelap hidungnya, ia lanjut memainkan gamenya lagi sambil mengutuk ke sepuluh generasi nenek moyang anaknya. Orang tua itu sendiri lupa jika ia juga salah satu generasi yang disebutkannya


____

__ADS_1


"Jadi, mereka cuman penjahat teri toh, patesan lemah banget" Setelah mendengarkan cerita dari Sean, Amora memandang remeh kepada orang-orang yang tergeletak di rumput taman. Padahal ia masih ingin bertanding dengan serius, sudah lama juga sejak terakhir kali ia melumpuhkan sekawanan penjahat. Sepertinya suatu hari nanti ia harus pergi ke kota penjahat untuk melemaskan tubuhnya


"hahaha" Sean hanya tertawa pahit, ia sendiri sudah merasa capek setelahnya, ia melihat Amora dengan iri, gadis itu terlihat tidak banyak mengeluarkan keringat, bahkan nafasnya normal, tidak menunjukkan orang yang habis beradu hantam.


"Nona Amora, aku ingin mentraktirmu sarapan sebagai tanda terima kasih" Sean menawarinya, walaupun Amora tidak membantunya ia juga tetap ingin mentraktirnya makan hari ini juga


"Panggil saja Amora, jangan pake embel-embel nona" Amora menolak kata Nona yang ditambahkan, soalnya itu terdengar resmi dan tidak seperti panggilan kepada teman sepantaran. Mengingatkan dia akan Ben dan Vincent yang terkadang masih memanggil dia dengan sebutan Nona


"baiklah Amora, aku tahu restoran terbaik di ibu kota ini, aku akan membawamu kesana" Sean memimpin jalan Amora ke mobilnya, dan segera berangkat menuju restoran yang dimaksd


______


Aku pengen nge casting pemainnya tapi sayangnya gaada yang sesuai gitu sama imajinasi dengan para seleb nasional ataupun internasional.Jadi yah gitu. Tunggu ada yang sesuai dongg

__ADS_1


Up setiap Selasa Jumat pada bulan agustus dan seterusnya.


__ADS_2