
Devano merasa sangat bersalah sekali dengan Felia, sikap Febia yang keterlaluan terhadap Felia.
" Felia, aku minta maaf yaa. Aku nggak punya sedikitpun perasaan terhadap Febi. Dia yang selalu memaksa ingin dekat dengan ku, bahkan dia berusaha untuk bisa bicara dengan Papa."
Felia tersenyum manis kepada Devano.
" Tidak apa-apa, ini hanya salah paham saja kan. Andaikan saja sebelum nya dia mengetahui jika aku ini adalah adik perempuan mu, mungkin dia tidak akan bersikap seperti itu kepada ku."
Devano tetap merasa bersalah dengan Felia, dia masih tidak tega ketika melihat Felia yang sampai di siram air.
Devano menarik Felia, dia memeluk erat tubuh Felia.
" Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu yaa, lain kali aku akan lebih berhati-hati."
Felia merasakan pelukan erat yang di berikan oleh Devano, membuat dia sedikit bergetar.
" Lepaskan aku, kita sudah sampai di depan rumah."
Devano melepaskan pelukan erat nya, dan mereka berdua turun dari mobil.
" Besok hari libur kan, bagaimana jika kita pergi berdua kembali."
Felia dengan cepat dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak, aku lebih memilih untuk diam di rumah saja."
Felia langsung berlari menuju ke kamar nya.
" Kasihan Felia, dia pasti sangat trauma dengan kejadian tadi."
Devano pun langsung masuk ke dalam mobil nya.
* Keesokan harinya *
Felia bangun lebih awal dia ingin membantu untuk memasak sarapan pagi.
" Aku kangen ibu, aku ingin nasi goreng ibu."
Felia membuat nasi goreng para pelayan yang ada di dapur mereka memperkenalkan Felia, mereka merasa sangat kagum dengan Felia.
Felia yang cantik dan sopan ternyata juga pandai memasak.
Devano menunggu di meja makan.
" Felia, dia masih tidur seperti nya. Sudahlah biarkan saja, aku tidak mau menggangu nya."
Di saat Devano menunggu sarapan pagi, Felia datang dengan membawa nasi goreng buatan nya.
" Selamat pagi Kakak ku."
__ADS_1
Tapi ternyata Felia hanya membuat nasi goreng untuk dirinya saja.
" Kamu membuat nya sendiri,? Dari aroma nya seperti enak. Kenapa kamu tidak membuatkan juga untuk Kakak mu, kenapa hanya memikirkan diri sendiri saja."
Devano kelihatan sangat kesal dan Felia pun memberikan setengah untuk Devano.
" Ini aku kasih yaa, tapi jika tidak enak tetap harus di makan yaa."
Devano menikmati masakan buatan Felia yang ternyata sangat enak sekali.
" Wah, adik ku pintar sekali memasak yaa."
Devano sangat menikmati makanan tersebut.
" Kamu menyukai nya,? Aku setiap hari mendapatkan sarapan pagi yang sangat enak dari ibu. Masakan ibu adalah masakan yang penuh cinta, sekarang aku merindukan ibu jadi nya aku membuat nasi goreng ini."
Devano seketika langsung terdiam ketika mendengar cerita Felia, sedangkan dirinya yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari Mama nya.
Felia melihat wajah Devano yang sedih.
" Kenapa harus sedih,? Bukan kah sekarang Ibu kita berdua sama."
Felia memegang tangan Devano.
" Iya benar sekali akhirnya aku bisa mempunyai seorang ibu, mendapatkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu."
" Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, tapi aku merasa Kak Devano seperti kekurangan kasih sayang seorang ibu."
Felia yang sudah selesai makan dia membereskan sendiri piring-piring nya.
Selesai sarapan Felia keluar dari rumah dia melihat banyak nya bunga-bunga yang bermekaran.
Di saat Felia hendak menyirami bunga-bunga tersebut, dia melihat ada mobil yang datang.
" Siapa yang datang ke rumah yaa."
Felia terdiam sambil bertanya-tanya dan ternyata itu adalah mobil orang tua nya.
" Ibuuuuuuu, akhirnya ibu pulang juga."
Felia langsung berlari menghampiri ibu nya.
" Felia sayang ibu kangen kamu Nak."
Felia begitu sangat erat sekali memeluk tubuh ibunya.
" Aku pun sangat merindukan ibu, lama sekali ibu pulang nya."
Felia kelihatan sangat manja sekali dengan Ibu nya.
__ADS_1
" Felia, kamu baik-baik saja kan di rumah bersama dengan Devano. Dia tidak membuat mu menangis,? atau pun perkembangan yang menyakiti hati mu?."
Felia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Aku Kakak yang baik, aku sangat menyayangi adik perempuan ku."
Devano menghampiri Ibu dan Papa nya.
" Baguslah, memang seharusnya kamu melindungi adik perempuan mu ini."
Mereka pun masuk ke dalam rumah, oleh-oleh yang sudah di siapkan untuk semua yang ada di rumah.
Mereka memilih untuk masuk ke ruangan keluarga, Felia kelihatan tidak mau jauh dari ibu nya.
" Mas, seperti nya besok aku mulai membuka toko kue ku. Aku tidak biasa diam di rumah, tapi aku sudah ada di rumah sebelum kamu pulang dari kantor."
Devano merasa hawatir jika Mama sampai melakukan hal sesuatu kepada Ibu nya.
" Bagaimana jika toko kue di pindahkan saja, Papa membelikan tempat yang lebih besar dari toko ibu yang sebelumnya."
Rendy tidak menyangka jika Devano bisa langsung baik kepada ibu sambung nya.
" Seperti nya tidak usah Devano, walaupun tempat itu kecil tapi ibu sudah lumayan banyak pelanggan nya."
Devano hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan ibu nya.
" Melani, aku setuju dengan Devano. Sekarang kamu sudah menjadi istri ku, aku sebagai suami juga ingin membantu usaha mu."
Melani tersenyum bahagia melihat kebaikan suami dan anak nya.
" Terimakasih banyak atas kebaikan kalian berdua yaa, tapi ibu ingin bisa sukses dengan usaha ibu sendiri."
Felia lebih setuju dengan keinginan ibu nya, Felia tidak mau ibu nya sampai di pandang negatif oleh mantan istri Papa nya yang sekarang.
" Bu, ke kamar aku yuu. Aku ingin bersama dengan ibu, aku kangen ibu."
Melani dan Felia pergi meninggalkan Devano dengan Papa nya, di saat berdua Rendy bertanya kepada Devano.
" Devano, apakah kamu sudah bertemu dengan Mama mu?. Apakah Mama mu sudah mengetahui semuanya,? Jujur saja Papa jawatan jika Mama mu sampai melakukan sesuatu kepada Ibu mu."
Devano lebih memilih untuk berbohong kepada Papa nya, dia tidak mungkin bicara dengan Papa jika dia sudah bertemu dengan Mama nya yang sedang bersama dengan lelaki simpanan nya.
" Aku belum bertemu lagi dengan Mama, aku rasa sekarang Mama sedang sibuk dengan pekerjaan baru nya. Bukan kah uang yang pernah Papa berikan kepada Mama itu di buat bisnis oleh Mama, sekarang Mama sibuk dengan bisnis nya itu."
Devano mencoba untuk meyakinkan Papa nya jika perkataan nya itu benar.
" Kenapa Papa tidak percaya dengan perkataan mu, di saat Mama mu banyak uang dia lebih memilih untuk bersenang-senang bersama dengan lelaki bayaran nya. Mama mu tidak pernah berpikir tentang bisnis, jika seseorang sudah selingkuh dia pasti akan selalu mengulang kesalahan nya."
Rendy pun langsung meninggalkan Devano sendirian di ruangan keluarga.
__ADS_1