Jodoh Sandiwara

Jodoh Sandiwara
8. Tuan Muda Ouyang


__ADS_3

"Dan jangan lupa, uang kalian akan digunakan untuk membayar gaji pegawai yang dipotong oleh selir ayah yang bodoh ini" Amora mencibir.


"Aku bukan selir!" Lisa berdiri dan melempar piring kearah Amora.


"Awas" Lucas berseru, sebenarnya Amora dapat menghindar tetapi ia memilih untuk tidak. "Prang" Piring beling itu pecah, dahi Amora berdarah lagi. 


"Ibu panggil dokter, dan kamu, selir ayah. Aku akan memotong uang bulanan menjadi 100.000, jika kurang kamu bisa mengemis permintaan maaf dari Amora baru akan aku beri tambahan" Lucas berkata dingin, dengan sigap mengambil lap bersih dan menahan dahi Amora yang berdarah.


"Aku tidak apa ka, tapi aku takut" matanya mengeluarkan air mata kepura-puraannya. Lihatlah selir ayah, kamu mengandalkan ayahku tetapi dia juga takut dengan kakakku!


"Apakah sebaiknya kita pindah rumah, kita dapat membuat rumah lagi di halaman samping untuk kita tinggal. Sepertinya selir ibu tidak menyukai aku disini. Untung ada kakak, jika tidak ia akan melemparku dengan penggorengan" Amora membuat suaranya menjadi menyedihkan, Lucas berpikir dan mengangguk.


"Benar, sebaiknya aku membangun satu rumah lagi untuk kalian" Lucas menyetujui idenya, "Aku yang akan membangun sketsa rumah, boleh kan ka?" Amora berseru senang, ia dapat membuat para arsitek itu menggambarkan rumah untuknya secara gratis~


"Boleh. Dan untuk kamu selir ayah, tidak ada lain kali!" nada suaranya berubah dingin, kemudian dokter datang dan mengobati dahinya.


Amora menjual hiasan emas di kamarnya serta menjual bajunya yang sangat norak dengan meminta artis mempromosikannya, dan tentu saja barang laku terjual keesokan harinya, yang ia lakukan hanyalah membantu sang artis menghapus video konyolnya di internet tanpa sisa.


"Mengapa kamu menjual seluruh barangmu?" Lucas bertanya heran kepada adiknya, benda-benda inilah yang paling disayang oleh Amora. "aku ingin membeli komputer" kata Amora.


"Kamu bisa meminta kepadaku bukan?" Tanya Lucas heran, Amora menggeleng, "Tidak usah, aku lebih suka melakukannya sendiri" 


ia mengirimkan barangnya itu sendiri diantar kakaknya sembari mereka membeli komputer, dan tada! komputer dipasang di kamarnya.

__ADS_1


"Oke selamat tidur Ka Lucas, mimpi indah" Amora mengusir Lucas dan menutup pintu kamarnya, ia mengunci pintu kamar dan mulai menyalakan komputernya.


"Aku tidak tahu apakah aku harus membuat kode lagi, karena tentu saja komputer di masa ini bebeda" Amora menghela nafas sambil menyalakan komputer, bisnis pertamanya yaitu bernegosiasi dengan arsitek terkemuka dimulai.


________


_____


"Ka, nanti akan ada orang kemari untuk masalah rumah" Amora menguap sambil memakan sarapannya, "Siapa?" Tanya Lucas penasaran, Amora menggeleng tanda ia juga tidak tahu, ia hanya mengetahui bahwa arsitek itu sangat bagus dan hanya itu.


"Aku akan kembali tidur" Amora kemudian menutup pintu kamarnya, menyembunyikan kepalanya dibalik selimut lagi. 


Tidak lama kemudian sebuah mobil memasuki perkarangan rumah mereka, dari kursi penumpang terlihat seorang laki-laki muda yang lumayan tampan. "Silahkan tuan muda" Kemudian pelayannya memimpin jalan menuju pintu marmer dan mengetuk.


"Dimana Nona muda keluarga kalian" Tanya pengawalnya, "dia ada di dalam" Tuan Kenneth mengira yang dimaksud oleh Ouyang muda adalah Abigail, dan mempersilahkan masuk.


Abigail datang tidak lama kemudian, ia terpana melihat rupa dari Ouyang Shizu yang berada di depannya, "Tuan muda Ou" Ia membungkuk kepada tuan muda Ouyang.


"Bukan dia, yang lainnya" Melihat tuan muda mereka tidak berekspresi mereka meminta yang lainnya, "Mungkin sepertinya kamu mencari kakak saya, Ainaya Amora" Lucas segera datang dan memberi hormat, ia baru saja kembali dari melihat tempat dimana rumah mereka akan didirikan.


"Dimana dia sekarang?" Tuan muda Ouyang bertanya, matanya menunjukkan sedikit semangat. "Sayang sekali ia sedang tertidur saat ini, apakah tuan muda Ouyang akan menunggu atau akan kembali?" Lucas bertanya lagi, Tuan Kenneth melihatnya sambil menggigil, entah apa yang akan terjadi selanjutnya. "Bukankah seharusnya kau membangunkan Amora?" Bisik Kenneth pelan kepada Lucas, Lucas menghiraukannya.


"menunggunya disini" salah satu pengawalnya berbicara, seolah sudah jelas. "Baiklah, aku akan menawarkan kepadamu secangkir teh" Kemudian Lucas duduk dan mereka berdua mengobrol sambil menunggu Amora terbangun.

__ADS_1


"Hoam" Amora terbangun dua puluh menit kemudian, ia kemudian merasa haus dan turun kebawah untuk mengambil minum. Dengan mengalungkan selimutnya seperti jubah ia turun kebawah.


"Cuur" Air perlahan turun mengisi gelas Amora yang kosong, kemudian setelah ia minum ia berjalan lagi.


"Apa yang kakak lihat, cantik kan aku seperti putri yang memakai jubah" Kata Amora bercanda ketika ia menyadari kakaknya sedang duduk di ruang tamu keluarganya, ayah dan para saudaranya ada disana juga.


"Amora, tuan muda Ouyang ada disini" kata Lucas, "Hah, siapa dia?" Amora sungguh tidak mengenalinya, ia baru saja tiba di dunia ini. "sopan sedikit Amora!" Kenneth berteriak, Amora kembali menguap dan terhenti


"Terima kasih atas pengajaran etiket yang tidak perlu itu. Bukankah seharusnya tuan muda Ouyang yang memperkenalkan dirinya kepadaku? Aku bahkan belum pernah mengenalnya" Amora bergumam kesal, tetapi gumamannya cukup keras untuk didengar.


"kakak!" Abigail kini ikut berteriak, "kecilkan suaramu, nanti tuan muda Ouyang bisa tuli karena teriakanmu" Amora menguap lagi, ia sangat mengantuk sehabis begadang semalam suntuk.


"Halo Nona Amora. Ini aku, Arsitek yang kamu bantu semalam" Ouyang melangkah, mendekati Amora. "Siapa?" Amora masih belum mudeng.


"Ouyang Edmond Shizuardo, kamu bisa memanggilku Shizu, jangan sungkan" Shizu tersenyum, ia kini yakin Ms.Nayy yang semalam adalah gadis muda di depannya ini. Amora menguap lagi kemudian fokus memandang Tuan Muda Ouyang didepannya


"Ooh, si buaya" Amora langsung tersenyum lebar dan tertawa. "Amora!" Kenneth kembali berteriak. "Maafkan Tuan Kenneth, ia memang suka berteriak" Amora tersenyum seolah meminta pengampunan kepada Tuan Ouyang.


"Tidak apa, aku punya sepuluh anjing di rumah, jadi suaranya hampir menyamai" Ouyang tersenyum, "baiklah, mari kita bicarkan bisnis setelah aku berganti pakaian, bolehkah aku?" Amora bertanya dengan candaan, tentu saja Ouyang mengangguk. Amora melarikan diri kearah kamarnya dan menutup pintunya.


"Bagaimana aku bisa berpakaian ceroboh seperti ini, ingat kamu bukanlah Alisha yang dulu, kamu sekarang Amora" Ia menjambak rambutnya agar mengingat dan segera bersiap.


Kemudian Amora, Tuan Muda Ouyang, dan Lucas pergi ke tanah yang akan dibangun dan mendiskusikannya bersamaan

__ADS_1


__ADS_2