Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 61.


__ADS_3

Febia tidak tahu jika Felia kabur dari rumah, dia nekad datang ke kantor Papa nya Devano untuk memperjelas hari pernikahan nya.


" Aku tidak suka yaa, mereka yang pura-pura lupa atau mengabaikan hari pernikahan ku ini."


Febia berjalan cepat menuju ke ruangan Papa Devano, Febia mengetuk pintu dan langsung membuka nya.


Rendy sedang sibuk memainkan handphone nya, dia menyuruh orang untuk mencari Felia.


" Selamat Sian Om Rendy."


Febia menghampiri Rendy, dia duduk berhadapan dengan Rendy.


" Ada apa Febia kamu datang ke kantor Om."


Rendy tetap fokus pada handphone nya.


" Om, aku ingin membicarakan tentang rencana pernikahan aku dan Devano. Kenapa Devano seakan cuek dengan rencana pernikahan ini yang sebenar lagi akan di lakukan, aku tidak mau ya om rencana pernikahan ini gagal."


Rendy menyimpan handphone nya, dia mulai fokus pada Febia.

__ADS_1


" Febia, sebelum nya Om meminta maaf yaa. Devano bukan cuek dengan kamu, tapi sekarang keluarga kita sedang mengalami musibah. Felia kabur dari rumah, dan sekarang kita sedang sibuk mencari Felia."


Febia seketika dia langsung terdiam mendengar Felia kabur, Febia merasa itu alasan Felia yang ingin membatalkan pernikahan nya dengan Devano.


" Om minta maaf yaa sebelumnya, karena Felia itu jauh lebih berarti untuk kita.*


Febia mencoba untuk menenangkan perasaan nya, dia tidak mungkin marah di hadapan calon Papa mertuanya.


" Lalu jika sampai bulan ini Felia tidak di temukan, apakah pernikahan ku akan tetap gagal?."


Wajah Febia mulai memerah dia seperti menahan air mata nya.


" Jangan bicara seperti itu, sekarang lebih baik kamu juga ikut untuk mencari Felia yaa."


" Aku sangat sibuk, aku tidak ada waktu untuk mencari anak itu."


Febia memilih untuk pergi saja, sedangkan Rendy akhirnya mengetahui jika Febia tidak suka dengan Felia.


" Bagaimana mungkin bisa menjadi Kakak ipar yang baik, sikap nya kepada adik ipar pun sangat benci seperti itu sangat tidak bisa di contoh."

__ADS_1


Rendy fokus kembali pada handphone nya, sedangkan Febia dia keluar dari kantor dengan ekspresi wajah yang marah.


" Felia, kamu terlalu pintar untuk membuat sebuah drama, kamu kabur berniat untuk membuat gagal pernikahan ku hmmmm maafkan aku itu tidak bisa."


Febia mengeluarkan handphone nya dia melihat photo dan video yang masih aman di handphone nya.


Febia masuk ke dalam mobil nya, dia mengambil handphone untuk mengirimkan pesan kepada Devano.


* Devano, begitu sangat pintar sekali adik tiri mu berencana gagal kan pernikahan kita berdua membuat drama kabur dari rumah. Tapi aku tetap tidak peduli yaa, jangan jadikan ini semua sebagai alasan menunda pernikahan kita berdua*


Setelah mengirimkan pesan, Febia menyalakan mesin mobil nya.


Devano yang masih berada di kampus dia membaca pesan dari Febia.


" Astaga, lama-lama ingin sekali berbuat kasar kepada wanita ini. Sedikit pun dia tidak peduli terhadap Felia, dia pikir Felia pergi karena ingin membatalkan pernikahan ini."


Devano memasukkan handphone nya dia berjalan menuju ke mobil nya, Devano kembali ke kantor nya.


" Sebelumnya tidak memberitahu Papa, semoga saja Papa mengerti."

__ADS_1


Di perjalanan pernikahan ku kantor, Devano sambil melirikkan matanya dia berharap bisa bertemu dengan Felia.


Devano semakin hawatir kepada Felia setelah dia sudah tahu Felia sedang hamil anak pertama nya.


__ADS_2