
Devano terdiam dia seperti tidak harus membalas apa pesan dari Mama nya.
" Kak Vano, kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan?."
Melihat Devano melamun Felia menepuk pundak Devano sampai Devano terkejut.
" Astaga, aku kaget sekali."
Devano membuka pintu mobil nya dan Felia pun keluar dari mobil tersebut.
" Kamu masuk duluan yaa, aku ini menelephone seseorang dulu."
Felia mengikuti apa yang di katakan oleh Devano, dia masuk ke dalam rumah dengan membawa dress pink yang kotor yang di masukkan ke kotak di balut dengan plastik.
Felia menghampiri ibu dan Ayah.
" Felia, kamu sendirian di mana Devano?."
Rendy tidak melihat kehadiran Devano.
" Kak Devano masih di dalam mobil, dia bilang mau telephone seseorang."
Felia memeluk erat tubuh Ibu nya, sedangkan Rendy merasa curiga terhadap Devano.
__ADS_1
Pandangan mata Melani tertuju pada plastik putih yang di pegang oleh Felia.
" Plastik putih apa itu Felia,?"
Ketika Melani mau mengambil kantong plastik tersebut, Felia langsung menyembunyikan ke belakang badan nya.
" Ini baju kotor ku Bu, aku masuk ke dalam kamar nya."
Felia berlari menuju ke kamar nya, tidak lupa dia menutup rapat pintu kamar nya.
" Untung saja ibu tidak melihat isi dari plastik ini, jika melihat ibu pasti mempertanyakan noda darah yang ada pada deras pink ini."
Felia membuka kotak tersebut dari kantor plastik, dia menyimpan kontak yang berisi dress pink nya ke dalam lemari baju nya.
Felia keluar dari kamar nya, dia menghampiri Ibu dan Ayah nya.
" Felia duduk lah, Ayah ingin bicara dengan mu."
Seketika Felia pun langsung merasa sangat gugup sekali ketika dia di suruh duduk.
" Ada apa yaa Ayah, aku sampai gugup seperti ini."
Melani memegang tangan Felia yang terasa sangat dingin.
__ADS_1
" Tidak apa-apa sayang, kamu sebentar lagi akan lulus sekolah. Ayah dan ibu berencana untuk memasukkan kamu kuliah ke universitas yang sama dengan Kakak mu Devano, karena ibu mu yang selalu saja hawatir berlebihan terhadap kamu."
Devano yang tidak jadi menghubungi Mama nya, dia mendengar perkataan Papa nya.
" Ya, aku setuju jika Felia kuliah bersama dengan ku. Aku pasti akan selalu melindungi Felia, karena aku adalah Kakak yang terbaik."
Devano duduk di samping Papa, Felia hanya bisa tersenyum tersipu malu-malu ketika mendengar perkataan Devano.
" Baiklah jika Devano setuju, kamu jaga adik mu baik-baik yaa."
Devano menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Papa nya.
" Felia bagaimana dengan jalan-jalan mu bersama dengan Devano, apakah menyenangkan untuk mu?."
Felia di buat binggung untuk menceritakan semuanya di hadapan orang tua nya.
Karena mengetahui Felia yang polos, Devano pun langsung bercerita kepada orang tua nya.
" Aku membawa Felia ke tempat yang penuh dengan bunga-bunga cantik, aku membawa Felia ke taman bunga. Karena aku mengetahui Felia yang suka dengan bunga, Felia banyak mengabaikan momen ketika berada di sana dia banyak mengambil photo."
Felia pun hanya tersenyum saja, Devano tidak bisa membayangkan bagaimana jika Felia menceritakan apa sudah terjadi dengan mereka berdua di kamar hotel tersebut.
Beruntung nya Rendy tidak bertanya tentang kamar hotel kepada Felia, sehingga semua aman walaupun Devano masih merasa was-was dengan kepolosan Felia.
__ADS_1